<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-26746165</id><updated>2011-11-28T07:30:20.754+07:00</updated><category term='animasi'/><category term='mal'/><category term='New Year'/><category term='banjir'/><category term='pancasila'/><category term='affair'/><category term='ppkn'/><category term='new year&apos;s eve'/><category term='aparat'/><category term='alam'/><category term='festive'/><category term='wisata'/><category term='manusia'/><category term='masyarakat'/><category term='patung'/><category term='family'/><category term='cipanas'/><category term='Quickie Express'/><category term='aturan'/><category term='tanaman obat'/><category term='review'/><category term='pandangan hidup'/><category term='komedi'/><category term='drama'/><category term='Get Married'/><category term='global warming'/><category term='resolusi'/><category term='kepadatan penduduk'/><category term='macet'/><category term='pmp'/><category term='puncak'/><category term='herbal'/><category term='moral'/><category term='Shrek the Third'/><category term='keluarga'/><category term='jakarta'/><category term='ayam'/><category term='sehat'/><category term='selingkuh'/><category term='gaya hidup'/><category term='wish list'/><category term='selingan'/><category term='cocok tanam'/><category term='tahun baru'/><category term='film'/><category term='hukum'/><category term='tradisi'/><category term='berpikir positif'/><category term='Alvin and the Chipmunks'/><title type='text'>dapurkata</title><subtitle type='html'>Manakala kepala dengan dua belah otaknya telah tak sanggup lagi menampung semua ide tentang dunia, dan kepenatan menjadi hipokrit, saatnya jari-jari memainkan peranan mereka sebagai pengantar pesan. Jadi, mainkan tuts, dan berceritalah!!</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://dapurkata.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26746165/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dapurkata.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>hapissulaiman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16790793606815881020</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_F8V7weUK5UU/SR1KDCxBcdI/AAAAAAAAAU4/ZI0eGmxmYO4/S220/100_4751-edit.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>49</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-26746165.post-4387415274436851965</id><published>2010-10-26T15:01:00.000+07:00</published><updated>2010-10-26T15:01:31.833+07:00</updated><title type='text'>JIFFest 2010: Dilema Apresiasi dan Dukungan</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_F8V7weUK5UU/TMaKz_9V0uI/AAAAAAAAAYs/NBBkWVargh8/s1600/logo.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://2.bp.blogspot.com/_F8V7weUK5UU/TMaKz_9V0uI/AAAAAAAAAYs/NBBkWVargh8/s320/logo.jpg" width="282" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Bukan rentang waktu yang sebentar. Sebelas tahun sudah JIFFest (Jakarta International Film Festival) mengisi agenda apresiasi film masyarakat Jakarta dengan suguhan film-film berkualitas dan setiap tahunnya. Namun, tahun ini, terancam batal dilaksanakan hanya karena tak ada dana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak cuma sajian film, dalam setiap gelarannya, JIFFest juga menggelar serangkaian kegiatan pendidikan, pelatihan, workshop, atau seminar dalam rangka pengembangan sumberdaya dan apresiasi manusia pendukung industri film Indonesia. Dimulai 1999, hingga tahun lalu, 2009, gelaran apresiasi film ini rutin digelar. Mendadak, jelang gelaran yang ke-12, tahun ini, Festival Film Internasional yang pertama di Indonesia terancam batal dan bubar disebabkan masalah pendanaan dan minimnya bantuan dana dari pemerintah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalah klasik menghadang pelaksanaan JIFFest. Sampai saat ini pihak panitia penyelenggara masih belum yakin dengan jumlah dana yang dimiliki untuk mendukung terselenggaranya acara tersebut. Masalah krisis pendanaan ini dilontarkan oleh Shanty Harmyn selaku pendiri JIFFest. Dalam konferensi pers yang digelar di Gedung Galeri Cipta III, Taman Ismail Marzuki, Cikini, Jakarta Pusat, Kamis, 14 Oktober lalu, Shanty mengungkapkan bahwa pelaksanaan JIFFest selama ini selalu membutuhkan dana yang cukup besar, mencapai Rp2 miliar. Rencananya, bila November nanti hanya tersedia dana tidak lebih dari Rp1 miliar, maka festival ini terancam batal dan diundur hingga tahun berikutnya. Kabar lain menyebutkan, panitia gelaran JIFFest yang akan diselenggarakan pada 27 November-3 Desember 2010, baru berhasil mengumpulkan dana sebesar 25% dari dana keseluruhan. Shanty memaparkan, idealnya pendanaan acara sejenis adalah sekira Rp4-5 miliar. "Idealnya pendanaan 30 persen dari pemerintah pusat, 30 persen dari Pemda, sisanya swasta," urainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejujurnya, sejak penyelenggaraan kesebelas lalu, langkah JIFFest memang sudah terlihat terseok dengan terpusatnya penyelenggaraan hanya pada satu tempat, yakni empat layar di Blitz Megaplex Grand Indonesia. Saat itu total penonton hanya mencapai 20 ribu orang. Melihat situasi ini, Lalu Roisamri, selaku Co-director JIFFest tak memasang target muluk untuk gelaran JIFFest tahun ini “Untuk target tahun ini maksimal hanya tiga layar, dengan 150 judul film dari 25 negara, dan pencapaian 15 ribu orang saja sudah bagus sekali,” ungkapnya dalam konferensi pers.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Situasi ini menjadi dilema besar bagi masyarakat penikmat film, pelaku industri film Indonesia, dan bahkan pemerintah bangsa ini. Haruskah JIFFest ditunda, dibatalkan, atau bahkan ditiadakan? Sejatinya, dipelopori Shanty Harmayn dan Natacha Devillers, Jiffest lahir sebagai jawaban sekaligus bukti bahwa Jakarta juga sanggup menggelar festival film berskala Internasional. Faktanya, sejumlah negara di kawasan Asia bahkan Asia Tenggara, seperti Singapura, Thailand, dan Filipina, sudah duluan menghadirkan festival film tingkat internasional. Singapore International Film Festival (SIFF) telah 12 tahun terselenggara. Korea sendiri telah menarik perhatian kalangan perfilman Asia dan dunia melalui Pusan International Film Festival. Nah, Thailand dan Filipina juga sudah meluncurkan festival film internasional: Bangkok International Film Festival (September 1998) dan Cinemanila (Juli 1999).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, November 1999 jadi momentum kelahiran JIFFest. Saat itu, selama delapan hari (20-28 November 1999), JIFFest menghadirkan 65 judul film dari beragam negara, termasuk Indonesia. Pada tahun perdana kehadirannya tak kurang dari 18 ribu penonton menyaksikan film-film pilihan dari 25 negara. Sejak ditelurkan pada 1999, gelaran JIFFest berkembang dari kemasan kegiatan dan peminat. Jiffest menjadi ajang apresiasi film yang banyak diminati masyarakat dan menjadi salah satu agenda besar dalam kancah festival film dunia. Jumlah judul film yang diputar dan lokasi pemutaran film pun semakin banyak dari tahun ke tahun, bahkan JIFFest sekarang menjadi ajang pemutaran perdana sejumlah film layar lebar. Tema-tema yang beragam dan kritis. Tak cuma itu, sebagai festival film berskala internasional yang paling atraktif di Asia Tenggara, JiFFest mampu menarik minat beberapa organisasi film internasional untuk bekerja sama, seperti AFI (American Film Institute).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi kini, jelang gelaran ke-12, pengadaan JIFFest terkendala pendanaan? Sungguh situasi yang tidak mengenakkan pun tidak menguntungkan. Dilihat sebagai gelaran, di samping telah rutin, JIFFest sudah kadung punya nama, baik di tingkat nasional maupun internasional. Sangat disayangkan jika kegiatan yang memberikan peluang bagi masyarakat dalam mengapresiasi film ini harus batal hanya karena urusan dana. Pasalnya, harus diakui, ada banyak manfaat yang didapat dari adanya kegiatan ini. Masyarakat Jakarta sebagai penikmat film berkesempatan menyaksikan film-film berkualitas dari berbagai belahan dunia. Film-film yang berbeda, di luar kebanyakan yang diusung Hollywood-Bollywood-Hongkongwood. Tak sekadar menyaksikan, masyarakatpun teredukasi melalui film-film yang menampilkan tema-tema kritis, kemanusiaan, gender, sosial, dan lainnya. Bagi penggiat film nasional, JIFFest sekaligus ajang belajar sekaligus tolok ukur. Di sinilah, para sineas kita bisa membandingkan diri dan filmnya dengan penggiat film dari dunia lain. Lebih luas lagi, bagi Indonesia, JIFFest menjadi ajang yang turut menaikkan pamor bangsa ini di kancah film dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan pertimbangan-pertimbangan positif gelaran JIFFest barusan, apakah kita harus berdiam, membiarkan festival ini mati? Bagaimana sikap pemerintah kita seharusnya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nia Dinata sebagai salah satu penggiat film nasional turut menyayangkan situasi ini. Jujur saja, Nia bersama Kalyana Shira adalah salah satu penggiat film nasional yang kerap mengapresiasi dan memanfaatkan JIFFest sebagai media promosi film-film anyarnya. Apalagi, untuk gelaran JIFFest ini sebenarnya Nia sudah menyiapkan salah satu judul filmnya. Nia Dinata sendiri menyangkal adanya kesalahan dalam pengelolaan penyelenggara JIFFest setiap tahunnya. Harus diakui, gelaran ini memang besar dan berskala internasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Faktanya selama ini JIFFest terselenggara berkat adanya donasi dari pihak-pihak swasta dan asing. Kabar lain mengungkapkan bahwa kendala yang dihadapi JIFFest tahun ini adalah buntut krisis yang dihadapi sejumlah sponsor besar dari luar negeri. Hal senada diungkapkan pendiri Kalyana Shira ini. Nia mengungkapkan bahwa krisis ekonomi global sangat berpengaruh pada dukungan pihak-pihak asing tersebut. “Krisis global sedikit saja, mereka langsung cut donasinya,” ujar Nia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sisi lain, Nia mengungkapkan adanya semacam kesepakatan (kontrak) dari para donatur terhadap donasi yang diberikan. “Seperti pengalaman saya mengembangkan Kids Fest Indonesia. Ada sponsor yang bersedia membiayai untuk jangka waktu tertentu, misalnya 5 tahun atau 10 tahun. Setelah itu, mereka cabut. Harapannya setelah jangka waktu tersebut, kegiatan tersebut bisa berjalan sendiri,” ungkapnya. Menurut Nia, situasi itulah yang mungkin dihadapi JIFFest saat ini. Menurut Nia, situasi pelik yang dihadapi panitia JIFFest menjadi bukti tidak adanya support pemerintah terhadap upaya pembelajaran dan apresiasi film masyarakat Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Figur sutradara dan produser film-film “tought provoking” ini mengulang kembali pengalamannya bersama rekan-rekan penggiat film ramai-ramai mengembalikan Piala Citra (Festival Film Indonesia 2007) dan gugatan menyoal Undang-undang Pornografi yang menurutnya terlalu rawan untuk 'dimanfaatkan' oleh oknum. “Pemerintah terlalu licik. Mereka lebih senang mendiamkan, sampai akhirnya terjadi. Barulah mereka bertindak,” ungkapnya geram. Lebih jauh menyoal peran pemerintah dalam pengembangan film Indonesia, Nia menilai pemerintah masih sangat minim, bahkan tidak ada. Dalam pengamatan Nia, pemerintah kerapkali bersikap pasif dalam memberi dukungan gelaran apresiasi film yang tidak berasal dari ide pemerintah. “Mereka (pemerintah) lebih mendukung kegiatan-kegiatan yang berasal dari ide mereka sendiri,” paparnya. Nia mencontoh gelaran FFI (Festival Film Indonesia) yang menurutnya hanya sebatas gelaran awarding one night only dan tidak ada manfaat kelanjutannya. “Pemerintah mati-matian mendukung Festival Film Indonesia,” ungkapnya. Nyatanya memang sangat sulit meminta dukungan pemerintah untuk kegiatan-kegiatan seperti ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Shanty dalam konferensi pers lalu mengaku sangat sulit mengubah pola pikir pemerintah yang hanya melihat visi dari JiFFest. "Ini dilihat sebagai beban, bukan opportunity (kesempatan). Padahal, banyak benefit (keuntungan) yang didapat dari festival ini. Menurut saya, pemerintah belum mengerti," ujarnya. Menyikapi situasi yang dihadapi panitia penyelenggara JIFFest tahun ini, Nia menyarankan memang perlu diadakan penggalangan dana dari masyarakat atau lembaga yang peduli. “Tidak perlu menunggu pemerintah,” ungkapnya. Nia meyakini perusahaan-perusahaan bertajuk Indonesia atau industri rokok seharusnya mau untuk mendukung. “Katakan ada lima perusahaan, masing-masing Rp200 juta. Itu seharusnya cukup menutup setengah rencana anggaran dana JIFFest. Setelah selama ini meracuni bangsa ini, seharusnya Rp200 juta tidak susah untuk ukuran perusahaan-perusahaan itu,” paparnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang, mengatasi masalah dana yang dihadapi rencana gelaran JIFFest tahun ini, sejak beberapa waktu lalu panitia memang sudah mulai bergerilya menggiatkan penggalangan dana dari masyarakat, penonton, sineas, dan perusahaan film melalui program Save Our JiFFest. Melalu penggalangan dana ini pihak JIFFest mengaku sudah mendapat bantuan dari beberapa pihak sejak gerakan 'Save Our JiFFest' diluncurkan dan perbincangan ramai di jejaring sosial. "Sejauh ini sudah kekumpul sekitar 70 juta-an," kata Lalu seperti yang dikonfirmasi Detik.com.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda berminat untuk membantu JIFFest? Bantuan bisa dikirimkan ke nomor rekening 7420030091 BCA Percetakan Negara atas nama Yayasan Masyarakat Mandiri Film Indonesia. Nama Anda akan tercantum dalam materi publikasi penyelenggaraan JiFFest, seperti katalog, website, dan trailer. Mari selamatkan wahana apresiasi film nasional. Let's Save Our JIFFest!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script type="text/javascript"&gt;&lt;!--
google_ad_client = "pub-7370497373229527";
//120x240, created 1/25/08
google_ad_slot = "7402765404";
google_ad_width = 120;
google_ad_height = 240;
//--&gt;&lt;/script&gt;
&lt;script type="text/javascript"
src="http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/show_ads.js"&gt;
&lt;/script&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/26746165-4387415274436851965?l=dapurkata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dapurkata.blogspot.com/feeds/4387415274436851965/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=26746165&amp;postID=4387415274436851965&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26746165/posts/default/4387415274436851965'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26746165/posts/default/4387415274436851965'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dapurkata.blogspot.com/2010/10/jiffest-2010-dilema-apresiasi-dan.html' title='JIFFest 2010: Dilema Apresiasi dan Dukungan'/><author><name>hapissulaiman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16790793606815881020</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_F8V7weUK5UU/SR1KDCxBcdI/AAAAAAAAAU4/ZI0eGmxmYO4/S220/100_4751-edit.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_F8V7weUK5UU/TMaKz_9V0uI/AAAAAAAAAYs/NBBkWVargh8/s72-c/logo.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-26746165.post-8143800440333620333</id><published>2010-10-11T16:53:00.002+07:00</published><updated>2010-10-11T16:56:25.047+07:00</updated><title type='text'>Timnas VS Uruguay VS Wasior</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_F8V7weUK5UU/TLLcTQE-AuI/AAAAAAAAAYc/_7FCdwNcADo/s1600/4016040p.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="218" src="http://4.bp.blogspot.com/_F8V7weUK5UU/TLLcTQE-AuI/AAAAAAAAAYc/_7FCdwNcADo/s320/4016040p.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;Hun,&lt;br /&gt;&lt;div class="post-meta"&gt;Jumat,  8 Oktober 2010 kemarin, ada yang seru di Stadion Gelora Bung Karno, Senayan. Timnas sepak bola Indonesia bertanding melawan timnas Uruguay. Sayang, dalam pertandingan persahabatan itu akhirnya timnas kita masih harus mengakui keunggulan timnas Uruguay. Melawan semifinalis Piala Dunia 2010 Afrika Selatan itu, Bambang Pamungkas cs dibabat 1-7 dalam pertandingan persahabatan di Gelora Bung Karno, Jakarta, Jumat. &lt;a href="http://www.antaranews.com/berita/1286551510/indonesia-lawan-uruguay-1-7" style="color: red;"&gt;Lihat beritanya di sini.&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Well&lt;/i&gt;, paling tidak, timnas kita terlebih dahulu lewat gol Boaz Salossa pada menit 17. Gol yang lumayan berkelas. Lumayan mengejutkan. Sialnya, setelah itu, gantian anak-anak Oscar Tabarez yang membombardir timnas kita yang kali ini diarsiteki  Alfred Riedl. Unggul secara fisik, kecepatan, teknik permainan, dan mental percaya diri, menguasai permainan hampir setengah lapangan Uruguay mengurung timnas dan memanen gol demi gol lewat Edinson Cavani, Luis Suarez, dan Sebastian Eguen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Serunya lagi, akibat terus dihujani gol dan melihat ketidakberdayaan timnas kita, ribuan suporter tuan rumah marah. Beberapa kali penonton tribun meneriakkan "Nurdin mundur!!!, Nurdin Mundur !!". Pas. Pertandingan itu juga disaksikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan istri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hmm, paling tidak ada banyak hal yang bisa dipelajari dari pertandingan persahabatan ini. Mudah-mudahan pemain, pelatih, ketua PSSI dan punggawanya, presiden bangsa ini, bahkan kita sebagai pecinta timnas, bisa belajar dan tahu diri kalau memang ingin sepakbola Indonesia maju!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ironis, bangsa yang lain persepakbolaannya berkembang. Kok, kenapa bangsa ini yang pernah merajai sepakbola asia, kini malah terpuruk? Kenapa Nurdin Khalid dan kroni-kroninya, yang terbukti koruptor dan tidak berhasil memimpin PSSI masih bertahan menjadi pemimpin PSSI?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ohya, ada yang harus dicatat dan digarisbawahi lagi dari gelaran kemarin itu. SBY dan istri dengan sumringahnya hadir menyaksikan pertandingan tersebut, dari awal hingga akhir. Dengan penuh senyum, sempat pula turun ke lapangan dan menyalami para pemain. Harus, ya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_F8V7weUK5UU/TLLe9YoqrtI/AAAAAAAAAYg/ixzx6U5U4TM/s1600/1942269620X310.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="162" src="http://1.bp.blogspot.com/_F8V7weUK5UU/TLLe9YoqrtI/AAAAAAAAAYg/ixzx6U5U4TM/s320/1942269620X310.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Di bagian lain wilayah bangsa ini, tepatnya daerah timur Indonesia, Papua, ada bencana besar melanda. Di Wasior, bencana banjir dan longsor meluluhkan kehidupan di sana. Herannya, di sini, di Jakarta, kita masih bersorak kegirangan. Presidennya pun ikut bersorak. Kalau memang bisa turn back the time, seharusnya pertandingan itu ditunda dulu. Kalau memang bisa, presiden tak perlu datang. Kenapa? Kita seolah tidak peduli (atau memang benar tidak peduli?). Seharusnya dalam pertandingan itu, ditunjukan pula apresiasi turut berdukacita atas musibah di Wasior, Papua.&amp;nbsp;&lt;a href="http://news.okezone.com/read/2010/10/09/340/380736/korban-tewas-bencana-wasior-jadi-134-orang" style="color: red;"&gt;Lihat beritanya di sini.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Caranya? Bisa banyak cara. Apa susahnya mengheningkan cipta sesaat dipimpin sang presiden. Apa susahnya mengenakan pita hitam di lengan baju tanda berduka. Hal ini sepertinya sudah kerap ditunjukkan di pentas sepakbola internasional, bahkan untuk duka paling kecilpun. Kalau memang dana hasil pertandingan itu tidak disumbangkan ke para korban bencana, paling tidak kita sudah menunjukkan kepedulian dan doa sebagai tanda kita bersatu dan bersaudara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah, tiw.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script type="text/javascript"&gt;&lt;!--
google_ad_client = "pub-7370497373229527";
//120x240, created 1/25/08
google_ad_slot = "7402765404";
google_ad_width = 120;
google_ad_height = 240;
//--&gt;&lt;/script&gt;
&lt;script type="text/javascript"
src="http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/show_ads.js"&gt;
&lt;/script&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/26746165-8143800440333620333?l=dapurkata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dapurkata.blogspot.com/feeds/8143800440333620333/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=26746165&amp;postID=8143800440333620333&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26746165/posts/default/8143800440333620333'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26746165/posts/default/8143800440333620333'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dapurkata.blogspot.com/2010/10/timnas-vs-uruguay-vs-wasior.html' title='Timnas VS Uruguay VS Wasior'/><author><name>hapissulaiman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16790793606815881020</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_F8V7weUK5UU/SR1KDCxBcdI/AAAAAAAAAU4/ZI0eGmxmYO4/S220/100_4751-edit.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_F8V7weUK5UU/TLLcTQE-AuI/AAAAAAAAAYc/_7FCdwNcADo/s72-c/4016040p.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-26746165.post-246241013643521683</id><published>2010-09-28T16:06:00.000+07:00</published><updated>2010-09-28T23:11:21.912+07:00</updated><title type='text'>Polah Organisasi Itu Lagi</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://www.beritajakarta.com/images/foto/demo_fpi_miyabi.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://www.beritajakarta.com/images/foto/demo_fpi_miyabi.JPG" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Hari ini terima kabar organisasi massa yang mengatasnamakan bela suatu agama meminta pemutaran film dalam rangkaian Q!Film Festival di sejumlah tempat dihentikan. Referensi lain,&amp;nbsp;&lt;a href="http://celebrity.okezone.com/read/2010/09/28/206/376800/digeruduk-fpi-q-film-festival-tetap-jalan" style="color: red;"&gt;klik di sini&lt;/a&gt; atau &lt;a href="http://www.detiknews.com/read/2010/09/28/122847/1450274/10/khawatir-fpi-ccf-batalkan-pemutaran-film-gay" style="color: blue;"&gt;ini.&lt;/a&gt; Hmm. Lagi-lagi. Benar-benar mengatasnamakan moralitas dan syariat agama atau memang hanya ancaman untuk meminta jatah preman?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kabarnya kecaman ini didasarkan pada alasan kegiatan itu mengangkat teman seks bebas dan masyarakat berperilaku seks menyimpang. Hmm, apa memang secupet itu orang indonesia untuk memilih apa yang mereka suka dan tidak? Lagi pula, siapa yang dibela? Kalau memang ada yang dibela, apa memang harus membela dengan kekerasan? Apa mereka tidak berpikir bahwa agama yang mereka bela menjadi moreng akibat perilaku mereka? Lantas, apa mereka tidak berpikir bahwa dengan kesan itu tak akan ada lagi orang yang simpatik dengan agama mereka dan orang-orang yang memeluk agama tersebut? Hmm, rasanya memang benar, hanya karena merasa membela agama mayoritas kelakuan mereka justru mirip orang-orang minoritas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dilema kiprah dan eksistensi organisasi itu sudah jadi rahasia umum. Ingat lagi saat ada kecaman saat penayangan perdana film "Menculik Miyabi". Mulanya mereka mengancam akan ini-itu. Berapa lama kemudian terdengar statement kecaman dicabut, sebab mereka akan mendalami dulu tentang film tersebut. Bahh. Kok mundur? Ada kabar, pihak Maxima Pictures sudah menggelontorkan 'jatah preman' senilai ratusan juta untuk organisasi tersebut.&amp;nbsp; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hmm, its all about the money, ya, tiw?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="background-color: red;"&gt;nb.&lt;/div&gt;Ini sekadar curahan emosi, ekspresif. Merdeka untuk bersuara. Anda juga punya hak yang sama untuk berekspresi dan merdeka mengemukakan pendapat. Apapun! Ya, organisasi itu juga bebas berekspresi kok. Tapi, mbok ya jangan pakai ancaman dan polah brutal macam itu, dong.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script type="text/javascript"&gt;&lt;!--
google_ad_client = "pub-7370497373229527";
//120x240, created 1/25/08
google_ad_slot = "7402765404";
google_ad_width = 120;
google_ad_height = 240;
//--&gt;&lt;/script&gt;
&lt;script type="text/javascript"
src="http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/show_ads.js"&gt;
&lt;/script&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/26746165-246241013643521683?l=dapurkata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://celebrity.okezone.com/read/2010/09/28/206/376800/digeruduk-fpi-q-film-festival-tetap-jalan' title='Polah Organisasi Itu Lagi'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dapurkata.blogspot.com/feeds/246241013643521683/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=26746165&amp;postID=246241013643521683&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26746165/posts/default/246241013643521683'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26746165/posts/default/246241013643521683'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dapurkata.blogspot.com/2010/09/polah-organisasi-itu-lagi.html' title='Polah Organisasi Itu Lagi'/><author><name>hapissulaiman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16790793606815881020</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_F8V7weUK5UU/SR1KDCxBcdI/AAAAAAAAAU4/ZI0eGmxmYO4/S220/100_4751-edit.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-26746165.post-6153305789483211223</id><published>2009-07-22T12:15:00.000+07:00</published><updated>2009-07-22T13:46:25.757+07:00</updated><title type='text'>Meng-update #1</title><content type='html'>tiw,&lt;br /&gt;Sebenarnya sudah beberapa waktu belakangan terpikir kembali untuk menulis lagi. Tapi baru kali ini diberi sempat dan kemauan. Buat apa? Ya, paling tidak memperbarui blog ini dengan 'curhat', unek-unek, opini, review, atau apapun sekadar menandakan bahwa masih ada kehidupan di blog ini dan saya sebagai pemiliknya. Kebetulan ada banyak momen 'seru' yang terjadi di sekeliling saya baru-baru ini dan sangat potensial untuk dikritisi, diulas, atau sekadar dikomentari--berlagak intelektual, hahaha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mundur ke beberapa waktu silam, ada sejumlah peristiwa yang bikin urat kemanusiaan saya terhenyak; sedih, marah, bangga, takut, dan sebagainya. Nyatanya saya masih memiliki rasa, reaksi emosional, dan serenceng peduli pada kondisi sosial meski jarang teraktualisasikan lewat tindakan karena kerap dihimpit rutinitas--alasan!! Jadinya cuma omongan dan omongan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lets say, soal Michael Jackson, Bom JW Marriot dan Ritz Carlton, kematian Presiden Direktur Holcim Indonesia Tim Mackay akibat bom, batal datangnya tim Manchester United, sampai-sampai pidato "salah tempat" Presiden SBY--yang sejatinya turut beduka, jadi pamer gara-gara fotonya dipakai jadi target sasaran latihan tembak para teroris&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ok. Menyoal meninggalnya The King of Pop Michael Jackson, tepatnya 25 Juni 2009. Ini bisa dibilang tragedi internasional, banyak orang di seluruh penjuru bumi menangisi kepergian Michael the phenomenon Jackson. Jadi teringat lagi tragedi kematian Lady Di pas Agustus 1997. Menyaksikan lagi bagaimana orang-orang dari berbagai penjuru menangisi dan mengapresiasi kepergian kedua orang itu, upacara pemakaman yang mewah, dan misteri kematian yang menyelimuti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyoal Michael Jackson, saya memang terlambat 'ngeh' untuk menghargai perjuangan dan perjalanan hidupnya. Awalnya saya cuma menyaksikan Michael seadanya, penyanyi kulit hitam dengan tarian khas yang kian hari kian putih. Lagu-lagu dan klip videonya memang ada beberapa yang saya suka, dan itupun bisa dibilang semua orang tau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin terbawa suasana dan cerita teman-teman kantor yang lebih dulu kagum dan menggilai The King, saya jadi mulai memperhatikan detil perjalanan kakak dari Marlon dan Janet Jackson. Dari situlah mulai terbersit kagum atas perjuangan hidupnya. Di balik keglamoran hidup, belasan kali bedah plastik yang membikin dia semakin putih, kelamnya masa kanak-kanaknya, dan segala rumor hitam Michael sepanjang hidupnya, muncul rasa penghargaan saya atas semangat, kerja keras, kepedulian sosial dan lingkungan, sampai totalitasnya dalam menyuguhkan hiburan ala mega bintang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari penghargaan itu--meski tak sampai menggilai--ada penilain-penilaian saya mengenai Michael yang harus direvisi. Salah satunya adalah saya berpikir kembali mengenai pilihan Michael mengubah warna kulitnya. Awalnya saya berpikir adalah bentuk dari totalitas &lt;span style="font-style: italic;"&gt;entertainment&lt;/span&gt; yang disuguhkannya. Kini saya berpikir kembali. Mungkin itulah bentuk 'pemberontakan' Michael atas tekanan rasial yang dialaminya. Michael mengubah warna kulitnya adalah pula 'paksaan' masyarakat. Andai ia tak berkulit putih, apatah ia akan sesukses dan sebegitu dikaguminya seperti sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak cuma cinta-cintaan, pentas dansa-dansi, dan lengkingan teriakan, bagi saya, Michael adalah manusia biasa atau bahkan anak-anak. Didasari kelamnya masa kanak-kanaknya, Michael ingin meraih kembali masa kanak-kanaknya yang seharusnya indah. Lihat bagaimana ia mengaktualisasikan mimpinya itu pada istana dan wahana Neverland Ranch dan donasi pada anak-anak di seluruh dunia. Tak cuma itu, pada kerusakan lingkungan, perang, dan segala bentuk penghancuran, dia tumpahkan kemarahannya; coba saja tengok "Earth Song" (1995), "They Don't Really Care About Us" (1996), atau "Heal The World" (1992)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya tak perlu juga membeberkan semua penghargaan saya pada Michael. Tentunya sudah terdengar basi dan semua orang sudah menyadarinya jauh sebelum saya sekarang ini. Tapi apatah boleh dikata, ini unek-unek yang membuat gatal kepala dan jari-jari di tuts keyboard. Tapi, baiklah saya akhiri, karena akan terkesan hambar dan diibaratkan menggarami laut.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script type="text/javascript"&gt;&lt;!--
google_ad_client = "pub-7370497373229527";
//120x240, created 1/25/08
google_ad_slot = "7402765404";
google_ad_width = 120;
google_ad_height = 240;
//--&gt;&lt;/script&gt;
&lt;script type="text/javascript"
src="http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/show_ads.js"&gt;
&lt;/script&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/26746165-6153305789483211223?l=dapurkata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dapurkata.blogspot.com/feeds/6153305789483211223/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=26746165&amp;postID=6153305789483211223&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26746165/posts/default/6153305789483211223'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26746165/posts/default/6153305789483211223'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dapurkata.blogspot.com/2009/07/meng-update-1.html' title='Meng-update #1'/><author><name>hapissulaiman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16790793606815881020</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_F8V7weUK5UU/SR1KDCxBcdI/AAAAAAAAAU4/ZI0eGmxmYO4/S220/100_4751-edit.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-26746165.post-1911211103936246962</id><published>2008-11-14T17:26:00.000+07:00</published><updated>2008-11-14T18:39:57.663+07:00</updated><title type='text'>ISLAM DAN TEKNOLOGI GRAFIK</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;font-size:180%;" &gt;Me&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:180%;" &gt;mbuat Ti&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:180%;" &gt;ruan &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:180%;" &gt;Mahluk&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:180%;" &gt; Hid&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:180%;" &gt;up&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:180%;" &gt; dalam&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:180%;" &gt; Animasi Ko&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:180%;" &gt;mput&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:180%;" &gt;er dan &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:180%;" &gt;Robot*&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_F8V7weUK5UU/SR1fe6DJB9I/AAAAAAAAAX4/iJlgkdbv1LY/s1600-h/animationa.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 400px; height: 299px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_F8V7weUK5UU/SR1fe6DJB9I/AAAAAAAAAX4/iJlgkdbv1LY/s400/animationa.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5268472123676493778" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiw, sebenarnya sudah lama terpikirkan hal ini, cuma baru sekarang-sekarang ini memberanikan untuk menuangkannya dalam bentuk tulisan. Kali ini mengenai kemajuan teknologi komputer dalam tema animasi dan robot yang disinggungkan dengan larangan dalam agama saya (Islam) mengenai pembuatan gambar atau pun lukisan mahluk hidup, terlebih lagi objek-objek tersebut tampak sangat hidup. Tujuan penulisan ini sungguh-sungguh bukan bermaksud untuk mematikan kreativitas dan memadamkan semangat inovasi siapapun yang kini sedang sibuk-sibuknya dengan bidang animasi, desain visual terkomputer, dan lain-lain. Tidak mau mau juga saya dicap mencampur-adukkan perkembangan teknologi dengan kepercayaan saya. Terus terang saya malah tengah bangganya dengan perkembangan film animasi di tanah air. Apalagi, pemerindah baru-baru ini telah meluncurkan serial animasi pertama karya animator tanah air, &lt;i&gt;Si Kabayan&lt;/i&gt; dan &lt;i&gt;Lip Lap (Film kerja sama Depdag dengan Castle Production)&lt;/i&gt;. Sebaliknya, saya kepingin ulasan ini menjadi pencerahan dan motivasi bagi para pekerja animasi Indonesia.  Jujur saja, mungkin ada penggiat animasi Indonesia yang kreativitasnnya terhalangi akibat simpang siurnya tafsir 'aturan' dalam agama mereka (khususnya Islam) soal haram-halalnya menirukan &lt;i&gt;image&lt;/i&gt; makluk hidup dalam bentuk animasi dan robot. Kalau diingat-ingat, ajaran Islam melarang pembuatan gambar atau lukisan mahluk hidup, terlebih lagi objek-objek tersebut tampak sangat hidup. Karena kalau tidak salah termasuk dalam usaha meniru perbuatan Sang Pencipta. Kita tentu masih ingat dengan sejarah perkembangan Islam di Indonesia (terutama di tanah Jawa). Pengaruh Islam dalam bidang seni, misalnya, Islam melarang penampilkan gambar makhluk hidup utuh dalam semua karya seni. Kalaupun ada, harus disamarkan. Akhirnya, lahirlah teknik stilasi (penyamaran) dalam ranah seni kita. Tidak hanya itu, sampai sekarangpun, masih banyak masyarakat (pemeluk Islam) yang percaya bahwa rumah yang dihiasi lukisan manusia dan patung berwujud makhluk hidup adalah rumah yang tidak diberkati Sang Khalik. Makanya banyak dari mereka yang memilih tidak memajang karya-karya tersebut dalam rumah mereka daripada seret rejeki dan tidak disinggahi malaikat. Lantas bagaimana dengan sekarang? Bagaimana hukumnya dengan membuat objek dalam bentuk animasi. Tak bisa dipungkiri, dengan kemajuan teknologi saat ini, membuat objek di komputer menjadi lebih canggih dibandingkan membuat lukisan. Dan lagi, dalam bentuk animasi objek-objek mahluk tersebut tampak sangat nyata dan bisa bergerak—benar-benar hidup. Bagaimana pula dengan perkembangan teknologi di Jepang dan negara-negara lain yang sedang berusaha membuat robot dengan sifat, kemampuan, dan tingkah laku menyerupai mahluk hidup, sebut saja salah satunya, ASIMO (Advanced Step in Innovative Mobility), robot &lt;i&gt;humanoid&lt;/i&gt; yang dikembangkan Honda sejak 1986. Sebenarnya, kalau kita membaca sekian banyak pendapat ulama tentang masalah gambar, banyak  pendapat mereka yang masih saling bertolak belakang. Ada sebagian pendapat ulama yang mengimplementasikan dalil-dalil haramnya gambar dan patung dengan apa adanya. Segala tiruan dari makhluk hidup langsung dicap haram. Tidak mempedulikan kepentingan atau manfaatnya. Ulama-ulama yang cenderung konservatif ini juga mengharamkan juga fotografi. Jangan salah, bila untuk KTP mereka pun tidak ada pas fotonya. Hmm, agak lucu jadinya. Bagaimana dengan gambar tokoh dalam mata uang? Apa mereka akan memaksa untuk dihilangkan? Di sisi lainnya, ada pendapat yang membedakan antara gambar dua dimensi dengan gambar tiga dimensi. Sederhanyanya, dengan membedakan gambar yang punya bayangan dan tidak punya bayangan. Segala bentuk patung yang berupa benda tiga dimensi mereka haramkan, sedangkan gambar atau lukisan pada kertas atau kanvas, tidak diharamkan. Tidak berhenti di situ, ada juga kelompok ulama yang berpendapat bahwa gambar makhluk hidup dua dimensi pun diharamkan, kecuali bila sebagian tubuhnya dihilangkan atau disamarkan. Jadi, tidak menggambarkan makhluk hidup secara utuh. Akibatnya, dalam banyak gambar, kami sering menemukan gambar orang, misalnya, yang sedang beraktivitas, tetapi wajahnya dihilangkan. Alasannya, dengan menghilangkan wajah dalam gambar tersebut, maka tidak lagi bisa dikatakan sebagai usaha untuk meniru ciptaan Tuhan. Sampai di sini seharusnya kita bisa bertanya. Sebenarnya apa maksud larangan meniru ciptaan Tuhan? Apakah secara mutlak manusia ini tidak boleh meniru ciptaan Tuhan? Sudah barang pasti, sebagai manusia yang diberkati Tuhan dengan akal dan kemampuan berpikir, kita perlu sedikit kritis dalam memahami konteks pelarangan ini. Dalam kitab suci agama banyak sekali anjuran dan imbauan kepada manusia untuk merenungkan keagungan, kekuasaan, dan ciptaan Tuhan. Tujuannya selain untuk mensyukuri dan merasakan kekuasaan-Nya, juga untuk mengambil pelajaran yang akan memperkuat kepercayaan dan sikap takwa kita figur pencipta kita dan kehidupan ini. Percaya atau tidak, begitu banyak kemajuan teknologi yang telah manusia ciptakan atau temukan hingga hari ini yang berawal dari 'meniru' ciptaan Tuhan. Pesawat terbang tidak ditemukan kecuali manusia meniru prinsip burung-burung yang bisa terbang. Kapal selam tidak tercipta kecuali manusia melihat, mempelajari, dan meniru prinsip-prinsip yang terdapat pada makhluk bawah air. Contoh lainnya, bendungan besar dibuat berdasarkan tiruan dari 'arsitek' ciptaan Tuhan, berang-berang air. Bahkan, di dunia kedokteran kita telah menemukan alat-alat buatan yang bisa diimplan ke dalam tubuh, sebagai pengganti fungsi organ yang sudah rusak. Meski demikian, kita harus bijak menilai dan menempatkan karya-karya tersebut bukan sebagai  maksud untuk menandingi kemampuan Tuhan. Apalagi, bukankah Tuhan sendiri memerintahkan manusia untuk menjadi khalifah di dunia ini yang dengan kemampuannya akan membangun dan memakmurkan dunia ini? Di samping itu, seingat saya, dalam firmannya, Tuhan juga memberi kesempatan kepada manusianya untuk mencipta dengan cara belajar dari melihat, memperhatikan, dan meniru yang telah Tuhan ciptakan. Larangan meniru ciptaan Tuhan itu sebaiknya tidak dipahami sebagai larangan; bahwa manusia tidak boleh melakukan penelitian, inovasi, penemuan, dan penciptaan ilmiyah lainnya. Robot-robot yang diciptakan itu, atau bahkan manusia &lt;i&gt;bionic, android, cyborg,&lt;/i&gt; dan sejenisnya, tentu diciptakan bukan dengan maksud untuk menentang dan menandingi kekuasaan Tuhan. Sederhananya, robot-robot itu diciptakan justru untuk memudahkan hidup manusia, membantu pekerjaan manusia. Contoh sederhana yang bisa kita ambil, pekerjaan-pekerjaan yang membahayakan untuk manusia dapat dilakukan oleh robot. Hal ini tentu akan sangat bermanfaat ketimbang mempertaruhkan nyawa manusia. Demikian juga robot-robot yang dikembangkan dalam bidang industri dan kedokteran. Khusus untuk kedokteran (pengobatan), robot-robot tersebut bisa digunakan untuk melakukan penyelamatan dengan tingkat kesulitan tinggi yang sangat beresiko bagi nyawa manusia bila dilakukan oleh manusia. Di sisi lain, bahwa ada sebagian ilmuwan yang merasa dirinya mampu menciptakan sesuatu yang lebih sempurna dari Tuhan, lalu merasa tidak perlu lagi menyembah Tuhan, adalah hal yang sudah sangat biasa terjadi. Tapi, kita harus bijak menyikapi fenomena tersebut, yang salah bukan pada karya ilmuan tersebut, melainkan pada jiwa sang ilmuan. Jadi, menjawab pertanyaan tentang hukum robot-robot itu, bisa dijelaskan bahwa. Robot itu secara umum tidak diciptakan untuk meniru kekuasaan Tuhan lalu untuk menentang-Nya. Sebaliknya, patung-patung berhala yang biasanya disembah itu, memang diciptakan untuk meniru ciptaan Tuhan dan disembah-sembah. Maka, jadilah patung itu diharamkan di dalam Islam, meski bukan untuk disembah berhala. Adapun gambar makhluk bernyawa, para ulama masih berselisih paham, diharamkan secara mutlak ataukah dengan syarat. Mengenai fotografi, umumnya mereka mengatakan tidak sama dengan lukisan sebab fotografi adalah bayangan yang ditangkap dan disimpan, bukan usaha untuk membuat tiruan layaknya lukisan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* didukung dari berbagai sumber: &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Wikipedia.com, Okezone.com, Yahoo.com&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script type="text/javascript"&gt;&lt;!--
google_ad_client = "pub-7370497373229527";
//120x240, created 1/25/08
google_ad_slot = "7402765404";
google_ad_width = 120;
google_ad_height = 240;
//--&gt;&lt;/script&gt;
&lt;script type="text/javascript"
src="http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/show_ads.js"&gt;
&lt;/script&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/26746165-1911211103936246962?l=dapurkata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dapurkata.blogspot.com/feeds/1911211103936246962/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=26746165&amp;postID=1911211103936246962&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26746165/posts/default/1911211103936246962'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26746165/posts/default/1911211103936246962'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dapurkata.blogspot.com/2008/11/islam-dan-teknologi-grafik.html' title='ISLAM DAN TEKNOLOGI GRAFIK'/><author><name>hapissulaiman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16790793606815881020</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_F8V7weUK5UU/SR1KDCxBcdI/AAAAAAAAAU4/ZI0eGmxmYO4/S220/100_4751-edit.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_F8V7weUK5UU/SR1fe6DJB9I/AAAAAAAAAX4/iJlgkdbv1LY/s72-c/animationa.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-26746165.post-433723232663356787</id><published>2008-11-14T16:53:00.000+07:00</published><updated>2008-11-14T17:24:07.974+07:00</updated><title type='text'>TATANG S.</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_F8V7weUK5UU/SR1OeM6a4zI/AAAAAAAAAVQ/NwwCaOWfc18/s1600-h/images.jpeg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 97px; height: 133px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_F8V7weUK5UU/SR1OeM6a4zI/AAAAAAAAAVQ/NwwCaOWfc18/s400/images.jpeg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5268453419862647602" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;meta equiv="CONTENT-TYPE" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;title&gt;&lt;/title&gt;&lt;meta name="GENERATOR" content="OpenOffice.org 2.4  (Linux)"&gt; 	 	 	&lt;style type="text/css"&gt; 	&lt;!-- 		@page { size: 8.5in 11in; margin: 0.79in } 		P { margin-bottom: 0.08in } 	--&gt;&lt;/style&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;Mengingat&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt; Lagi &lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_F8V7weUK5UU/SR1OenlhytI/AAAAAAAAAVw/2D6k87FHfiE/s1600-h/ktk307.jpg"&gt; &lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_F8V7weUK5UU/SR1OeX9T4CI/AAAAAAAAAVo/OmR7EZSGfaU/s1600-h/ktk302.jpg"&gt; &lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_F8V7weUK5UU/SR1OefN6Z_I/AAAAAAAAAVg/CUi-ENuGz-k/s1600-h/ktk298.jpg"&gt; &lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_F8V7weUK5UU/SR1OeWcJicI/AAAAAAAAAVY/HgzP8afpgCI/s1600-h/ktk288.jpg"&gt;  &lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Tatang &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;S. dan Komik Petruk-Gareng*&lt;/span&gt;&lt;img src="file:///home/mediasatu/Desktop/ktk307.jpg" alt="" /&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_F8V7weUK5UU/SR1OefN6Z_I/AAAAAAAAAVg/CUi-ENuGz-k/s1600-h/ktk298.jpg"&gt; &lt;/a&gt;Tiw, waktu kamu masih di sekolah dasar, pasti kamu pernah dengar atau baca komik Petruk-Gareng . &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_F8V7weUK5UU/SR1OeX9T4CI/AAAAAAAAAVo/OmR7EZSGfaU/s1600-h/ktk302.jpg"&gt; &lt;/a&gt;Itu&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_F8V7weUK5UU/SR1OenlhytI/AAAAAAAAAVw/2D6k87FHfiE/s1600-h/ktk307.jpg"&gt; &lt;/a&gt;, lho, si Petruknya yang hidungnya panjang dan biasa pake baju garis-garis hitam-putih, sedangkan Gareng yang hidungnya bulat. Ingat?&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_F8V7weUK5UU/SR1OefN6Z_I/AAAAAAAAAVg/CUi-ENuGz-k/s1600-h/ktk298.jpg"&gt; &lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_F8V7weUK5UU/SR1RAmPOG_I/AAAAAAAAAWY/H881_o1x3Us/s1600-h/KOMIS.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 105px; height: 145px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_F8V7weUK5UU/SR1RAmPOG_I/AAAAAAAAAWY/H881_o1x3Us/s400/KOMIS.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5268456209799584754" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_F8V7weUK5UU/SR1RAjOfWQI/AAAAAAAAAWQ/FDOx1k05OII/s1600-h/KOMIL.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 105px; height: 145px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_F8V7weUK5UU/SR1RAjOfWQI/AAAAAAAAAWQ/FDOx1k05OII/s400/KOMIL.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5268456208991213826" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_F8V7weUK5UU/SR1RAecpRRI/AAAAAAAAAWI/b_m3kOPyfrE/s1600-h/KOMIG.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 105px; height: 145px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_F8V7weUK5UU/SR1RAecpRRI/AAAAAAAAAWI/b_m3kOPyfrE/s400/KOMIG.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5268456207708407058" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_F8V7weUK5UU/SR1RAe3JMJI/AAAAAAAAAWA/3R-75SNOu3Q/s1600-h/KOMID.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 105px; height: 145px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_F8V7weUK5UU/SR1RAe3JMJI/AAAAAAAAAWA/3R-75SNOu3Q/s400/KOMID.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5268456207819550866" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemasannya komiknya sederhana banget, kok. Cuma beberapa halaman dari kertas bungkus 'roti', dan ceritanya kocak. Yang paling banyak biasanya soal hantu, dari pocong, wewe gombel, sampai genderuwo. Bukan soal kemasannya yang mau diomongin di sini, tapi soal pengarangnya. Kamu ingat siapa nama pengarangnya? &lt;i&gt;Yup&lt;/i&gt;, betul. Tatang S.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;Tatang S. atau bernama lengkap Tatang Suhenra sudah kadung populer dengan komik Gareng-Petruknya. Komik Petruk-Gareng bikinan Tatang S. ini benar-benar jadi &lt;i&gt;hits&lt;/i&gt; di era 80-an. Tokoh Petruk dan Gareng sebenarnya bukan tokoh baru di dunia komik Indonesia. Jauh sebelum Tatang, sudah banyak juga yang membuat komik dari tokoh punakawan dalam cerita pewayangan ini, misalnya saja HAB, Hidayat Sujana, Rachman, Rowing, Rini A.S, dan tentu saja Indri S. Meski demikian, Petruk-Gareng garapan Tatang jadi yang paling eksis. Kenapa? Salah satu alasannya karena komik Petruk-Gareng-nya ini sanggup bertahan melintasi berbagai generasi. Keunikan karakter dan kesederhanaan cerita yang dibawakan juga menjadi nilai plus Tatang dengan Petruk dan Gareng.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;Saya ingat waktu masih di sekolah dasar. Saya sempat mengoleksi beberapa judul. Komik itu jadi semacam bacaan wajib baca diperjalanan menuju rumah sepulang sekolah. Ceritanya sederhana dan pasti lucu. Nggak sulit untuk memahaminya. Yang paling saya ingat adalah tokoh wewe gombel atau genderuwonya yang kelewat menyeramkan untuk anak seukuran saya saat itu. Untuk ukuran anak sekolah dasar yang baru bisa baca, cerita-cerita yang dibawakan Petruk-Gareng terbilang mudah dimengerti.   &lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;Bicara soal Tatang, tak banyak informasi yang bisa dihimpun. Dari sekian ribu situs yang ada di internet, tak banyak ulasan tentang seniman besar ini. Paling-paling kabar tentang kematiannya beberapa tahun lalu, dan sekelumit coretan di &lt;i&gt;blog&lt;/i&gt; tetang pengalaman membaca komik Petruk-Gareng. Jadilah, Tatang sosok yang penuh misteri dan rumor. Di balik kegemilangan karya dan idenya, Tatang S. kerap dihinggapi kisah-kisah miring mengenai perilakunya.  &lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;Kabarnya, pada era 70-an, berkat karya-karyanya yang populer, Tatang S pernah menjadi komikus yang honornya paling tinggi di Bandung. Ia hadir di semua periode komik Indonesia, mulai dari era komik silat era 60—70-an, Punakawan (Petruk-Gareng) pada era 80-an, hingga era komik agama (surga-neraka) pada era 90-an. Sayangnya, karena ambisinya terlalu besar, ia sering berselisih dengan rekan-rekannya. Puncaknya, berawal dari pindahnya Ganes TH (komikus yang membuat &lt;i&gt;Si Buta dari Gua Hantu&lt;/i&gt;) ke penerbit lain. Penerbit yang ditinggalkan sakit hati. Si penerbit tersebut kemudian merekrut Tatang S untuk membuat tandingan &lt;i&gt;Si Buta dari Gua Hantu&lt;/i&gt;. Tatang S menerimanya, ia lalu membuat &lt;i&gt;Si Gagu dari Goa Hantu&lt;/i&gt;. Perkomikan nasional langsung heboh dengan terbitnya komik ini. Hasilnya, &lt;i&gt;Si Gagu&lt;/i&gt; dibredel, hanya sempat terbit tiga edisi. Belum selesai sampai di situ, sejak itu karier Tatang sebagai komikus silat hancur karena menjadi korban permainan penerbit. Hal tersebutlah yang membuat Tatang pindah ke Jakarta, dan kembali berkomik.  &lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;Selanjutnya, era 80-an, derasnya komik dan bacaan asing yang masuk ke Indonesia, membuat banyak penerbit memilih menerbitkan komik terjemahan. Kondisi ini membuat banyak komikus banting setir. Tatang tetap berkomik bersama penerbit kecil di bilangan Pasar Senen bernama Gultom Agency. Meski 'bermain' di bacaan kelas menengah ke bawah, oplah cetaknya bisa mencapai 10.000 eksemplar. Di sanalah Tatang mulai membuat komik Gareng-Petruk dan kembali eksis dalam kancah komik.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;Layaknya seleb saat ini, hingga akhir hidupnya, Tatang tak lepas dari rumor. Kabarnya, Tatang meninggal karena kencing manis. Ada cerita yang menyebutkan bahwa penyakit tersebut muncul dari kebiasaan Tatang bekerja di malam hari dan terlalu banyak minum &lt;i&gt;cola.&lt;/i&gt; Selesai sampai di situ? Tidak. Masih ada rumor yang tak kalah heboh tentang Tatang. Kabarnya, nama Tatang S itu bukan nama asli. Itu nama hoki. Bahkan, kabarnya Tatang S pernah mengganti nama &lt;i&gt;cover&lt;/i&gt; menjadi Monik, Ronny, atau Rena. Tujuannya? Agar pembaca tidak bosan. Meski demikian, nyatanya, nama Tatang S. yang paling laku. Tapi, sudahlah. Yang jelas, nama Tatang S. adalah legenda sekaligus pengalaman menyenangkan saat masa kecil menghabiskan waktu di kamar, ketawa-ketiwi membaca komik Gareng-Petruk.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;Tatang S. memang sudah meninggal, tepatnya 27 April 2003 lalu. Meski demikian, hasil kerjanya yang tak kenal menyerah itu menjadi kenang-kenangan berharga buat saya sampai hari ini. &lt;i&gt;Salute&lt;/i&gt; dengan semangatnya yang gila! Bayangkan saja, di saat komik dari luar negeri deras membanjir, ia tidak ambil pusing dan tetap membuat komik sampai akhir hayatnya. Ia telah mendedikasikan hidupnya untuk komik. Kabarnya, selain sangat produktif, ia juga peneliti lingkungan kontemporer yang peka.  &lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span style=""&gt;Lebih jauh mengagumi &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=""&gt;master piece&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=""&gt; Tatang ini, ada banyak hal yang bisa kita bicarakan. Coba ingat-ingat lagi, deh. Dari begitu banyak masukan dan informasi tentang Tatang S. dan komik Petruk-Gareng, Inilah yang berhasil saya himpun:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;b&gt;Ciri Khas Tokoh Gareng-Petruk&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;Dengan tema cerita yang beragam dan sederhana, mulai dari soal pekerjaan, pacar, korupsi, uang, sampai horor, komik Petruk-Gareng karya Tatang memang unik. Petruk dan Gareng sendiri  menggambarkan ciri orang pinggiran kota, punya impian, harapan, sekaligus kesialan rakyat kecil yang tergilas oleh pembangunan yang kejam. Petruk-Gareng sering diceritakan sebagai pengangguran, kerja serabutan, suka utang, dan rajin memancing ikan untuk mengisi waktu luang. Meski selalu 'tong-pes', mereka adalah anak muda yang menantikan malam minggu untuk 'ngapel' pacar-pacar mereka; &lt;i&gt;fashionable&lt;/i&gt;, perayu ulung, dan cinta tanah air karena rajin meronda setiap malamnya walau sering diganggu makhluk halus—bagian ini kemudian kerap menjadi ide utama cerita tersendiri komik Petruk-Gareng.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;b&gt;Dari Pocong Sampai Tuyul&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;Tatang S. punya jurus hebat untuk meraih hati pembaca komik garapannya. Salah satunya adalah dengan mengambil cerita-cerita yang dekat dengan kehidupan pembacanya. Itu dibuktikan dengan hadirnya tema-tema horor yang menampilkan makhluk halus dalam lakon Petruk dan Gareng.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;Tinggal di Kampung Tumaritis, Petruk dan Gareng adalah sosok yang riang, ramah, '&lt;i&gt;sotoy&lt;/i&gt;', pemberani sekaligus penakut, dan percaya hal-hal mistik. Lihat bagaimana kocaknya ketika keduanya bertemu wewe gombel, pocong, atau genderuwo sepulang mengantarkan cewek yang baru dikenalnya. Atau, cewek yang digodanya ternyata berubah menjadi makhluk menyeramkan dan bikin '&lt;i&gt;sport&lt;/i&gt; jantung'.  &lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;Uniknya, penggambaran makluk halus ala Tatang ini sungguh sederhana, sesuai dengan pendapat umum. Ambil contoh wewe gombel, di komik-komik Petruk-Gareng kerap digambarkan sebagai makluk besar, lidah menjulur, mata melotot, bertaring, dan payudara besar menggelantung ditutupi rambut yang menjuntai hingga kaki. Begitu sederhana, tapi cukup bikin deg-deg-an pada saat saya membacanya saat kecil. Lain dari itu, para makhluk halus tersebut kerap digambarkan hadir pada malam hari, utamanya Jumat Kliwon.   &lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;Meski mengangkat tema cerita horor dengan ilustrasi makhluk yang menyeramkan, komik-komik Petruk-Gareng ini laris manis di pasar. Bacaan ringan yang menghibur, utamanya dengan kekocakan laku Petruk dan Gareng sebagai tokoh utama dan Semar sebagai sang bijak. Di situlah kekuatan komik Petruk-Gareng edisi horor garapan Tatang; Tatang mampu menggubah nuansa horor menjadi lucu, tapi tetap berkesan.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;b&gt;Teknik Gambar, Cerita dan Kesederhanaan Tatang&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;Teknik gambar dengan goresan dan siluet hitam-putih nan sederhana, ditingkah cerita dan banyolan norak khas jamannya, justru menjadi ketagihan tersendiri setiap menikmati komik Petruk-Gareng. Selain itu, layaknya seniman yang bertanggung jawab dengan karyanya, Tatang selalu muncul dengan petuah bijak yang diutarakan lewat tokoh-tokohnya. Petuah Tatang sangat positif untuk siapapun, dari anak-anak hingga orang dewasa. Karena dikemas dalam cerita sederhana dan keseharian (cerita yang dekat dengan pembaca), petuah itu tidak terkesan menggurui.  &lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;Ciri khas lainnya, Tatang rajin mengirim salam untuk seseorang melalui komik-komiknya. Hmm, untuk kebiasaan yang satu ini, nyatanya cukup populer di era kejayaan komik kita (kirim-kirim salam). Selain salam-salam itu, Tatang juga punya ungkapan khas yang menjadi trade mark-nya dan selalu muncul di komik Petruk-Gareng-nya, yaitu "Salam manis tak akan habis, salam sayang tak akan hilang buat semua pencinta karya saya". Sungguh seniman besar yang &lt;i&gt;humble&lt;/i&gt;!  &lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;b&gt;Superhero di Mata Tatang&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span style="font-style: normal;"&gt;Di samping cerita keseharian dan horor, tema&lt;/span&gt;&lt;i&gt; superhero&lt;/i&gt; juga kerap menjadi ide cerita Tatang yang dituangkan dalam komik Petruk-Gareng. &lt;i&gt;Superhero&lt;/i&gt; adalah orang yang memiliki kemampuan super dan berjiwa heroik. Hal ini cocok untuk Gareng dan Petruk yang lugu dan polos. Uniknya, dengan sentuhan Tatang, &lt;i&gt;superhero-superhero&lt;/i&gt; itu menjadi konyol meski juga kerap menolong orang-orang yang kesusahan. Contohnya bisa Anda lihat saat Petruk menjadi Batman Tumaritis.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;Tidak hanya menjelma Batman, Petruk dan Gareng bisa mewujud apa saja, mulai dari Goshogun, Street Hawk, Megaloman, Ksatria Baja Hitam, dan lain-lain. Namun, tentu saja sudah dilokalkan oleh si empunya komik. Kasusnya pada Street Hawk. Versi aslinya bercerita tentang polisi bernama Jessie Mach yang menjalani tes rahasia proyek pemerintah bernama Street Hawk. Norman Tuttle adalah rekannya yang mendisain sepeda motor di proyek ini. Jessie yang menjalankan motor melintasi jalanan Los Angeles, sementara Norman di komputer memberi komando. Berdua mereka memerangi kejahatan di Los Angeles. Sementara dalam versi Tatang, Gareng yang mengendarai motor, sementara Semar memberi komando dari komputer. Berdua mereka memerangi kejahatan di Pamanukan, Subang. Selain memerangi kejahatan, Street Hawk juga mengantar pak guru Petruk agar tidak terlambat ke sekolah.  &lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;b&gt;Figur Orang-orang di Hukum Tuhan&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;Tidak hanya komik Petruk-Gareng yang menjadi perhatian saat mengulas nama Tatang S., komik surga-neraka garapan seniman inipun menarik untuk dibicarakan. Tatang adalah satu dari sekian banyak komikus yang mengangkat tema religi, utamanya surga-neraka. Komik-komik bertema surealis ini marak di era 90-an awal. Digambarkan, surga berisi orang-orang yang penuh kedamaian, sementara neraka dipenuhi orang-orang tersiksa dengan berbagai hukuman yang mengerikan.  &lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;Dengan imajinasi tentang neraka dan surga, Tatang melalui komik-komiknya kerap menghadirkan cerita stereotipe mengenai orang-orang yang dihukum oleh Tuhan akibat perbuatannya semasa hidup di dunia, misalnya: ingkar terhadap Tuhan, durhaka, korupsi, munafik, dan tabiat buruk lainnya. Penggambaran ini dapat disimpulkan sebagi wujud keprihatinannya terhadap situasi negeri ini.  &lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;*dari banyak sumber&lt;/p&gt; &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script type="text/javascript"&gt;&lt;!--
google_ad_client = "pub-7370497373229527";
//120x240, created 1/25/08
google_ad_slot = "7402765404";
google_ad_width = 120;
google_ad_height = 240;
//--&gt;&lt;/script&gt;
&lt;script type="text/javascript"
src="http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/show_ads.js"&gt;
&lt;/script&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/26746165-433723232663356787?l=dapurkata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dapurkata.blogspot.com/feeds/433723232663356787/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=26746165&amp;postID=433723232663356787&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26746165/posts/default/433723232663356787'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26746165/posts/default/433723232663356787'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dapurkata.blogspot.com/2008/11/tatang-s.html' title='TATANG S.'/><author><name>hapissulaiman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16790793606815881020</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_F8V7weUK5UU/SR1KDCxBcdI/AAAAAAAAAU4/ZI0eGmxmYO4/S220/100_4751-edit.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_F8V7weUK5UU/SR1OeM6a4zI/AAAAAAAAAVQ/NwwCaOWfc18/s72-c/images.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-26746165.post-8525357572147205051</id><published>2008-11-11T12:53:00.000+07:00</published><updated>2008-11-11T12:56:22.504+07:00</updated><title type='text'>Soal Kaya-Tidak Kaya Indonesia</title><content type='html'>&lt;p style="margin-bottom: 0in; font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Masih Belum Percaya Kalau Indonesia Kaya Raya?!&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_F8V7weUK5UU/SRkeMO_QBHI/AAAAAAAAAUc/BGzSeSC9NjU/s1600-h/map+of+indonesia.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 400px; height: 221px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_F8V7weUK5UU/SRkeMO_QBHI/AAAAAAAAAUc/BGzSeSC9NjU/s400/map+of+indonesia.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5267274434717156466" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;Tiw, seorang pengusaha asal Singapura, dengan logat bicara gaya melayu, English (atau Singlish?) menceritakan apresiasinya terhadap bangsa kita.  &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;i&gt;"Your country is so rich!"&lt;/i&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;Haha (tertawa miris). Puja-puji ini sudah sangat biasa kita dengar. Sejak kita masih di sekolah dasar, sampe saat kini saat kita menyaksikan wawancara dengan turis mancanegara yang berlibur ke Indonesia dan dimintai kesannya. Saking sudah biasanya, kita hanya bisa tersenyum simpul, bukan karena setuju, tapi hanya demi menyenangkan hati si turis yang memuji.  &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;Eh, tapi tunggu dulu. Kali ini, si pengusaha asal Singapura itu memaparkan alasannya, dimulai dengan satu pernyataan superpede: "&lt;i&gt;Indonesia doesn't need the world, but the world need Indonesia!&lt;/i&gt;" Kenapa?  &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;"&lt;i&gt;Everything can be found here in Indonesia, you dont need the world!&lt;/i&gt;" dia mengulangi.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;"Mudah saja, Indonesia adalah paru-paru dunia. Tebang saja hutan di Kalimantan, dunia pasti kiamat. &lt;i&gt;So&lt;/i&gt;, dunia yang butuh Indonesia!" jawabnya lugas. "&lt;i&gt;Singapore is nothing, we can't be rich without Indonesia&lt;/i&gt;,” dia kembali menegaskan. “Kira-kira 500.000 orang Indonesia berlibur ke Singapura setiap&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;bulan. Nah, bisa dibayangkan berapa banyak uang yang masuk ke kami? Apartemen-apartemen dan &lt;i&gt;condo&lt;/i&gt; terbaru kami yang beli pun orang-orang Indonesia, tak peduli harganya yang selangit, laku keras. Lihatlah saja rumah sakit-rumah sakit kami, orang Indonesia semua yang berobat." Tambahnya.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;"Kalian tahu bagaimana kalapnya pemerintah kami ketika asap kebakaran hutan di Indonesia masuk ke wilayah kami? Ya benar-benar panik. Sangat terasa, &lt;i&gt;we are nothing&lt;/i&gt;." Ia bercerita dengan nada sedih sekaligus bangga dengan Indonesia. "Kalian tak tahu, kan, kalau pada Agustus kemarin dunia krisis beras, termasuk di Singapura dan Malaysia? Kalian di Indonesia dengan mudah dapat beras," ujarnya bertanya sekaligus menjawab pertanyaannya sendiri.  &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;Tidak berhenti di situ, fakta-fakta lain bergulir dari bicaranya. "Lihatlah negara kalian, air bersih di mana-mana. Lihatlah negara kami, air bersih pun harus kami beli dari malaysia. Saya pernah ke kalimantan, bahkan pasir pun mengandung permata yang terlihat meng-&lt;i&gt;glitter&lt;/i&gt; kalau dipajan matahari bersinar. Petani di sana menjual Rp3000/kg ke sebuah pabrik China. Ironisnya, si pabrik menjualnya kembali seharga Rp30.000/kg. Saya melihatnya sendiri," ujarnya dengan penuh keyakinan.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;"Sadarkah kalian kalau negara-negara di dunia selalu takut untuk mengembargo Indonesia? Kenapa?Ya, karena negara kalian memiliki segalanya. Mereka takut kalau kalian menjadi mandiri, makanya tidak di embargo!” paparnya dengan berapi-api. “Harusnya, kalianlah yang mengembargo diri kalian sendiri.” ujarnya. Lho, bagaimana caranya? “Belilah segala sesuatu kebutuhan kalian dari petani-petani kalian sendiri. Belilah tekstil garmen dari pabrik-pabrik sendiri. Tak perlu kalian impor! Kalau bisa produksi sendiri!" paparnya memberikan tips.  &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;Terakhir, pengusaha asal Singapura itu bermaklumat. "Jika kalian bisa mandiri, bisa mengembargo diri sendiri, &lt;i&gt;Indonesia will rules the world&lt;/i&gt;." ungkapnya lirih.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script type="text/javascript"&gt;&lt;!--
google_ad_client = "pub-7370497373229527";
//120x240, created 1/25/08
google_ad_slot = "7402765404";
google_ad_width = 120;
google_ad_height = 240;
//--&gt;&lt;/script&gt;
&lt;script type="text/javascript"
src="http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/show_ads.js"&gt;
&lt;/script&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/26746165-8525357572147205051?l=dapurkata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dapurkata.blogspot.com/feeds/8525357572147205051/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=26746165&amp;postID=8525357572147205051&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26746165/posts/default/8525357572147205051'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26746165/posts/default/8525357572147205051'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dapurkata.blogspot.com/2008/11/soal-kaya-tidak-kaya-indonesia.html' title='Soal Kaya-Tidak Kaya Indonesia'/><author><name>hapissulaiman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16790793606815881020</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_F8V7weUK5UU/SR1KDCxBcdI/AAAAAAAAAU4/ZI0eGmxmYO4/S220/100_4751-edit.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_F8V7weUK5UU/SRkeMO_QBHI/AAAAAAAAAUc/BGzSeSC9NjU/s72-c/map+of+indonesia.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-26746165.post-3788440438330557382</id><published>2008-11-11T12:22:00.000+07:00</published><updated>2008-11-11T13:04:44.065+07:00</updated><title type='text'>Goodbye, Pengecut!</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;font-size:130%;" &gt;Ali Gufron, Imam Samudera, dan Amrozi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_F8V7weUK5UU/SRkbp1QbObI/AAAAAAAAAUU/d-bNVOSfgn8/s1600-h/Bomber+trio.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 350px; height: 162px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_F8V7weUK5UU/SRkbp1QbObI/AAAAAAAAAUU/d-bNVOSfgn8/s400/Bomber+trio.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5267271644671064498" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;Tiw, eksekusi hukuman mati untuk Amrozi, Imam Samudera, dan Ali Gufron sudah dilaksanakan. Tepatnya 09 November 2009, kira-kira pukul 01 lewat 10 dini hari, di Lapas Nusakambangan. Untuk sebagian orang, ini melegakan. Masyarakat Australia yang dendam atas perbuatan pelaku Bom Bali 1 itu akhirnya puas bahwa kematian 80an orang warga negaranya dalam kejadian itu akhirnya terbayar. Wikipedia.com mencatat bahwa korban akibat ledakan ini ada sekitar 202 orang tewas dan 209 korban cidera, kebanyakan merupakan wisatawan asing. Kematian dibalas kematian. Untuk pemerintah Indonesia, &lt;i&gt;salute&lt;/i&gt; meski agak terlambat, akhirnya hukum bisa ditegakkan.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;Awalnya, saya sejujurnya pesimistik bahwa pemerintah Indonesia akan berani menjalankan hukuman mati buat trio yang kelakuannya bikin heboh 6 tahun lalu ini. Betapa tidak, karena sudah kelewat lama menangguhkan. Pelakunya sudah kelewat 'pede' bahwa hukuman tidak akan dijalankan. Pendukungnya sudah makin banyak. &lt;span lang="sv-SE"&gt;Isu yang diangkat juga kelewat sensitif, agama paling dominan di negara ini. Belum lagi dengan ancaman bom yang lebih berani bila trio ini sampai dieksekusi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;Menarik soal trio ini. Saya bilang sih lucu, kala melakukan pemboman itu, mereka bilang berani mati demi agama. &lt;/span&gt;&lt;span lang="fi-FI"&gt;Tapi, setelah ditangkap, mereka seolah-olah enggan mati. Kenapa? Nggak ada bedanya dengan orang yang sedang menikmati kepopuleran, menjadi sosok yang diidolakan; orang-orang yang berpikiran picik tengah kagum-kagumnya sama tiga orang berpikiran picik pula.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span lang="fi-FI"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span lang="fi-FI"&gt;Tiga orang itu nggak ada ubahnya pengecut, bagi saya. Betapa tidak, kalo memang salah harusnya berani bertanggung jawab atas perbuatanya. Itu yang namanya syahid, buat saya. Jangan lantas mencari-cari alasan untuk menghindari hukuman, sampai bawa-bawa alasan ”membela Islam”. Lho, memangnya kenapa Islam? Islam dianiyaya, ya, sampe harus dibela? Bukankah justru orang Islamnya sendiri yang menganiyaya agamanya, salah satunya, ya, ini, berbuat kejahatan atas nama Islam!&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span lang="fi-FI"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span lang="fi-FI"&gt;Masih ingatkan prosesnya yang menjadi bertele-tele? Mereka minta banding berkali-kali untuk meringankan hukuman atas nama HAK ASASI MANUSIA (heran, ke mana perasaan asasinya pas dia ngebom orang2 yang nggak punya salah sama dia itu yah??). Permintaannya aneh2, nggak mau mati dengan ditembak, tapi dipancung. Heran, kenapa tidak dikabulkan saja permintaan itu, ya. &lt;/span&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;Padahal sebagai orang terpidana mati punya permintaan terakhir—selain dibebaskan—dan harus dikabulkan).&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;Soal pendukungnya,  lebih menggelikan buat saya. Salah satu ormas Islam yang terkenal  tega berbuat keonaran, merusak, dan menghakimi orang lain atas nama  agama, menolak eksekusi ini. Saya kutip dari Okezone.Com: &lt;a href="http://72.14.235.132/search?q=cache:xfp8sUy9HKwJ:news.okezone.com/index.php/ReadStory/2008/10/31/1/159269/fpi-tolak-hukuman-mati-amrozi-cs+eksekusi+hukuman+mati+amrozi&amp;amp;hl=id&amp;amp;ct=clnk&amp;amp;cd=6&amp;amp;gl=id&amp;amp;client=firefox-a"&gt;&lt;klik di="" sini=""&gt;&lt;/klik&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;a href="http://news.okezone.com/index.php/ReadStory/2008/10/31/1/159269/fpi-tolak-hukuman-mati-amrozi-cs"&gt;&lt;klik&gt;&lt;/klik&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;Hal ini dituliskan Ketua Umum FPI Rizieq Shihab dalam pesan singkat yang dikirimkan kepada okezone di Jakarta, Jumat (31/10/2008). "Ada kejanggalan dalam peristiwa bom Bali 2002. Karena ada ledakan lebih besar dari bom yang dimiliki Amrozi," tulisnya. Berdasarkan investigasi MUI untuk tragedi bom Bali 2002 yang dipimpin almarhum ZA Maulani, diketahui ada sisa ledakan yang berasal dari C4 di mana jenis ini banyak diproduksi di Amerika Serikat. "Dan bahan tersebut sangat sulit ditemukan di Indonesia, sehingga menyebabkan banyaknya korban. Rahasia inilah yang mesti dipecahkan dahulu sebelum eksekusi Amrozi cs dilakukan," tegasnya.&lt;span lang="sv-SE"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;Aneh, kedengarannya. &lt;/span&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;&lt;i&gt;Pertama&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;, pernyataan Ketua Umum FPI Rizieq Shihab sudah dengan sendirinya mengakui bahwa bom dan pemboman itu dilakukan oleh Amrozi Cs. &lt;/span&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;&lt;i&gt;Kedua&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;, Ketua Umum FPI Rizieq Shihab tahu betul kejadian itu. Hmm, apa tidak membuktikan bahwa Ketua Umum FPI Rizieq Shihab terlibat dalam pemboman ini??!&lt;span lang="sv-SE"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;Hmm, sudahlah, saya tidak mau membicarakan soal yang ini. Saya mau bicara soal keheranan saya terhadap dukungan terhadap orang-orang yang perbuatannya jelas mencelakai orang lain dan harus dihukum setimpal. Kenapa harus didukung yah, diidolakan, bahkan dibela-bela? Apa mereka tidak kasian ngeliat orang-orang yang nggak punya salah sama kelompok dan agama mereka itu mati dibom Amrozi Cs itu? Lantas apa mereka tidak berpikir bahwa kelakuan 3 pengecut itu justru menurunkan citra agama mereka? Lebih aneh lagi, karena beragama yang sama dengan pelaku, itu jadi alasan mendukung, solidaritas?? Tapi, ya itulah, kebebasan bersuara dan mendukung, walau akhirnya dicap tolol dan sesat! &lt;/span&gt;Kasihan....&lt;span lang="fi-FI"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span lang="fi-FI"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span lang="fi-FI"&gt;Ya sudah, ’jagoan kesiangan’ itu sudah mati. Kita serahkan pada tuhan, apakah ’jasa’-nya membela agama dengan membunuh sesamanya, bisa membuat mereka masuk surga seperti kepercayaan mereka. Kalau ternyata memang mereka masuk surga, nanti giliran kita gugat tuhan (entah kapan?). yang sekarang perlu diwaspadai adalah kelakuan fansnya si 3 pengecut-pengecut itu. Syukur kalau mereka mau terima dan memikirkan lagi soal ajaran dan agama mereka yang sudah kepalang dicap ’agama teroris’. &lt;/span&gt;Lha, kalau mereka malah dendam dan bikin huru-hara lagi? Tak baik kalau hanya mengandalkan pemerintaha atau petugas keamanan. Kitanya yang harus bangkit, berani bersikap, biarpun satu agama, kalo memang perbuatan itu menyakiti sesama dan mengakibatkan jeleknya tuhan dan agama, jelas harus orang itu harus dilawan, dihukum, bukannya didukung. Kita buktikan, AGAMA KITA AGAMA DAMAI. AGAMA KEBAIKAN, bukan lagi agama teror.&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script type="text/javascript"&gt;&lt;!--
google_ad_client = "pub-7370497373229527";
//120x240, created 1/25/08
google_ad_slot = "7402765404";
google_ad_width = 120;
google_ad_height = 240;
//--&gt;&lt;/script&gt;
&lt;script type="text/javascript"
src="http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/show_ads.js"&gt;
&lt;/script&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/26746165-3788440438330557382?l=dapurkata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dapurkata.blogspot.com/feeds/3788440438330557382/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=26746165&amp;postID=3788440438330557382&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26746165/posts/default/3788440438330557382'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26746165/posts/default/3788440438330557382'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dapurkata.blogspot.com/2008/11/goodbye-pengecut.html' title='Goodbye, Pengecut!'/><author><name>hapissulaiman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16790793606815881020</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_F8V7weUK5UU/SR1KDCxBcdI/AAAAAAAAAU4/ZI0eGmxmYO4/S220/100_4751-edit.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_F8V7weUK5UU/SRkbp1QbObI/AAAAAAAAAUU/d-bNVOSfgn8/s72-c/Bomber+trio.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-26746165.post-3718025450797788014</id><published>2008-05-12T18:58:00.000+07:00</published><updated>2008-05-12T19:35:45.908+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='patung'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='manusia'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='berpikir positif'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pandangan hidup'/><title type='text'>Berpikir Positif</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;strong&gt;De Pawer op Positif Maind&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Pygmalion dan Hukum Berpikir Positif&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; &lt;div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_F8V7weUK5UU/SCg1-1-PaCI/AAAAAAAAANY/S4spQC-wICs/s1600-h/pygmalion3edit.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5199465123555534882" style="CURSOR: hand" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_F8V7weUK5UU/SCg1-1-PaCI/AAAAAAAAANY/S4spQC-wICs/s400/pygmalion3edit.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_F8V7weUK5UU/SCg1-1-PaBI/AAAAAAAAANQ/HudQ-s6VY_w/s1600-h/Pygmalion2edit.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5199465123555534866" style="CURSOR: hand" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_F8V7weUK5UU/SCg1-1-PaBI/AAAAAAAAANQ/HudQ-s6VY_w/s400/Pygmalion2edit.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_F8V7weUK5UU/SCg1-1-PaBI/AAAAAAAAANQ/HudQ-s6VY_w/s1600-h/Pygmalion2edit.jpg"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_F8V7weUK5UU/SCg4X1-PaHI/AAAAAAAAAOA/wHT-Rlzv6bk/s1600-h/pygmalion4edit.jpg"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_F8V7weUK5UU/SCg1-1-PaAI/AAAAAAAAANI/KPIXvTmob5w/s1600-h/pygmalion1edit.jpg"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_F8V7weUK5UU/SCg4HV-PaEI/AAAAAAAAANo/nTjf9pYphMw/s1600-h/pygmalion1edit.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5199467468607678530" style="CURSOR: hand" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_F8V7weUK5UU/SCg4HV-PaEI/AAAAAAAAANo/nTjf9pYphMw/s400/pygmalion1edit.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_F8V7weUK5UU/SCg1_F-PaDI/AAAAAAAAANg/Q9MOL6tpQsI/s1600-h/pygmalion4edit.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5199465127850502194" style="CURSOR: hand" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_F8V7weUK5UU/SCg1_F-PaDI/AAAAAAAAANg/Q9MOL6tpQsI/s400/pygmalion4edit.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;Tiwo, ini gue dapet dari Sri Rahma Ambarningrum (&lt;em&gt;ambarha@yahoo.com&lt;/em&gt;) lewat &lt;em&gt;milist&lt;/em&gt; &lt;em&gt;langkahkaki_sma2depok&lt;/em&gt;. Soal berpikir positif. Baca, yah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pygmalion, pemuda yang bakat seni memahat. Dia piawai banget kalo urusan mahat patung. Ukiran tangan Pygmalon, katanya, bagus. Tetapi bukan soal bakat dan ke-&lt;em&gt;gape&lt;/em&gt;-annya itu yang bikin dia terkenal dan disenengin temen dan tetangganya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pygmalion dikenal sebagai orang yang punya pikiran positif. Dia ngeliat segala sesuatu dari sudut yang baik. Contohnya, kalo lapangan di tengah kota becek, orang-orang ngomel. Tapi Pygmalion malah bilang, “Untunglah, lapangan yang laen nggak sebecek ini. Misalnya lagi, pas ada pembeli patung ngotot nawar harga, temen-temennya Pygmalion pada ngerumpiin, “Kikir banget, tuh, orang.” Tapi, Pygmalion justru bilang, “Kali aja orang itu lagi butuh ngeluarin duit buat urusan laen yang lebih perlu”. Contoh lainnya lagi. Pas anak-anak nyolong apel di kebonnya, Pygmalion nggak ngomel-ngomel sambil nyela. Dia malah ngerasa kasian. “Kasian, itu anak-anak kurang dapet pendidikan sama makan yang cukup di rumahnya,” gitu dia bilang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gitu, deh, cara pandang Pygmalion. Dia nggak ngeliat suatu keadaan dari segi buruk, tapi justru dari segi baik. Dia nggak pernah mikir buruk soal orang lain; sebaliknya, dia nyoba bayangin hal-hal baik di balik perbuatan buruk orang laen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari, Pygmalion lagi ngukir satu patung cewek dari kayu yang alus banget. Patung itu ukurannya kayak orang beneran. Pas udah kelar, patung itu mirip banget sama manusia. Muka patung itu senyum manis banget. Badannya mulus dan emang menarik banget. Nah, temen-temennya Pygmalion pada bilang, “sebagus-bagusnya patung, itu cuma patung, bukan isteri loe, Lon.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biar dibilang gitu, Pygmalion tetep nge-&lt;em&gt;treat&lt;/em&gt; patung itu kayak orang beneran. Itu patung diliatin terus dan dielus-elus. Nah, dewa-dewa yang tinggal di Gunung Olympus ternyata merhatiin dan ngehargain sikap Pygmalion. Trus, mereka mutusin buat ngasih anugerah ke Pygmalion, ngubah patung itu jadi orang beneran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gitu, deh. Pygmalion akhirnya idup bahagia sama isterinya itu yang konon jadi cewek paling cantik di Yunani. Nama Pygmalion dikenang sampe sekarang buat ngegambarin faedahnya kalo punya pola berpikir yang positif. Kalau kita mikir positif soal keadaan atau orang lain, sering hasilnya beneran positif. Misalnya, pas kita ramah sama orang lain, maka orang itu juga jadi ramah sama kita. Pas kita memperlakuin anak kita kayak anak yang cerdas, akhirnya dia beneran jadi cerdas. kalo kita yakin bahwa upaya kita bakalan berhasil, gede banget kemungkinannya usaha kita itu bakal berhasil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manfaat pola pikir positif itu disebut dampak Pygmalion. Pikiran kita emang sering banget punyai dampak &lt;em&gt;fulfilling prophecy &lt;/em&gt;atau ramalan yang kesampean, positif atau negatif. Kalo kita nganggap tetangga kita judes tru kita nggak mau gaul sama dia, maka akhirnya, ya, dia beneran jadi judes. Kalo kita curiga dan nganggap anak kita nggak jujur, ya, akhirnya dia beneran jadi nggak jujur. Kalo kita udah putus asa dan ngerasa nggak sanggup di awal usaha kita, gede banget kemungkinannya kita beneran bakal gagal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pola pikir Pygmalion adalah mikir, ngeduga, dan ngarep cuma yang baik-baik aja soal keadaan atau orang lain. Bayangin, gimana seberapa gede dampaknya kalo kita punya pola pikir positif kayak gitu. Kita nggak bakal punya prasangka buruk sama orang lain. Kita nggak bakal gunjingin desas-desus yang jelek soal orang lain. Kita nggak bakalan ngeduga-duga yang jahat soal orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalo kita mikir buruk soal orang lain, emang selalu ada aja bahan buat ngeduga hal-hal yang jelek. Kalo ada temen yang ngasih hadiah ke kita, jelas itu perbuatan baik. Tapi, kalo kita mikir jelek, kita bakalan curiga. “Kali dia lagi nyoba ngebujuk kita.” Atau, kita malahan ngomel, “Ah, hadiahnya cuma barang murahan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang rugi dari pola pikir kayak gitu, ya, diri kita sendiri. Kita jadi gampang curiga. Kita jadi nggak bahagia. Gampang emosi dan lain-lain. Sebaliknya, kalo kita mikir positif, kita bakal nikmatin hadiah itu dengan senang dan bersyukur, “Dia baik, ya. Biar kata sibuk, dia inget buat ngasih hadiah buat kita.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Warna idup atau kata orang bule, ‘de kaler op laif’ emang tergantung warna kaca mata yang kita pake. Kalo kita make kaca mata abu-abu, semuanya bakal keliatan abu, burek. idup jadi kelabu dan suram. Tapi, kalo kita make kaca mata yang terang, segala sesuatu bakal keliatan cerah. Kaca mata yang punya prasangka atau benci bakal bikin idup kita penuh curiga dan dendam. Tapi, kaca mata yang damai malah akan bikin idup kita damai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidup bakal jadi baik kalo kita mandangnya dari segi yang baik. Mikir baik soal diri sendiri. Mikir baik soal orang lain. Mikir baik soal keadaan. Mikir baik soal Tuhan. Hasil dari mikir baik kayak gitu bakal kita rasain. Keluarga jadi anget. Temen jadi bisa dipercaya. Kita dipercaya temen. Tetangga jadi akrab. Kerjaan jadi bikin seneng. Dunia jadi ramah. Idup jadi indah. Kayak Pygmalion itu, deh.&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script type="text/javascript"&gt;&lt;!--
google_ad_client = "pub-7370497373229527";
//120x240, created 1/25/08
google_ad_slot = "7402765404";
google_ad_width = 120;
google_ad_height = 240;
//--&gt;&lt;/script&gt;
&lt;script type="text/javascript"
src="http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/show_ads.js"&gt;
&lt;/script&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/26746165-3718025450797788014?l=dapurkata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dapurkata.blogspot.com/feeds/3718025450797788014/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=26746165&amp;postID=3718025450797788014&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26746165/posts/default/3718025450797788014'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26746165/posts/default/3718025450797788014'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dapurkata.blogspot.com/2008/05/de-pawer-op-positif-maind-pygmalion-dan.html' title='Berpikir Positif'/><author><name>hapissulaiman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16790793606815881020</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_F8V7weUK5UU/SR1KDCxBcdI/AAAAAAAAAU4/ZI0eGmxmYO4/S220/100_4751-edit.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_F8V7weUK5UU/SCg1-1-PaCI/AAAAAAAAANY/S4spQC-wICs/s72-c/pygmalion3edit.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-26746165.post-1029577906682278274</id><published>2008-05-07T18:31:00.000+07:00</published><updated>2008-05-07T20:12:48.458+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kepadatan penduduk'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='macet'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='jakarta'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='banjir'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='mal'/><title type='text'>Jakarta</title><content type='html'>&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;Jakarta, Mal, Mal, dan Mal&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kalo Gini Terus-terusan Bakalan Tenggelem!!&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_F8V7weUK5UU/SCGeByN8pZI/AAAAAAAAAKw/_UhCLfpfG8U/s1600-h/Jakarta+malameditjpg.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5197609198459594130" style="CURSOR: hand" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_F8V7weUK5UU/SCGeByN8pZI/AAAAAAAAAKw/_UhCLfpfG8U/s200/Jakarta+malameditjpg.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_F8V7weUK5UU/SCGeBiN8pYI/AAAAAAAAAKo/rSKujo6iZ5A/s1600-h/25banjiredit.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5197609194164626818" style="CURSOR: hand" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_F8V7weUK5UU/SCGeBiN8pYI/AAAAAAAAAKo/rSKujo6iZ5A/s200/25banjiredit.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_F8V7weUK5UU/SCGeByN8pbI/AAAAAAAAALA/KYwmu_nW814/s1600-h/macetedit.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5197609198459594162" style="CURSOR: hand" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_F8V7weUK5UU/SCGeByN8pbI/AAAAAAAAALA/KYwmu_nW814/s200/macetedit.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_F8V7weUK5UU/SCGehSN8pcI/AAAAAAAAALI/6gUOeNykxc0/s1600-h/pendudukedit.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5197609739625473474" style="WIDTH: 199px; CURSOR: hand; HEIGHT: 201px" height="200" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_F8V7weUK5UU/SCGehSN8pcI/AAAAAAAAALI/6gUOeNykxc0/s200/pendudukedit.jpg" width="201" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiw, ini kabar yang gue terima hari ini. Soal Jakarta!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padatnya Jakarta sekarang nggak bikin para pengambil kebijakan di kota ini berentiin penambahan pusat belanja baru. Malahan, dalam dua tahun ke depan, udah direncanain bakal ada 13 proyek pusat belanja baru lagi. Info ini terungkap dari hasil riset Procon Indah yang dipublikasiin pas 28 April 2008 kemaren. Kata riset itu, 40% penambahan pusat belanja bakal ada di Jakarta Utara, 20% ada di Jakarta Selatan, dan 18% di Central Business District Jakarta. Sementara itu, sisanya bakal kesebar di daerah-daerah lain di Jakarta. Luas pusat belanja di Jakarta kira-kira bakal sampe 3,33 juta meter persegi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa pusat belanja yang rencananya bakal beroperasi pas tahun ini, misalnya Sudirman Place, Grand Paragon, Mall of Indonesia, Plaza Indonesia Extension, Emporium Pluit Mall, Epicentrum Walk, Pluit Village, dan Pulo Mas Ex-Venture. Dampak dari nambahnya jumlah dan luasan pusat belanja di Jakarta adalah makin ilangnya daerah resapan air di kota ini. Pengalihan fungsi kawasan ruang terbuka hijau (RTH) dan daerah resapan air jadi pusat belanja dan kawasan komersial adalah fakta yang nggak bisa dilepasin dari sejarah gelap pembangunan Kota Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hutan kota di kawasan Senayan, misalnya. Kalo ngerujuk ke Rencana Induk Jakarta 1965-1985, areal ini seluas 279 hektare ini dijadiin ruang terbuka hijau. Di atasnya cuman boleh berdiri bangunan publik dengan luas maksimal 16% dari luas total. Tapi, di kawasan itu sekarang malah udah ada Senayan City, Plaza Senayan, Senayan Trade Center, Ratu Plaza, dan bangunan megah lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal yang sama juga kejadian sama utan kota Tomang. Rencana Induk 1965 dan 1985 ngerencanain lahan di Simpang Tomang ini jadi sabuk hijau Jakarta. Lha, sekarang, utan itu berubah jadi Mediterranean Garden Residence I, Mediterranean Garden Residence II, serta Mal Taman Anggrek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengalihan fungsi RTH besar-besaran jadi kawasan komersial sama para pemilik modal gede juga kejadian di kawasan Pantai Kapuk, Kelapa Gading, dan Sunter. Sialnya, sampe sejauh ini Pemerintah Provinsi DKI Jakarta nggak mau ngambil tindakan buat para pemilik modal gede tersebut. Celakanya lagi, sejarah gelap pembangunan Kota Jakarta terus-terusan diulang sampe sekarang sama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal, menurut data dari Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Daerah (BPLHD) DKI Jakarta, nyusutnya daerah resapan air, baik berupa setu maupun ruang terbuka hijau sama aktivitas pembangunan udah bikin dari 2.000 juta per meter kubik air hujan yang turun di Jakarta tiap taun cuman 26,6% yang keserap tanah. Sementara itu, sisanya, 73,4%, jadi air larian (&lt;em&gt;run off&lt;/em&gt;) yang potensial bikin banjir di perkotaan (BPLHD DKI Jakarta, 2007). Bukan itu aja, pengambilan air tanah besar-besaran plus beban bangunan di atas tanah kota ini udah bikin turun permukaan tanah di kota ini sampe 30 sentimeter setiap taun. Artinya, potensi banjir di Jakarta bakal makin gede, apalagi dengan tambahan 13 pusat belanja baru itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal kalo mau jujur, biaya sosial dan lingkungan yang ditimbulin sama banjir di kota ini nggak kecil. Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), misalnya, udah ngitung-ngitung total kerugian akibat banjir yang melanda wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi pada 2007 mencapai Rp8 triliun. Dari jumlah itu, Bappenas ngerinci kerugian dari rumah penduduk yang rusak Rp1,7 triliun dan infrastruktur Rp600 miliar. Sementara itu, kerugian dari sektor industri, perbankan, serta usaha kecil dan menengah dikira-kira mencapai Rp2 triliun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara sosial, rencana penambahan pusat belanja itu bakalan nyakitin hati warga miskin kota yang jadi korban gusuran dengan dalih penambahan RTH sama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta beberapa waktu lalu. Penggusuran itu, menurut Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, lantaran sempitnya luas tanah di kota ini buat nambah RTH tanpa ngusir warga miskin kota yang kebetulan nempatin kawasan yang direncanain. Buat nambah RTH, pemerintah DKI selalu ngaku kekurangan tanah, tapi nggak kekurangan buat ngebangun pusat belanja baru dan kawasan komersial lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, penambahan kawasan komersial baru bakal nambah kemacetan lalu lintas di Jakarta. Ini karena pengunjung pusat belanja tersebut sebagian besar adalah konsumen yang bawa kendaraan pribadi. Kemacetan ini juga nggak cuman bakal mengurangi waktu produktif warga kota, tapi juga bikin naik biaya kesehatan akibat polusi udara yang timbul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ngomong soal kemacetan lalu lintas di Jakarta, sebuah studi nyimpulin bahwa kemacetan lalu lintas di Jakarta udah nimbulin kerugian ekonomi sebesar Rp5,5 triliun (SITRAMP, 2004). Bahkan, penelitian Yayasan Pelangi pada 2003 nyebutin bahwa kemacetan lalu lintas di DKI udah bikin kerugian akibat kehilangan waktu produktif yang kalo dinominalin bakal nyampe Rp7,1 triliun. Adapun polusi udara yang ditimbulin karena naiknya kemacetan lalu lintas juga bikin peningkatan biaya kesehatan yang tinggi banget. Hasil kajian Bank Dunia nyimpulin dampak ekonomi akibat polusi udara di Jakarta sebesar Rp1,8 triliun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisa dibayangin beratnya beban yang kudu dipikul warga Jakarta dua tahun yang bakal datang. Fenomena pembangunan usang yang dipake para pengambil kebijakan di Pemerintah Provinsi DKI Jakarta benar-benar udah bikin kota ini kolaps. Fenomena ini jadi kayak keharusan buat menuhin target pertumbuhan ekonomi, tapi ngesampingin biaya-biaya sosial dan lingkungan yang timbul akibat kebijakan pembangunan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buat nyelamatian warga kota dari bencana ekologi yang bakal makin sering kejadian dan gede-gedean, nggak bisa nggak fenomena pembangunan usang kayak gini kudu dibongkar. Pembangunan pusat belanja baru di kota ini kudu udah diberentiin. Udah gitu, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kudu buru-buru &lt;em&gt;meeting&lt;/em&gt; buat ngebahas ulang tata ruang kota yang udah aut-autan ini. Para pengambil kebijbakan di Jakarta kudu balik ke mandatnya semula, nempatin kepentingan warga kota jauh di atas kepentingan para pemilik modal yang pengen ngancurin kota ini lewat penambahan kawasan komersial baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi gimana, tiw?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber:&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Koran TEMPO&lt;/em&gt; / Selasa, 06 Mei 2008&lt;br /&gt;Opini, ‘Jakarta Kolaps!’, Firdaus Cahyadi&lt;br /&gt;(edit, JUICE-ed)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script type="text/javascript"&gt;&lt;!--
google_ad_client = "pub-7370497373229527";
//120x240, created 1/25/08
google_ad_slot = "7402765404";
google_ad_width = 120;
google_ad_height = 240;
//--&gt;&lt;/script&gt;
&lt;script type="text/javascript"
src="http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/show_ads.js"&gt;
&lt;/script&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/26746165-1029577906682278274?l=dapurkata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dapurkata.blogspot.com/feeds/1029577906682278274/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=26746165&amp;postID=1029577906682278274&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26746165/posts/default/1029577906682278274'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26746165/posts/default/1029577906682278274'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dapurkata.blogspot.com/2008/05/jakarta.html' title='Jakarta'/><author><name>hapissulaiman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16790793606815881020</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_F8V7weUK5UU/SR1KDCxBcdI/AAAAAAAAAU4/ZI0eGmxmYO4/S220/100_4751-edit.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_F8V7weUK5UU/SCGeByN8pZI/AAAAAAAAAKw/_UhCLfpfG8U/s72-c/Jakarta+malameditjpg.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-26746165.post-5264703611850412792</id><published>2008-05-05T18:16:00.000+07:00</published><updated>2008-05-07T20:09:28.993+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hukum'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='aparat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ayam'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='aturan'/><title type='text'>soal dulu-duluan</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;strong&gt;Aturan, Aparat, dan Ayam&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;mana yang sebaiknya duluan?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_F8V7weUK5UU/SCGpfCN8pgI/AAAAAAAAALo/KBZ8oBAPMeE/s1600-h/polisi.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5197621795598673410" style="CURSOR: hand" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_F8V7weUK5UU/SCGpfCN8pgI/AAAAAAAAALo/KBZ8oBAPMeE/s400/polisi.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiw,&lt;br /&gt;Banyak yang bilang kalo peraturan itu dibuat untuk dilanggar. lebih panjang lagi, pemeo itu akan berbunyi: ''peraturan dibuat untuk dilanggar dan pelanggaran dibuat untuk diatur. itu iklim tata hukum di indonesia. kenyataannya hukum atau aturan baru dibuat dan aparat baru diturunkan setelah banyak terjadi pelanggaran--baik besar ataupun kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sekarang yang jadi pertanyaan, apa memag konsep pembuatan hukum atau aturan itu memang seperti itu? kayak obat, baru diminumkan setelah muncul penyakit? atau, memang aparatnya--sebagai 'tangan kanan; hukum yang lelet, yah? mereka masih jadi sekadar penindak, belum jadi penjaga apalagi pelindung. bukan seharusnya aparat dan hukum itu seperti kondom yah, yang tugasnya mencegah, setipis apapun?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soal hukum dan peraturan itu sendiri, kalau dipikir-pikir, hukum dasar dari semua peraturan yang mengatur kehidupan suatu komunitas itu udah ada. selama ini kita sudah kenal dengan norma: agama, susila, sopan-santun, dan lain sebagainya. cuma saja yang tertuang di dalam norma adalah upaya pencegahan, bukan eksekusi. kalo pun ada pelanggaran terhadap salah satu norma, hukuman yang diterapkan adalah 'sanksi sosial' seperti dikucilkan, disisihkan dari masyarakat, dan statusnya dalam strata masyarakat diturunkan. meski hukumannya seperti itu, tetep aja konsekuensinya tetap berat. bayangin aja, sampe ada orang yang tujuh turunan disisihkan dari masyarakat cuma gara-gara membunuh orang yang menyerangnya. masyarakat sudah lanjur menganggapnya 'jelek' maka jeleklah ia selamanya. kalo situasinya kayak gini, bener kata Montesque, 'masyarakat adalah hukum', 'suara masyarakat (mayoritas) adalah suara tuhan'. edan, ya, tiw.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;cuma hebatnya norma, mereka gak perlu aparat penegak norma. tapi kesadaran bersama untuk menciptakan harmonisasi dalam hidup. kalo dipaksa diadakan kayak di Bali, melalui para Pedande (polisi adat), bakalannya jadi rancu. bukan masyarakat lagi yang berperan, melainkan lembaga yang mengaku 'mewakili masyarakat. dan akan sangat berbahaya, karena posisinya bukan lagi sebagai penjaga, tapi eksekutor. selain itu, karena sikapnya sudah menjadi lembaga dapat dikhawatirkan akan terjadi penyusupan ideologi dan pembelokan tujuan yang dilakukan oleh pemimpinnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jadi memang harus diakui kalau aparat kita baru dalam tataran eksekutor atau penindak, belum sampe ke tataran fungsi sebagai penjaga. sepertinya ini disengaja. lucu aja sih, saat kerusuhan antarkelompok baru mulai terjadi, masih ada aparat keamanan yang masih ketawa2 ngeliatin aja, sambil ngerokok-ngerokok. saat mulai membesar, mereka mulai perhatian, tapi belum bertindak. nah, pas udah gede, baru mereka siap-siap, itu pun setelah ada komando untuk memadamkan kerusuhan itu. lha?? kenapa nggak dari tadi yah??? pas ditanya, mereka jawabnya, baru ada perintah!! edaan, tiw.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;celakanya lagi, para aparat ini baru bertindak setelah ada kekuatan hukum yang melegalkan aksi 'asal gebuk' mereka. hahaha, ini yang konyol! keliatan kan, kalau yang mereka butuhkan adalah break down, tata laksana aja atau sebut aja perintah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hmm, soal hukum atau pelanggaran, siapa yang sebaiknya duluan dibuat, ini memang kayak nanyain mana duluan telur apa ayam ke manusia. Coba tanya ke ayam atau ke telur. kalo ayam dan telurnya ditanyain satu-satu, yang telur bilang dia berasal dari ayam dan ayam bilang dia berasal dari telur. selesai kan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;eh jadi soal ayam dan telur, telur itu bukannya ayam juga yah? cuma bentuknya dalam kemasan. mungkin sama kayak bayi dalam rahim. tapi kenapa nggak ada pertanyaan manusia dulu apa bayi dalam rahim. hahahaha. mungkin itu karena ada telur yang nggak kesampain jadi ayam karena telur itu terlanjur dimakan sama manusia. gitu kali ya, tiw.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script type="text/javascript"&gt;&lt;!--
google_ad_client = "pub-7370497373229527";
//120x240, created 1/25/08
google_ad_slot = "7402765404";
google_ad_width = 120;
google_ad_height = 240;
//--&gt;&lt;/script&gt;
&lt;script type="text/javascript"
src="http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/show_ads.js"&gt;
&lt;/script&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/26746165-5264703611850412792?l=dapurkata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dapurkata.blogspot.com/feeds/5264703611850412792/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=26746165&amp;postID=5264703611850412792&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26746165/posts/default/5264703611850412792'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26746165/posts/default/5264703611850412792'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dapurkata.blogspot.com/2008/05/soal-dulu-duluan.html' title='soal dulu-duluan'/><author><name>hapissulaiman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16790793606815881020</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_F8V7weUK5UU/SR1KDCxBcdI/AAAAAAAAAU4/ZI0eGmxmYO4/S220/100_4751-edit.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_F8V7weUK5UU/SCGpfCN8pgI/AAAAAAAAALo/KBZ8oBAPMeE/s72-c/polisi.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-26746165.post-4786553557058439363</id><published>2008-02-18T18:51:00.000+07:00</published><updated>2008-02-18T22:36:39.406+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;Menilai Proses&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Proses bukan untuk dinilai&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Menurut saya, tidak semua orang bisa menilai atau mengapresiasi suatu proses. Meski kedengarannya ini perkara sepele; proses, bisa diartikan sebagai cara, tahapan menjadi, atau jalan yang harus ditempuh. Kenyataannya orang lebih sigap dan lebih mudah untuk menghargai atau memberi apresiasi terhadap suatu hasil--puncak atau akhir sebuah proses. Karena memang utamanya, orang lebih membutuhkan hasil--yang notabene lebih abstrak--ketimbang proses yang tidak memiliki bentuk, tapi jauh lebih melelahkan. Dan, jujur saja, orang pada umumnya akan mampu dan rela hati memberi penilaian terhadap apa yang bisa mereka lihat, yang disajikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin kalau boleh diambilkan contoh, orang akan lebih bisa menilai seseorang itu cantik, jelek, tampan, atau buruk rupa dari penampilan mereka. Dan, akan sangat sulit untuk memberi penilaian terhadap proses yang dilakukan seseorang tersebut untuk sampai pada cantik atau tampan tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sulitnya lagi, untuk menilai suatu proses sangat sulit. Tidak semua orang--terutama yang di luar proses tersebut--bisa atau memiliki kelayakan untuk menilai secara objektif--walaupun dalam pandangan saya penilaian objektif tersebut tidak akan pernah ada. Yang bisa memberikan penilaian terhadap suatu proses adalah orang-orang yang terlibat di dalam proses itu sendiri. Jadi, wajar saja bila orang lain tidak menghargai proses karena mereka tidak mengetahui proses itu sendiri. Dan, kejadian yang paling umum adalah hasil akhirlah yang dipertontonkan ke khalayak umum dan mendapat penilaian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Well&lt;/em&gt;, pada akhirnya mungkin harus diakui, suatu proses memang bukan untuk diberi penilaian—bahkan pujian. Kalaupun dipaksakan untuk dinilai, bukan pertimbangan akal yang dipakai sebagai alat ukur, tapi hati atau perasaan (emosional). Di pihak lain, hasillah yang layak diberi penilaian yang menggunakan alat ukur sangat lengkap, perimbangan akal-budi, hati-perasaan, juga panca indera karena bentuknya yang ‘ada’.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script type="text/javascript"&gt;&lt;!--
google_ad_client = "pub-7370497373229527";
//120x240, created 1/25/08
google_ad_slot = "7402765404";
google_ad_width = 120;
google_ad_height = 240;
//--&gt;&lt;/script&gt;
&lt;script type="text/javascript"
src="http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/show_ads.js"&gt;
&lt;/script&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/26746165-4786553557058439363?l=dapurkata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dapurkata.blogspot.com/feeds/4786553557058439363/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=26746165&amp;postID=4786553557058439363&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26746165/posts/default/4786553557058439363'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26746165/posts/default/4786553557058439363'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dapurkata.blogspot.com/2008/02/menilai-proses-proses-bukan-untuk.html' title=''/><author><name>hapissulaiman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16790793606815881020</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_F8V7weUK5UU/SR1KDCxBcdI/AAAAAAAAAU4/ZI0eGmxmYO4/S220/100_4751-edit.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-26746165.post-169065955869532176</id><published>2008-01-31T22:50:00.000+07:00</published><updated>2008-01-31T22:53:49.994+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='komedi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='film'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='review'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='drama'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Get Married'/><title type='text'>Movie Review: Get Married</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_F8V7weUK5UU/R6Husvn_WPI/AAAAAAAAAJk/jdo5RNeca34/s1600-h/get_married.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5161669100409149682" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_F8V7weUK5UU/R6Husvn_WPI/AAAAAAAAAJk/jdo5RNeca34/s200/get_married.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Get Married&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;(drama/komedi)&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diperkuat jajaran bintang macam Nirina Zubir, Amink, Ringgo Agus Rahman, Desta ‘Clubeighties’ dan Jaja Mihardja, sutradara Hanung Bramantyo sukses menghadirkan &lt;em&gt;Get Married&lt;/em&gt;, drama komedi percintaan dalam warna konyol dan mengumbar tawa. Aksi konyol nama-nama di atas jelas menjadi garansi film yang menceritakan perjalanan hidup sekumpulan sahabat dari kecil di sebuah perkampungan di tengah-tengah kota Jakarta. Akting para pemainnya terlihat penuh dengan improvisasi-improvisasi yang menyegarkan, sebut saja Nirina dan Desta yang tampil ‘total’ seperti mereka adanya. Tak sekadar ribetnya urusan mencari jodoh, &lt;em&gt;Get Married&lt;/em&gt;, hadir dengan dengan cerita yang penuh sindiran pada tradisi adat, terutama tentang pernikahan, dan sosial politik kekinian. Oya, tembang musik dangdut andalan A. Rafiq yang digarap ulang dan dibawakan oleh Slank, semakin membuat film ini menyegarkan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script type="text/javascript"&gt;&lt;!--
google_ad_client = "pub-7370497373229527";
//120x240, created 1/25/08
google_ad_slot = "7402765404";
google_ad_width = 120;
google_ad_height = 240;
//--&gt;&lt;/script&gt;
&lt;script type="text/javascript"
src="http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/show_ads.js"&gt;
&lt;/script&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/26746165-169065955869532176?l=dapurkata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dapurkata.blogspot.com/feeds/169065955869532176/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=26746165&amp;postID=169065955869532176&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26746165/posts/default/169065955869532176'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26746165/posts/default/169065955869532176'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dapurkata.blogspot.com/2008/01/movie-review-get-married.html' title='Movie Review: Get Married'/><author><name>hapissulaiman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16790793606815881020</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_F8V7weUK5UU/SR1KDCxBcdI/AAAAAAAAAU4/ZI0eGmxmYO4/S220/100_4751-edit.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_F8V7weUK5UU/R6Husvn_WPI/AAAAAAAAAJk/jdo5RNeca34/s72-c/get_married.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-26746165.post-7608500912216756078</id><published>2008-01-31T22:44:00.000+07:00</published><updated>2008-01-31T22:50:39.384+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='animasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='film'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Shrek the Third'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='review'/><title type='text'>Movie Review: Shrek the Third</title><content type='html'>&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_F8V7weUK5UU/R6HtK_n_WOI/AAAAAAAAAJc/ZA4KB3W4Sc0/s1600-h/shrek.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5161667421076936930" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_F8V7weUK5UU/R6HtK_n_WOI/AAAAAAAAAJc/ZA4KB3W4Sc0/s200/shrek.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Shrek the Third&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;(animasi)&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih menghadirkan Mike Myers (Shrek), Cameron Diaz (Princess Viona), Eddie Murphy (Donkey), dan Antonio Banderas (Puss in Boots), Shrek the Third garapan Chris Miller dan Raman Hui ini sukses menjadi film animasi yang paling ditunggu di 2007 lalu. Dalam sekuel kali ini, Shrek yang telah menikahi Putri Fiona dihadapkan pada pilihan menjadi raja di Kerajaan Far Far Away—menggantikam King Harold yang sakit keras—atau menemukan Artie, pewaris tahta nomor dua. Belum cukup sampai di situ, Shrek dan kawan-kawan harus menyelamatkan Kerajaan Far Far Away dari aksi kudeta Prince Charming. Tontonan yang seru dan mengundang tawa, apalagi dengan kehadiran sejumlah karakter dari berbagai dongeng; Pinokio, Ginger Bread, Cinderella, Sleeping Beauty, Snow White dari pihak baik yang berhadapan dengan Kapten Hook, Evil Queen, dan Evil Tree dari pihak jahat.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script type="text/javascript"&gt;&lt;!--
google_ad_client = "pub-7370497373229527";
//120x240, created 1/25/08
google_ad_slot = "7402765404";
google_ad_width = 120;
google_ad_height = 240;
//--&gt;&lt;/script&gt;
&lt;script type="text/javascript"
src="http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/show_ads.js"&gt;
&lt;/script&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/26746165-7608500912216756078?l=dapurkata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dapurkata.blogspot.com/feeds/7608500912216756078/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=26746165&amp;postID=7608500912216756078&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26746165/posts/default/7608500912216756078'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26746165/posts/default/7608500912216756078'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dapurkata.blogspot.com/2008/01/movie-review-shrek-third.html' title='Movie Review: Shrek the Third'/><author><name>hapissulaiman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16790793606815881020</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_F8V7weUK5UU/SR1KDCxBcdI/AAAAAAAAAU4/ZI0eGmxmYO4/S220/100_4751-edit.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_F8V7weUK5UU/R6HtK_n_WOI/AAAAAAAAAJc/ZA4KB3W4Sc0/s72-c/shrek.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-26746165.post-8009656148396230599</id><published>2008-01-31T22:37:00.000+07:00</published><updated>2008-01-31T22:49:13.272+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='komedi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='film'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='review'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Quickie Express'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='drama'/><title type='text'>Movie Review: Quickie Express</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_F8V7weUK5UU/R6HsNPn_WNI/AAAAAAAAAJU/ta1OhhMzq90/s1600-h/quickie_express.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5161666360220014802" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_F8V7weUK5UU/R6HsNPn_WNI/AAAAAAAAAJU/ta1OhhMzq90/s200/quickie_express.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Quickie Express&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;(drama/komedi)&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;Meneruskan tradisi sukses Kalyana Shira Production dengan film-film bertema sosial tapi dalam dan menggelitik, kolaborasi Dimas Djayadiningrat (sutradara), Joko Anwar (skenario), dan Nia Di Nata (produser) menghadirkan drama komedi dewasa nan renyah tentang &lt;em&gt;male escort&lt;/em&gt; alias &lt;em&gt;gigolo&lt;/em&gt;, bertajuk &lt;em&gt;Quickie Express&lt;/em&gt;. Tak tanggung-tanggung, film ini sukses mengadu kualitas akting bintang film generasi baru dan generasi lawas. Tora Sudiro, Lukman Sardi, Sandra Dewi, juga Amink dari ‘generasi kini’ melawan Rudi Wowor, Tio Pakusadewo, Ira Maya Sopha, dan Ria Irawan dari ‘generasi lawas’. Hasil? Komedi dewasa dengan muatan sensualitas yang kental dari sebuah realitas yang selama ini tertutup dalam kehidupan kalangan atas. Dengan alur cerita yang unik, guyonan-guyonan mengelitik, serta penggambaran sisi sensualitas yang cerdas, menjadikan film ini patut untuk disimak.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script type="text/javascript"&gt;&lt;!--
google_ad_client = "pub-7370497373229527";
//120x240, created 1/25/08
google_ad_slot = "7402765404";
google_ad_width = 120;
google_ad_height = 240;
//--&gt;&lt;/script&gt;
&lt;script type="text/javascript"
src="http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/show_ads.js"&gt;
&lt;/script&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/26746165-8009656148396230599?l=dapurkata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dapurkata.blogspot.com/feeds/8009656148396230599/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=26746165&amp;postID=8009656148396230599&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26746165/posts/default/8009656148396230599'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26746165/posts/default/8009656148396230599'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dapurkata.blogspot.com/2008/01/movie-review-quickie-express.html' title='Movie Review: Quickie Express'/><author><name>hapissulaiman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16790793606815881020</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_F8V7weUK5UU/SR1KDCxBcdI/AAAAAAAAAU4/ZI0eGmxmYO4/S220/100_4751-edit.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_F8V7weUK5UU/R6HsNPn_WNI/AAAAAAAAAJU/ta1OhhMzq90/s72-c/quickie_express.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-26746165.post-7694039811165566816</id><published>2008-01-31T22:16:00.000+07:00</published><updated>2008-01-31T22:50:00.170+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Alvin and the Chipmunks'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='animasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='film'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='review'/><title type='text'>Movie Review: Alvin and the Chipmunks</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_F8V7weUK5UU/R6HrB_n_WMI/AAAAAAAAAJM/BOgxnZ2Zihg/s1600-h/alvin_and_the_chipmunks2.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5161665067434858690" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_F8V7weUK5UU/R6HrB_n_WMI/AAAAAAAAAJM/BOgxnZ2Zihg/s200/alvin_and_the_chipmunks2.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Alvin and the Chipmunks&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;strong&gt;(animasi)&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk yang pernah menikmati era 80-an, tentu sudah kenal dengan trio tupai Alvin, Simon, dan Theodore. &lt;em&gt;Yup&lt;/em&gt;, Alvin and the Chipmunks. Sukses dengan komik dan serial kartun televisi, kini tupai-tupai yang pandai bernyanyi dengan suara ‘cempreng’ khas mereka, dihadirkan kembali oleh 20th Century Fox Animation dalam versi animasi layar lebar. &lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_F8V7weUK5UU/R6Hqr_n_WLI/AAAAAAAAAJE/48qZSd6H4PA/s1600-h/alvin_and_the_chipmunks2.jpg"&gt;&lt;/a&gt;Masih seperti yang dulu, tupai-tupai mungil ini hadir dengan karakter kocak mereka namun dalam wujud yang lebih ‘hidup’, Alvin yang aktif, Simon yang cerdas layaknya ilmuan, serta si bungsu Theodore yang doyan makan. Mengandalkan tema kehangatan keluarga, humor, dan musik, sutradara Tim Hill menghadirkan pilihan tontonan yang menghibur untuk Anda bersama anak-anak.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script type="text/javascript"&gt;&lt;!--
google_ad_client = "pub-7370497373229527";
//120x240, created 1/25/08
google_ad_slot = "7402765404";
google_ad_width = 120;
google_ad_height = 240;
//--&gt;&lt;/script&gt;
&lt;script type="text/javascript"
src="http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/show_ads.js"&gt;
&lt;/script&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/26746165-7694039811165566816?l=dapurkata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dapurkata.blogspot.com/feeds/7694039811165566816/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=26746165&amp;postID=7694039811165566816&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26746165/posts/default/7694039811165566816'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26746165/posts/default/7694039811165566816'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dapurkata.blogspot.com/2008/01/movie-review-alvin-and-chipmunks.html' title='Movie Review: Alvin and the Chipmunks'/><author><name>hapissulaiman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16790793606815881020</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_F8V7weUK5UU/SR1KDCxBcdI/AAAAAAAAAU4/ZI0eGmxmYO4/S220/100_4751-edit.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_F8V7weUK5UU/R6HrB_n_WMI/AAAAAAAAAJM/BOgxnZ2Zihg/s72-c/alvin_and_the_chipmunks2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-26746165.post-1475395336660320482</id><published>2008-01-26T04:07:00.000+07:00</published><updated>2008-01-26T14:04:49.019+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='puncak'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='alam'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='wisata'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cipanas'/><title type='text'>Jalan-jalan, yuk!</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_F8V7weUK5UU/R5rPsfn_WEI/AAAAAAAAAIM/W-oRbEFwC3A/s1600-h/0000000023_gb3_situ_gunung3.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5159664686416746562" style="CURSOR: hand" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_F8V7weUK5UU/R5rPsfn_WEI/AAAAAAAAAIM/W-oRbEFwC3A/s200/0000000023_gb3_situ_gunung3.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_F8V7weUK5UU/R5rQJPn_WJI/AAAAAAAAAI0/fK_FlUmdCzY/s1600-h/sjr_cipanas2.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5159665180337985682" style="CURSOR: hand" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_F8V7weUK5UU/R5rQJPn_WJI/AAAAAAAAAI0/fK_FlUmdCzY/s200/sjr_cipanas2.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_F8V7weUK5UU/R5rP_Pn_WHI/AAAAAAAAAIk/I9wG_u7a9kE/s1600-h/gunung-gede.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5159665008539293810" style="CURSOR: hand" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_F8V7weUK5UU/R5rP_Pn_WHI/AAAAAAAAAIk/I9wG_u7a9kE/s200/gunung-gede.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_F8V7weUK5UU/R5rP5fn_WGI/AAAAAAAAAIc/k_2NIMpdXzc/s1600-h/dunia%20strawberri.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5159664909755045986" style="CURSOR: hand" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_F8V7weUK5UU/R5rP5fn_WGI/AAAAAAAAAIc/k_2NIMpdXzc/s200/dunia%2520strawberri.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_F8V7weUK5UU/R5rPx_n_WFI/AAAAAAAAAIU/t1tJwJpXmmE/s1600-h/58_gb1_taman_cibodas.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5159664780906027090" style="CURSOR: hand" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_F8V7weUK5UU/R5rPx_n_WFI/AAAAAAAAAIU/t1tJwJpXmmE/s200/58_gb1_taman_cibodas.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_F8V7weUK5UU/R5rQEPn_WII/AAAAAAAAAIs/FbyItPq3hGs/s1600-h/Kebun+Raya+Cibodas.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5159665094438639746" style="CURSOR: hand" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_F8V7weUK5UU/R5rQEPn_WII/AAAAAAAAAIs/FbyItPq3hGs/s200/Kebun+Raya+Cibodas.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;strong&gt;CIPANAS&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Alternatif Selain Puncak&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Bosan dengan suasana Puncak, ajak keluarga Anda ‘turun’ sedikit ke Cipanas, di sini akan Anda temukan sisi wajah lain ‘Bumi Pasundan’ yang khas dengan keindahan alam dan udara sejuk. Wisata alam menjelajahi dataran tinggi Pasundan ini tak hanya menyenangkan, tapi juga menyegarkan, apalagi lokasinya yang hanya 2 jam dari Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#006600;"&gt;Taman Bunga Nusantara&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Terletak di Desa Kawung-luwuk Kec. Sukaresmi Cipanas-Cianjur, hadir Taman Bunga Nusantara yang menyajikan keindahan dan pesona bunga serta alam yang tertata apik. Didirikan pada 10 September 1995, taman &lt;em&gt;display&lt;/em&gt; pertama di Indonesia ini menghadirkan berbagai koleksi tanaman bunga dari seluruh dunia--di atas lahan seluas 35 hektar ini hadir koleksi bunga yang indah dan segar, mulai dari tanaman tropis hingga dingin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Koleksi tanaman yang terdapat di taman bunga yang beralamat di Jln. Mariawati KM 7, Desa Kawung Luwuk, Cipanas, Cianjur ini dihadirkan dalam taman-taman indah yang berisi satu jenis tanaman saja, misalnya taman mawar atau taman palem. Ada juga taman yang koleksi bunganya disesuaikan asalnya, seperti taman Prancis, taman Amerika, atau taman Jepang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#006600;"&gt;Kebun Strawberry&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;Memetik dan mencicipi langsung strawberry dari pohonnya? Silakan saja ke Kebun Strawberry yang ada di daerah Cipanas, Cianjur. Tak hanya menikmati segarnya strawberry yang dipetik langsung—ada perbedaan rasa antara strawberry yang dibeli di pasar dan yang diambil langsung dari pohonnya—petualangan ‘memanen’ strawberry bersama keluarga tentu akan jadi momen yang menyenangkan. Lokasi kebun ini Anda berada di Jalan Raya Puncak-Cipanas, tak jauh dari Hotel Sangga Buana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#006600;"&gt;Istana Presiden Cipanas&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Inilah landmark kota Cipanas, Istana Presiden Cipanas. Istana yang dibangun pada 1740 di atas tanah seluas 25 hektar ini dulu kerap digunakan Bung Karno sebagai tempat mencari ilham untuk menyusun pidato-pidato kenegaraan. Di Istana ini juga tersimpan berbagai koleksi ukiran Jepara dan lukisan dari maestro seni lukis Indonesia, seperti Affandi dan Basuki Abdullah. Jadi, tak hanya berwisata panorama, Anda dan keluarga juga bisa menambah wawasan tentang salah satu potret sejarah bangsa ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#006600;"&gt;Kebun Raya Cibodas&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Pada 1977, UNESCO menetapkan Kebun Raya Cibodas dan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGP) sebagai salah satu cagar biosfer yang ada di Indonesia. Kebun yang beralamat di Jln. Kebun Raya Cibodas, Cipanas, ini hadir koleksi tanaman yang meliputi tanaman anggrek, kaktus, tanaman sukulen, dan paku-pakuan, dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#006600;"&gt;Kebun Wisata Inkarla&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Wisata Agro Inkarla menawarkan keindahan alam pegunungan dipadu beragam tanaman hias dan bunga potong. Lokasi Wisata Agro yang mulai dirintis sejak 1980 ini, berada lebih kurang 100 meter sebelum pintu gerbang Kebun Raya Cibodas. Sangat pas untuk Anda yang membutuhkan ketenangan untuk beristirahat atau meeting.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#006600;"&gt;Cagar Alam Gunung Gede-Pangrango&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;Berdampingan dengan kebun raya terletak Cagar Alam Gunung Gede, Gunung Gede ini merupakan satu rangkaian acara kunjungan para pecinta alam. Di Puncak Gunung Gede ini terdapat kawah serta padang rumput yang ditumbuhi bunga abadi Edelweis yang menjadi daya tarik. Tak hanya puncaknya yang penuh petualangan alam, di kaki gunung juga ada bumi perkemahan yang tak kalah serunya untuk dijajal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#006600;"&gt;&lt;strong&gt;Taman Wisata Situ Gunung&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Taman Wisata Situ Gunung masih bagian dari Taman Nasional Gede-Pangrango di Sukabumi. Di kawasan wisata seluas hampir 100 hektar, Anda bisa menikmati suasana alam khas pegunungan. Tempat ini juga menawarkan berbagai tantangan termasuk &lt;em&gt;tracking&lt;/em&gt; di alam terbuka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*&lt;span style="font-size:85%;"&gt;(tulisan ini pernah dimuat di Majalah &lt;em&gt;Health First&lt;/em&gt; ed. 1/2008)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script type="text/javascript"&gt;&lt;!--
google_ad_client = "pub-7370497373229527";
//120x240, created 1/25/08
google_ad_slot = "7402765404";
google_ad_width = 120;
google_ad_height = 240;
//--&gt;&lt;/script&gt;
&lt;script type="text/javascript"
src="http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/show_ads.js"&gt;
&lt;/script&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/26746165-1475395336660320482?l=dapurkata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dapurkata.blogspot.com/feeds/1475395336660320482/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=26746165&amp;postID=1475395336660320482&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26746165/posts/default/1475395336660320482'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26746165/posts/default/1475395336660320482'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dapurkata.blogspot.com/2008/01/jalan-jalan-yuk.html' title='Jalan-jalan, yuk!'/><author><name>hapissulaiman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16790793606815881020</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_F8V7weUK5UU/SR1KDCxBcdI/AAAAAAAAAU4/ZI0eGmxmYO4/S220/100_4751-edit.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_F8V7weUK5UU/R5rPsfn_WEI/AAAAAAAAAIM/W-oRbEFwC3A/s72-c/0000000023_gb3_situ_gunung3.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-26746165.post-5291702431835958104</id><published>2008-01-26T03:25:00.001+07:00</published><updated>2008-01-26T03:26:53.397+07:00</updated><title type='text'>Movie Review: Patch Adams</title><content type='html'>&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_F8V7weUK5UU/R5pF4vn_WCI/AAAAAAAAAH8/MMW_gAg9tZU/s1600-h/patch-adams-poster-1.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5159513164265510946" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_F8V7weUK5UU/R5pF4vn_WCI/AAAAAAAAAH8/MMW_gAg9tZU/s200/patch-adams-poster-1.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Patch Adams&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;strong&gt;(drama)&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Robin Willian berperan sebagai mahasiswa kedokteran yang cerdas sekaligus humoris. Berkat ketekunannya, meski tak jarang ia dicap edan, ia menemukan suatu teori kesembuhan untuk orang-orang yang mengalami gangguan kejiwaan. Teori ini didapat Adams saat dirawat di rumah sakit jiwa. Kesimpulan Adams, tertawa dan hati bahagia bisa membantu kesembuhan pasien. Sayangnya, penemuannya ini malah mendapat tentangan dari sang dekan tempat Adams berkuliah. Drama memang, guru pasti tak mau dianggap kalah pintar dari muridnya. Sepertinya, pepatah “Guru kencing berdiri murid kencing berlari’ harus direvisi karena kenyataannya, banyak murid yang jauh lebih ‘ngeh’ ketimbang gurunya. Kalau Anda sebagai murid, tentu tak ingin, kan, kencing berlari hanya karena guru Anda kencing berdiri?&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script type="text/javascript"&gt;&lt;!--
google_ad_client = "pub-7370497373229527";
//120x240, created 1/25/08
google_ad_slot = "7402765404";
google_ad_width = 120;
google_ad_height = 240;
//--&gt;&lt;/script&gt;
&lt;script type="text/javascript"
src="http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/show_ads.js"&gt;
&lt;/script&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/26746165-5291702431835958104?l=dapurkata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dapurkata.blogspot.com/feeds/5291702431835958104/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=26746165&amp;postID=5291702431835958104&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26746165/posts/default/5291702431835958104'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26746165/posts/default/5291702431835958104'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dapurkata.blogspot.com/2008/01/movie-review-patch-adams.html' title='Movie Review: Patch Adams'/><author><name>hapissulaiman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16790793606815881020</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_F8V7weUK5UU/SR1KDCxBcdI/AAAAAAAAAU4/ZI0eGmxmYO4/S220/100_4751-edit.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_F8V7weUK5UU/R5pF4vn_WCI/AAAAAAAAAH8/MMW_gAg9tZU/s72-c/patch-adams-poster-1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-26746165.post-2662906658472675519</id><published>2008-01-26T03:11:00.000+07:00</published><updated>2008-01-26T03:15:34.129+07:00</updated><title type='text'>Movie Review: The Kingdom</title><content type='html'>&lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;The Kingdom&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_F8V7weUK5UU/R5pDT_n_WBI/AAAAAAAAAH0/F2tYNpZiyxI/s1600-h/PosterTheKingdom.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5159510333882062866" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_F8V7weUK5UU/R5pDT_n_WBI/AAAAAAAAAH0/F2tYNpZiyxI/s200/PosterTheKingdom.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;(aksi laga)&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Sebenarnya agak lucu sekaligus celaka. Betapa tidak, sebuah tim elite perang yang notabene dilengkapi dengan skill sempurna, persenjataan lengkap, dan menguasai segala medan pertempuran, malah ‘mati kutu’ di Arab. Tapi buat Anda yang ‘memaksa’ menyaksi film aksi bertema perang, The Kingdom bisa jadi pilihan. Jamie Foxx, Jennifer Garner, Chris Cooper, dan Jason Bateman beradu laga dalam film aksi garapan Peter Berg, The Kingdom. Film produksi Universal Pictures ini mengisahkan agen spesial FBI Ronald Fleury (Jamie Foxx) yang bergabung bersama tim elite dalam misi menangkap teroris di Arab Saudi. Sialnya, tiba di lokasi yang benar-benar asing buat orang-orang asal Amerika ini, mereka malah jadi ‘bulan-bulanan’ orang Arab. Seru juga lihat Jamie Foxx dan Jennifer Garner ibarat turis kesasar. Untung saja ada yang menolong—herannya, kenapa ada orang Arab yang mau menolong orang Amerika yang jelas-jelas sudah mengacak-acak negaranya?&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script type="text/javascript"&gt;&lt;!--
google_ad_client = "pub-7370497373229527";
//120x240, created 1/25/08
google_ad_slot = "7402765404";
google_ad_width = 120;
google_ad_height = 240;
//--&gt;&lt;/script&gt;
&lt;script type="text/javascript"
src="http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/show_ads.js"&gt;
&lt;/script&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/26746165-2662906658472675519?l=dapurkata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dapurkata.blogspot.com/feeds/2662906658472675519/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=26746165&amp;postID=2662906658472675519&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26746165/posts/default/2662906658472675519'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26746165/posts/default/2662906658472675519'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dapurkata.blogspot.com/2008/01/movie-review-kingdom.html' title='Movie Review: The Kingdom'/><author><name>hapissulaiman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16790793606815881020</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_F8V7weUK5UU/SR1KDCxBcdI/AAAAAAAAAU4/ZI0eGmxmYO4/S220/100_4751-edit.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_F8V7weUK5UU/R5pDT_n_WBI/AAAAAAAAAH0/F2tYNpZiyxI/s72-c/PosterTheKingdom.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-26746165.post-2998036005624535282</id><published>2008-01-26T02:56:00.000+07:00</published><updated>2008-01-26T03:02:01.617+07:00</updated><title type='text'>Movie Review: I am Legend</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;strong&gt;I am Legend&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_F8V7weUK5UU/R5o_x_n_WAI/AAAAAAAAAHs/GJ6UROJyXPI/s1600-h/tendensi-movie-i+am+legend.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5159506451231627266" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_F8V7weUK5UU/R5o_x_n_WAI/AAAAAAAAAHs/GJ6UROJyXPI/s200/tendensi-movie-i+am+legend.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;(aksi petualangan)&lt;/strong&gt; &lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Masih belum bosan dengan tema &lt;em&gt;zombie&lt;/em&gt;, hadir pilihan baru yang (mungkin) layak ditonton. Kali ini, menghadirkan Will Smith yang dipaksa beradu laga dengan seekor anjing. Dalam &lt;em&gt;I am Legend&lt;/em&gt; arahan Francis Lawrence ini, ia berperan sebagai Robert Neville sebagai manusia terakhir yang selamat di reruntuhan kota New York. Tetapi, ia tidak sendirian. Ia dikelilingi para korban ‘terinfeksi’ yang bermutasi menjadi makhluk karnivora—sekilas terbayang film &lt;em&gt;28 Weeks Later, 28 Days Later&lt;/em&gt;, atau yang agak baru &lt;em&gt;Resident Evil&lt;/em&gt;-nya si cantik Mila Jovovich yang mengusung tema &lt;em&gt;zombie&lt;/em&gt;. Selama tiga tahun Neville menghabiskan hari–harinya hanya ditemani Samantha, seekor anjing. Meskipun hidup dalam cekaman dan persediaan makanan yang terbatas, Neville terus berupaya mengirim pesan melalui radio, berharapan bisa menemukan atau ditemukan orang lain yang selamat di luar sana. Kalau dipikir-pikir, jelas saja, si Will Smith yang jadi &lt;em&gt;legend&lt;/em&gt; dan bukan si anjing. Well, rasanya grup musik The Crainberries harus bangga, tak percuma teriakan “&lt;em&gt;zombie, zombie, zombie, ie, ie&lt;/em&gt;”-nya Delores jadi inspirasi banyak sutradara.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script type="text/javascript"&gt;&lt;!--
google_ad_client = "pub-7370497373229527";
//120x240, created 1/25/08
google_ad_slot = "7402765404";
google_ad_width = 120;
google_ad_height = 240;
//--&gt;&lt;/script&gt;
&lt;script type="text/javascript"
src="http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/show_ads.js"&gt;
&lt;/script&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/26746165-2998036005624535282?l=dapurkata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dapurkata.blogspot.com/feeds/2998036005624535282/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=26746165&amp;postID=2998036005624535282&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26746165/posts/default/2998036005624535282'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26746165/posts/default/2998036005624535282'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dapurkata.blogspot.com/2008/01/movie-review-i-am-legend.html' title='Movie Review: I am Legend'/><author><name>hapissulaiman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16790793606815881020</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_F8V7weUK5UU/SR1KDCxBcdI/AAAAAAAAAU4/ZI0eGmxmYO4/S220/100_4751-edit.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_F8V7weUK5UU/R5o_x_n_WAI/AAAAAAAAAHs/GJ6UROJyXPI/s72-c/tendensi-movie-i+am+legend.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-26746165.post-5157842788125412105</id><published>2008-01-26T02:32:00.000+07:00</published><updated>2008-01-26T03:03:12.097+07:00</updated><title type='text'>Movie Review: National Treasure</title><content type='html'>&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_F8V7weUK5UU/R5o6Uvn_V_I/AAAAAAAAAHk/0xDQ_QgdRCA/s1600-h/tendensi-movie-national+treasure.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5159500451162314738" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_F8V7weUK5UU/R5o6Uvn_V_I/AAAAAAAAAHk/0xDQ_QgdRCA/s200/tendensi-movie-national+treasure.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;National Treasure: Book of Secret&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;(aksi petualangan)&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau boleh dibilang, ini alternatif lain menyibak misteri pembunuhan Abraham Lincoln. Betapa tidak, misteri yang sekian lama tak terpecahkan ini, nyatanya perlu di-&lt;em&gt;re-fresh &lt;/em&gt;dengan citraan lain yang seru. Nah, buat Anda yang kangen dengan penampilan si ‘Nico’ yang satu ini? Saat menyaksikan yang terbaru darinya. &lt;em&gt;Yup&lt;/em&gt;, Nicolas Cage kembali beraksi, meski tetap dengan gaya ‘&lt;em&gt;one man show’ &lt;/em&gt;seperti pada penampilan suksesnya di &lt;em&gt;Con Air&lt;/em&gt;. Dalam film aksi petualangan ini, Cage berperan sebagai Benjamin Franklin Gates, pemburu harta karun yang mencari kebenaran di balik pembunuhan Abraham Lincoln, dengan mencoba membongkar misteri di balik 18 halaman yang hilang dari buku diari John Wilkes Booth. Suatu hari, seorang pria mempersembahkan halaman yang hilang tersebut. Dari halaman yang hilang tersebut justru terdapat nama Thomas Gates, ayah dari kakeknya Ben. Benarkan ayah dari kakeknya Ben adalah orang yang terlibat dalam pembunuhan Abraham Lincoln? &lt;em&gt;Well&lt;/em&gt;, kalau misalnya peristiwa ini terjadi pada Anda, apa yang akan Anda lakukan? Satu sisi mungkin Anda kecewa bahwa leluhur Anda adalah pembunuh. Tapi, di sisi lain, Anda harus bangga; moyang Anda adalah pembunuh presiden kenamaan sekaligus kebanggaan dunia.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script type="text/javascript"&gt;&lt;!--
google_ad_client = "pub-7370497373229527";
//120x240, created 1/25/08
google_ad_slot = "7402765404";
google_ad_width = 120;
google_ad_height = 240;
//--&gt;&lt;/script&gt;
&lt;script type="text/javascript"
src="http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/show_ads.js"&gt;
&lt;/script&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/26746165-5157842788125412105?l=dapurkata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dapurkata.blogspot.com/feeds/5157842788125412105/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=26746165&amp;postID=5157842788125412105&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26746165/posts/default/5157842788125412105'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26746165/posts/default/5157842788125412105'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dapurkata.blogspot.com/2008/01/movie-review_25.html' title='Movie Review: National Treasure'/><author><name>hapissulaiman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16790793606815881020</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_F8V7weUK5UU/SR1KDCxBcdI/AAAAAAAAAU4/ZI0eGmxmYO4/S220/100_4751-edit.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_F8V7weUK5UU/R5o6Uvn_V_I/AAAAAAAAAHk/0xDQ_QgdRCA/s72-c/tendensi-movie-national+treasure.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-26746165.post-8936308862217888516</id><published>2008-01-26T02:08:00.000+07:00</published><updated>2008-01-26T03:02:30.961+07:00</updated><title type='text'>Movie Review: Bee Movie</title><content type='html'>&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_F8V7weUK5UU/R5o17_n_V-I/AAAAAAAAAHc/Xj7besKPDWY/s1600-h/tendensi-movie-bee+movie.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5159495627914041314" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_F8V7weUK5UU/R5o17_n_V-I/AAAAAAAAAHc/Xj7besKPDWY/s200/tendensi-movie-bee+movie.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Bee Movie&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;(animasi)&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda tentu akan merasa bangga manakala Anda tahu bahwa orang lain begitu tergila-gila dengan Anda atau karya Anda. Tapi, bagaimana perasaan Anda jika Anda mengetahui bahwa karena ketergila-gilaan tersebut membuat Anda diburu bahkan diperah. Mungkin bisa diibaratkan ‘hidup segan mati tak mau’. Film animasi-fantasi-komedi garapan Dream Works Animations ini menceritakan petualangan Barry, seekor lebah yang penuh harapan dan keingintahuan. Meski dilarang, Barry tetap pergi dan ia bertemu dengan manusia. Dalam petualangannya, Barry bertemu dengan Vanessa Bloome, gadis cantik yang menyelamatkannya. Namun, ternyata pertemuan ini juga membawanya ke sejumlah pengalaman baru yang menyenangkan sekaligus menegangkan, utamanya ketika ia mengetahui bahwa manusia sangat menyukai madu lebah. Untuk Anda yang menyukai film animasi yang menghibur—dengan efek visual dan akhir cerita yang menyenangkan—&lt;em&gt;Bee Movie&lt;/em&gt; yang disutradarai Steve Hickner ini bisa jadi pilihan menghabiskan akhir pekan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script type="text/javascript"&gt;&lt;!--
google_ad_client = "pub-7370497373229527";
//120x240, created 1/25/08
google_ad_slot = "7402765404";
google_ad_width = 120;
google_ad_height = 240;
//--&gt;&lt;/script&gt;
&lt;script type="text/javascript"
src="http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/show_ads.js"&gt;
&lt;/script&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/26746165-8936308862217888516?l=dapurkata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dapurkata.blogspot.com/feeds/8936308862217888516/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=26746165&amp;postID=8936308862217888516&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26746165/posts/default/8936308862217888516'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26746165/posts/default/8936308862217888516'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dapurkata.blogspot.com/2008/01/movie-review.html' title='Movie Review: Bee Movie'/><author><name>hapissulaiman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16790793606815881020</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_F8V7weUK5UU/SR1KDCxBcdI/AAAAAAAAAU4/ZI0eGmxmYO4/S220/100_4751-edit.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_F8V7weUK5UU/R5o17_n_V-I/AAAAAAAAAHc/Xj7besKPDWY/s72-c/tendensi-movie-bee+movie.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-26746165.post-6619326594097616741</id><published>2008-01-21T15:28:00.000+07:00</published><updated>2008-01-21T15:37:52.962+07:00</updated><title type='text'>googleed5b4f023754a53a.html</title><content type='html'>googleed5b4f023754a53a.html&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script type="text/javascript"&gt;&lt;!--
google_ad_client = "pub-7370497373229527";
//120x240, created 1/25/08
google_ad_slot = "7402765404";
google_ad_width = 120;
google_ad_height = 240;
//--&gt;&lt;/script&gt;
&lt;script type="text/javascript"
src="http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/show_ads.js"&gt;
&lt;/script&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/26746165-6619326594097616741?l=dapurkata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dapurkata.blogspot.com/feeds/6619326594097616741/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=26746165&amp;postID=6619326594097616741&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26746165/posts/default/6619326594097616741'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26746165/posts/default/6619326594097616741'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dapurkata.blogspot.com/2008/01/googleed5b4f023754a53ahtml.html' title='googleed5b4f023754a53a.html'/><author><name>hapissulaiman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16790793606815881020</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_F8V7weUK5UU/SR1KDCxBcdI/AAAAAAAAAU4/ZI0eGmxmYO4/S220/100_4751-edit.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-26746165.post-2390631463210847769</id><published>2008-01-11T20:35:00.000+07:00</published><updated>2008-01-26T13:42:02.874+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='selingkuh'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='selingan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='affair'/><title type='text'>selingkuh, selinganku?</title><content type='html'>&lt;div align="left"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5159671648558733474" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_F8V7weUK5UU/R5rWBvn_WKI/AAAAAAAAAI8/YcwL2_InMq4/s200/Selingkuh%5B13%5D.jpg" border="0" /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;selingkuh?&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Anyway&lt;/em&gt;, siapakah 'selingkuh' ini? Kenyataannya, si selingkuh ini ada dan berkelakuan layaknya sosok hidup; di satu sisi, 'kata' ini menjadi sosok yang menakutkan, terutama bagi orang-orang yang sudah bersepakat satu sama lain dalam komitmen--entah hubungan, entah profesional. Tapi, di sisi yang lainnya, meski tak jarang dibilang nekat, 'kata' ini menjadi alternatif yang menakutkan, tapi juga menyenangkan; ibarat kata permainan 'petak umpet'. Tapi, apa iya seperti itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang, pertanyaannya, bilamana selingkuh atau perselingkuhan itu hadir? Lantaran ketidakpuasan? Keterpaksaan? Atau, ketidaksengajaan? Saat ini, saya menyetujui ketiganya. Bahkan, hal-hal yang tidak terduga sekalipun, hal-hal yang kecil, bisa menjadi pemicu munculnya 'kegiatan sampingan; ini. Kalau boleh mengambil contoh, misalnya, &lt;em&gt;chatting&lt;/em&gt; malam-malam sama temen apalagi mantan pacar. (Ups! Mudah-mudahan nggak ada yang tersinggung, hehehe). Eh, kalau mau yang 'sederhana' lagi misalnya, papasan sama seseorang, dapet satu &lt;em&gt;clue &lt;/em&gt;tentang orang itu, trus 'selancar' di &lt;em&gt;friendster&lt;/em&gt; atau yang lagi keren sekarang, &lt;em&gt;facebook &lt;/em&gt;buat cari info lebih dalam, trus jadi, deh. (hehehe, kalo yang ini sih memang bener-bener niat, yah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ohya, selain itu, percaya atau nggak, selingkuh menjadi cerita yang indah yang cuma jadi mimpi basah di siang bolong buat para single-wan atau single-wati. sedangkan bagi sebagian orang yang sudah berpasangan, 'selingkuh' adalah ketakutan. (hehehe, ironis, yah) Kenapa bisa begitu? karena sayangnya stigma selingkuh hanya kejadian khusus pada orang-orang yang sudah berpasangan--seperti yang udah gue bilang di awal. konsekuensi orang berpasangan adalah komitmen, janji untuk bersetia satu sama lain. setia dalam apa? apapun, dari urusan makan nasi sepiring berdua sampe tidur seranjang berdua. nah, selingkuh bisa dikatakan sebagai 'penghianatan' dari komitmen dan orang lain. sedangkan, orang &lt;em&gt;single&lt;/em&gt;, belum punya sesuatu untuk dikhianati itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kalau bicara mengenai pendefinisian secara harafiah, 'selingkuh' bisa dibilang 'melakukan urusan di luar hal yang utama', atau sederhanya, kita sebut saja 'selingan'. Dari bentukan katanya aja sebenarnya udah keliatan, 'selingkuh', bisa jadi dari kata dasar 'seling' yang mendapat akhiran -an, dipadankan dengan suku kata 'kuh', yang mungkin diambil dari kata 'merengkuh'. Lalu jadilah &lt;em&gt;se.ling.kuh&lt;/em&gt;. yang dalam bahasa Inggris dikenal dengan kata &lt;em&gt;affair&lt;/em&gt;. Uniknya, kata &lt;em&gt;affair&lt;/em&gt; kalau diartikan dalam bahasa Indonesia, bisa berarti 'urusan'. Nah, 'selingkuh sendiri nyatanya memang melakukan suatu 'urusan', kan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;apakah selingkuh terbatas pada seks?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(tulisan ini belum selesai, lain waktu akan gue terusin lagi, yah).&lt;br /&gt;salam.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script type="text/javascript"&gt;&lt;!--
google_ad_client = "pub-7370497373229527";
//120x240, created 1/25/08
google_ad_slot = "7402765404";
google_ad_width = 120;
google_ad_height = 240;
//--&gt;&lt;/script&gt;
&lt;script type="text/javascript"
src="http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/show_ads.js"&gt;
&lt;/script&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/26746165-2390631463210847769?l=dapurkata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dapurkata.blogspot.com/feeds/2390631463210847769/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=26746165&amp;postID=2390631463210847769&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26746165/posts/default/2390631463210847769'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26746165/posts/default/2390631463210847769'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dapurkata.blogspot.com/2008/01/selingkuh-selinganku.html' title='selingkuh, selinganku?'/><author><name>hapissulaiman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16790793606815881020</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_F8V7weUK5UU/SR1KDCxBcdI/AAAAAAAAAU4/ZI0eGmxmYO4/S220/100_4751-edit.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_F8V7weUK5UU/R5rWBvn_WKI/AAAAAAAAAI8/YcwL2_InMq4/s72-c/Selingkuh%5B13%5D.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-26746165.post-8663174840183538118</id><published>2007-12-29T01:46:00.000+07:00</published><updated>2007-12-29T02:14:15.093+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sehat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='herbal'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tanaman obat'/><title type='text'>alternative healt solution</title><content type='html'>&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;Herbal Remedies&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;yang hijau, yang bikin sehat&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;&lt;div align="left"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;SETELAH membaca artikel ini, jangan sembarangan menilai tumbuhan yang Anda lihat di sembarang tempat. Beberapa tumbuhan, baik batang, buah, umbi, ataupun daunnya, terbukti secara medis dan diakui secara turun-temurun memiliki khasiat yang mampu menyembuhkan sakit Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_F8V7weUK5UU/R3VF5ZkryxI/AAAAAAAAAE8/xPiHefMNBTI/s1600-h/daundewa.jpg"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_F8V7weUK5UU/R3VH7JkryzI/AAAAAAAAAFM/BARzhjdfPxo/s1600-h/daundewa.jpg"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_F8V7weUK5UU/R3VKSZkry5I/AAAAAAAAAF8/5B0nrrcKGkg/s1600-h/daundewa.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5149103428930882450" style="CURSOR: hand" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_F8V7weUK5UU/R3VKSZkry5I/AAAAAAAAAF8/5B0nrrcKGkg/s200/daundewa.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;DAUN DEWA&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Tanaman yang tergolong tanaman semak tahunan ini mengandung &lt;em&gt;saponin&lt;/em&gt;, &lt;em&gt;flavonoid&lt;/em&gt;, minyak atsiri, dan antikoagulan. Tak heran jika tanaman yang kerap dikenali sebagai &lt;em&gt;Sambung Nyawa&lt;/em&gt; (khususnya di Jawa Tengah) ini punya segudang khasiat. Salah satunya adalah untuk mengatasi &lt;em&gt;stroke&lt;/em&gt; (umbi daun). Selain stroke, daun dan umbi tanaman daun dewa juga memiliki khasiat sebagai obat rematik (daun), kencing manis (daun), perdarahan dan payudara membengkak (daun), jantung (umbi daun), luka bakar atau luka teriris (umbi daun), gigitan binatang buas (umbi), flek hitam pada wajah (getah daunnya), diabetes, dan berbagai penyakit dalam (rebusan daun keringnya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_F8V7weUK5UU/R3VGIZkryyI/AAAAAAAAAFE/oJvjHooQn4o/s1600-h/brotowali.jpg"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_F8V7weUK5UU/R3VIEpkry0I/AAAAAAAAAFU/ZkPW6tp4gTc/s1600-h/brotowali.jpg"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_F8V7weUK5UU/R3VKbZkry6I/AAAAAAAAAGE/CsKF9HtOg7g/s1600-h/brotowali.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5149103583549705122" style="CURSOR: hand" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_F8V7weUK5UU/R3VKbZkry6I/AAAAAAAAAGE/CsKF9HtOg7g/s200/brotowali.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;BROTOWALI&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Termasuk familia &lt;em&gt;Menispermaceae&lt;/em&gt;, tumbuh ini dapat ditemui di daerah pantai. Mengandung zat pahit &lt;em&gt;pikroretin&lt;/em&gt; dan &lt;em&gt;alkaloid&lt;/em&gt; &lt;em&gt;berberina&lt;/em&gt;, tanaman ini berkhasiat untuk beragam pengobatan, seperti membersihkan luka dan koreng, menyembuhkan gatal-gatal pada kulit, menambah nafsu makan, mengobati malaria, demam, hepatitis, diabetes, dan rematik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_F8V7weUK5UU/R3VIMpkry1I/AAAAAAAAAFc/Ca4VvJ2muSc/s1600-h/sangketan-bandotan.jpg"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_F8V7weUK5UU/R3VKlpkry7I/AAAAAAAAAGM/VgA5zI1v5OI/s1600-h/sangketan-bandotan+copy.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5149103759643364274" style="CURSOR: hand" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_F8V7weUK5UU/R3VKlpkry7I/AAAAAAAAAGM/VgA5zI1v5OI/s200/sangketan-bandotan+copy.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;BANDOTAN&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Tanaman termasuk familia &lt;em&gt;Compositae&lt;/em&gt; dan banyak tumbuh di sawah, ladang, semak belukar, halaman kebun, tepi jalan, tanggul, dan tepi air. Tanaman ini memiliki banyak nama lain, seperti &lt;em&gt;Tahi Anjing, Tahi Asu, Selasdeh Dandi, Wedusan&lt;/em&gt; (Jawa), atau &lt;em&gt;Ki B&lt;/em&gt;au (Sunda). Mengandung &lt;em&gt;kumarine&lt;/em&gt;, &lt;em&gt;eugenol&lt;/em&gt; 5%, dan HCN, tanaman ini berkhasiat untuk menurunkan panas, obat mencret (disentri), serta obat luka (obat luar).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_F8V7weUK5UU/R3VIrZkry3I/AAAAAAAAAFs/qSB6pCuHlzE/s1600-h/asam+jawa.jpg"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_F8V7weUK5UU/R3VKt5kry8I/AAAAAAAAAGU/bmTUwCk3_jw/s1600-h/asam+jawa2.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5149103901377285058" style="CURSOR: hand" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_F8V7weUK5UU/R3VKt5kry8I/AAAAAAAAAGU/bmTUwCk3_jw/s200/asam+jawa2.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;ASAM JAWA&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Memiliki nama ilmiah &lt;em&gt;Tamarindus Indica L.&lt;/em&gt; tamanan ini termasuk familia &lt;em&gt;Caesalpiniaceae&lt;/em&gt; yang memiliki kandungungan asam yang tinggi. Seringkali ditemui di tepi-tepi jalan raya (sebagai pohon perindang), buah tanaman ini berkhasiat untuk mengobati bisul, jerawat, gatal, batuk kering, sariawan, campak, borok (luka berair dan bernanah, gatal, dan pedih), serta masalah kewanitaan seperti nyeri haid, haid bau anyir, dan keputihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_F8V7weUK5UU/R3VI0Jkry4I/AAAAAAAAAF0/0LwtGOS7w80/s1600-h/Belimbing_wuluh.jpg"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_F8V7weUK5UU/R3VK1pkry9I/AAAAAAAAAGc/sC0kFMg8BOQ/s1600-h/Belimbing_wuluh.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5149104034521271250" style="CURSOR: hand" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_F8V7weUK5UU/R3VK1pkry9I/AAAAAAAAAGc/sC0kFMg8BOQ/s200/Belimbing_wuluh.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;BELIMBING WULUH&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Untuk batangnya, Belimbing Wuluh mengandung saponin, tanin, &lt;em&gt;glucoside&lt;/em&gt;, kalsium oksalat, sulfur, dan asam format; sedangkan daunnya mengandung tanin, sulfur, asam format, dan perokside. Belimbing Wuluh berkhasiat untuk mengobati gusi berdarah, jerawat, tekanan darah tinggi, diabetes, sakit gigi (buah); obat batuk (daun, bunga, buah), gondongan (daun), rematik (daun), dan sariawan (bunga). &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;(dari berbagai sumber)&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script type="text/javascript"&gt;&lt;!--
google_ad_client = "pub-7370497373229527";
//120x240, created 1/25/08
google_ad_slot = "7402765404";
google_ad_width = 120;
google_ad_height = 240;
//--&gt;&lt;/script&gt;
&lt;script type="text/javascript"
src="http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/show_ads.js"&gt;
&lt;/script&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/26746165-8663174840183538118?l=dapurkata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dapurkata.blogspot.com/feeds/8663174840183538118/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=26746165&amp;postID=8663174840183538118&amp;isPopup=true' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26746165/posts/default/8663174840183538118'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26746165/posts/default/8663174840183538118'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dapurkata.blogspot.com/2007/12/alternative-healt-sollution.html' title='alternative healt solution'/><author><name>hapissulaiman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16790793606815881020</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_F8V7weUK5UU/SR1KDCxBcdI/AAAAAAAAAU4/ZI0eGmxmYO4/S220/100_4751-edit.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_F8V7weUK5UU/R3VKSZkry5I/AAAAAAAAAF8/5B0nrrcKGkg/s72-c/daundewa.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-26746165.post-1356408896885383949</id><published>2007-12-21T22:03:00.000+07:00</published><updated>2007-12-29T02:46:46.199+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tradisi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='festive'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tahun baru'/><title type='text'>new year festive</title><content type='html'>&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;New Year’s Festive Around The World&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;yang unik-unik dari mancanegara&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sejumlah negara di berbagai belahan dunia, menyambut dan merayakan tahun baru ternyata nggak selalu dengan dar-der-dor petasan dan prat-pret-prot terompet, layaknya di Jakarta. Ada beberapa negara lain yang memiliki kebiasaan unik saat merayakan pergantian tahun. &lt;em&gt;Let’s see them!&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_F8V7weUK5UU/R2vZipkryoI/AAAAAAAAAD0/swQ-4Huw50M/s1600-h/brazil-flag.jpg"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_F8V7weUK5UU/R3VRlpkry-I/AAAAAAAAAGk/sFBEB0m4Hhw/s1600-h/edit-brazil.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5149111456224758754" style="CURSOR: hand" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_F8V7weUK5UU/R3VRlpkry-I/AAAAAAAAAGk/sFBEB0m4Hhw/s200/edit-brazil.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Brazil&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Lemanja adalah dewa laut yang terkenal dalam legenda masyarakat di negara ini. Untuk menghargai Dewa Lemanja, pada tengah malam setiap 1 Januari, dengan berbaju putih bersih masyrakat Brazil berbondong-bondong menuju pantai. Mereka menaburkan bunga di laut, mengubur mangga, pepaya, dan semangka di pasir pantai sebagai tanda penghormatan terhadap sang dewa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_F8V7weUK5UU/R2vZ7JkryrI/AAAAAAAAAEM/QEeMqArIZd4/s1600-h/ItalyF.jpg"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_F8V7weUK5UU/R3VRtJkry_I/AAAAAAAAAGs/nPU38eaVyR0/s1600-h/edit-italy.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5149111585073777650" style="CURSOR: hand" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_F8V7weUK5UU/R3VRtJkry_I/AAAAAAAAAGs/nPU38eaVyR0/s200/edit-italy.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Italia&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Di Naples, salah satu kota di Italia, ada kebiasaan unik, melemparkan barang-barang yang sudah usang atau tidak terpakai lagi ke luar jendela tepat pukul 24:00 pada 31 Desember. Nah, apabila Anda berjalan-jalan di Naples pada 1 Januari, jangan heran apabila Anda menemukan banyak peralatan dapur, lemari es dan barang-barang rongsokan lainnya yang tersebar di jalanan. Boleh dibawa pulang, nggak, ya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_F8V7weUK5UU/R2vaDpkrysI/AAAAAAAAAEU/8N1owrl-owY/s1600-h/JapanF.jpg"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_F8V7weUK5UU/R3VRz5krzAI/AAAAAAAAAG0/3W3JdV_Gm5E/s1600-h/edit-japan.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5149111701037894658" style="CURSOR: hand" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_F8V7weUK5UU/R3VRz5krzAI/AAAAAAAAAG0/3W3JdV_Gm5E/s200/edit-japan.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Jepang&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Di setiap tahun baru, masyarakat Jepang biasanya menikmati santapan yang terdiri dari tiga jenis makanan yang sudah diawetkan, yaitu telur ikan (sebagai simbol kemakmuran), ikan sardin asap (biasa disebut &lt;em&gt;tatsukuri&lt;/em&gt;, berarti tanah yang subur), dan manisan tumbuhan laut (yang merupakan simbol perayaan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_F8V7weUK5UU/R2vZrZkrypI/AAAAAAAAAD8/z8nzZU1YKvk/s1600-h/GERMAN%20FLAG.jpg"&gt;&lt;/a&gt;&lt;strong&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_F8V7weUK5UU/R3VR-ZkrzBI/AAAAAAAAAG8/DPov_qoGTnU/s1600-h/edit-germany.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5149111881426521106" style="CURSOR: hand" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_F8V7weUK5UU/R3VR-ZkrzBI/AAAAAAAAAG8/DPov_qoGTnU/s200/edit-germany.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Jerman&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Menurut kepercayaan masyarakat Jerman, jika mereka menyantap sisa hidangan pesta perayaan &lt;em&gt;new year’s eve&lt;/em&gt; pada 1 Januari, mereka tidak akan kekurangan pangan selama setahun penuh. Di Berlin, makanan klasik yang biasa disajikan di hari istimewa ini ialah ikan mas. Uniknya, duri ikan mas tersebut akan dibagi-bagikan kepada tamu untuk dibawa pulang sebagai good luck charm pada tahun itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_F8V7weUK5UU/R2vaeJkryuI/AAAAAAAAAEk/C5yBg8-m6Zc/s1600-h/KoreaR.F.jpg"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_F8V7weUK5UU/R3VSGpkrzCI/AAAAAAAAAHE/h47qZJg-lTI/s1600-h/edit-korea.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5149112023160441890" style="CURSOR: hand" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_F8V7weUK5UU/R3VSGpkrzCI/AAAAAAAAAHE/h47qZJg-lTI/s200/edit-korea.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Korea&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Kalau di Indonesia orang Indonesia punya sapaan, “Sudahkah Anda minum Yakult hari ini?” masyarakat Korea juga memiliki sapaan akrab di setiap tahun baru, “Sudahkah Anda makan &lt;em&gt;Thuck-Gook&lt;/em&gt;?” Menurut kepercayaan masyarakat Korea, apabila pada malam pergantian tahun mereka menyantap kaldu daging sapi dengan potongan telur dadar dan kerupuk nasi atau &lt;em&gt;thuck gook&lt;/em&gt;, mereka percaya bahwa mereka tidak akan menjadi tua pada tahun itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_F8V7weUK5UU/R2vaOJkrytI/AAAAAAAAAEc/4sKBPxUPvak/s1600-h/untitled.jpg"&gt;&lt;/a&gt;&lt;strong&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_F8V7weUK5UU/R3VSN5krzDI/AAAAAAAAAHM/X-qK-hYm-54/s1600-h/edit-spain.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5149112147714493490" style="CURSOR: hand" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_F8V7weUK5UU/R3VSN5krzDI/AAAAAAAAAHM/X-qK-hYm-54/s200/edit-spain.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Spanyol&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Setiap 31 Desember, ketika jam berdenting menunjukkan tepat tengah malam, masyarakat Spanyol biasanya menyantap anggur dan berdoa. Jumlah anggur yang dimakan biasanya hanya 12 biji, dengan maksud untuk 12 harapan pada 12 bulan di tahun yang akan datang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_F8V7weUK5UU/R2vZzJkryqI/AAAAAAAAAEE/F9X6yunEBkE/s1600-h/greekflag.jpg"&gt;&lt;/a&gt;&lt;strong&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_F8V7weUK5UU/R3VSfJkrzEI/AAAAAAAAAHU/KY8nKA3WwSQ/s1600-h/edit-greek.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5149112444067236930" style="CURSOR: hand" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_F8V7weUK5UU/R3VSfJkrzEI/AAAAAAAAAHU/KY8nKA3WwSQ/s200/edit-greek.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Yunani&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Menurut orang Yunani buah delima melambangkan kesuburan dan kesuksesan. Pada setiap 1 Januari, masyarakat Yunani menebarkan biji buah delima ke arah pintu rumah, toko, atau perkantoran demi kesuburan dan kesuksesan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;*mengutip (sudah melalui edit) dari &lt;/span&gt;&lt;a href="http://oryza.blogsome.com/"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;http://oryza.blogsome.com/&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt; dengan judul asli &lt;em&gt;Tradisi Unik Tahun Baru&lt;/em&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script type="text/javascript"&gt;&lt;!--
google_ad_client = "pub-7370497373229527";
//120x240, created 1/25/08
google_ad_slot = "7402765404";
google_ad_width = 120;
google_ad_height = 240;
//--&gt;&lt;/script&gt;
&lt;script type="text/javascript"
src="http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/show_ads.js"&gt;
&lt;/script&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/26746165-1356408896885383949?l=dapurkata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dapurkata.blogspot.com/feeds/1356408896885383949/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=26746165&amp;postID=1356408896885383949&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26746165/posts/default/1356408896885383949'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26746165/posts/default/1356408896885383949'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dapurkata.blogspot.com/2007/12/new-year-festive.html' title='new year festive'/><author><name>hapissulaiman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16790793606815881020</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_F8V7weUK5UU/SR1KDCxBcdI/AAAAAAAAAU4/ZI0eGmxmYO4/S220/100_4751-edit.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_F8V7weUK5UU/R3VRlpkry-I/AAAAAAAAAGk/sFBEB0m4Hhw/s72-c/edit-brazil.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-26746165.post-2154290847524096742</id><published>2007-12-19T20:25:00.000+07:00</published><updated>2007-12-19T20:44:39.216+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='global warming'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cocok tanam'/><title type='text'>bersiasat dengan pemanasan global</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_F8V7weUK5UU/R2kgJZkrylI/AAAAAAAAADc/Z3tdF5II8E8/s1600-h/hpim2656.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5145679395103165010" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_F8V7weUK5UU/R2kgJZkrylI/AAAAAAAAADc/Z3tdF5II8E8/s320/hpim2656.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;Bercocok Tanam dan Teras Rumah&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Hobi yang berbuah bisnis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seiring perkembangan jaman dan kemajuan teknologi, bentuk kebudayaan bercocok tanam mengalami perubahan, menyesuaikan diri dengan perilaku masyarakatnya. Kalau dulu bercocok tanam membutuhkan lahan luas di areal tanah terbuka, kini kegiatan ini bisa dirampingkan ke pot-pot di halaman rumah. Contoh lainnya, kalau dulu bercocok tanam sebagai mata pencarian, kegiatan ini kini menjadi penyaluran hobi sekaligus pengusir stres&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berangkat dari kesenangan pada tanaman, mempercantik pekarangan kosong di rumah, hingga kebutuhan relaksasi, semakin banyak orang yang menekuni bidang bercocok tanam atau mengoleksi tanaman. Dengan memanfaatkan ruang-ruang kosong di setiap jengkal rumah, para peminat hobi ini, menghiasi rumah mereka dengan berbagai tumbuhan, terutamanya tanaman hias dengan beragam teknik penanaman. Selain tidak membutuhkan lahan luas, hobi ini bisa dibilang tidak terlalu merepotkan perawatan—bisa dilakukan setelah menyelesaikan aktivitas sehari-hari atau pada saat &lt;em&gt;weekend&lt;/em&gt;. Nyatanya, memang ada kesejukan dan kesenangan tersendiri saat merawat dan memperhatikan keindahan tanaman-tanaman tersebut. Untuk memulainya, kegiatan bercocok tanam ini juga tidak terlampau mahal, aneka jenis tanaman, mulai dari tanaman buah, tanaman daun, hingga tanaman bunga, dijual dengan harga yang terjangkau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Uniknya, hobi bercocok tanam ini justru menghadirkan peluang bisnis. Terbukti dengan munculnya varietas-varietas tanaman hias baru yang menjadi incaran banyak orang dan harganya pun ikut melambung, hingga jutaan rupiah perbatangnya. Salah satu jenis tanaman yang sedang booming saat ini adalah Aglonema dan Adenium. Bisa Anda bayangkan keuntungan yang diraup dari bidang ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak terbatas pada kebutuhan mempercantik pekarangan, tanpa disadari, hobi ini telah membantu ‘mendinginkan’ dunia yang tengah gencar dilanda kampanye &lt;em&gt;Global Warning&lt;/em&gt;! Hobi bercocok tanam menjadi salah satu bentuk kegiatan yang memulihkan keasrian bumi ini. &lt;em&gt;So&lt;/em&gt;, bayangkan kalau setiap rumah di Jakarta memiliki setidaknya sepuluh tanaman, kekhawatiran terhadap pemanasan global bisa sedikit diredup.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script type="text/javascript"&gt;&lt;!--
google_ad_client = "pub-7370497373229527";
//120x240, created 1/25/08
google_ad_slot = "7402765404";
google_ad_width = 120;
google_ad_height = 240;
//--&gt;&lt;/script&gt;
&lt;script type="text/javascript"
src="http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/show_ads.js"&gt;
&lt;/script&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/26746165-2154290847524096742?l=dapurkata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dapurkata.blogspot.com/feeds/2154290847524096742/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=26746165&amp;postID=2154290847524096742&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26746165/posts/default/2154290847524096742'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26746165/posts/default/2154290847524096742'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dapurkata.blogspot.com/2007/12/bersiasat-dengan-pemanasan-global.html' title='bersiasat dengan pemanasan global'/><author><name>hapissulaiman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16790793606815881020</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_F8V7weUK5UU/SR1KDCxBcdI/AAAAAAAAAU4/ZI0eGmxmYO4/S220/100_4751-edit.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_F8V7weUK5UU/R2kgJZkrylI/AAAAAAAAADc/Z3tdF5II8E8/s72-c/hpim2656.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-26746165.post-3239964299749234165</id><published>2007-12-19T01:17:00.000+07:00</published><updated>2007-12-19T01:51:14.197+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='gaya hidup'/><title type='text'>kejayaan 70-an, 80-an, dan 90-an</title><content type='html'>&lt;a href="http://germes-online.com/direct/dbimage/50329339/Adjustable_In_Line_Skate.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px;" src="http://germes-online.com/direct/dbimage/50329339/Adjustable_In_Line_Skate.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.interactivadigital.com/fotos/comun/actualidad/OCTUBRE06/ESTRATEGIAS/7upbolet1.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px;" src="http://www.interactivadigital.com/fotos/comun/actualidad/OCTUBRE06/ESTRATEGIAS/7upbolet1.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;strong&gt;Being 70’s, 80’s, 90’s&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;antara kreatif dan maksa&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Jujur&lt;/strong&gt; aja, dari gue lahir, tumbuh, dan hingga jadi seperti sekarang ini, gue sudah melewati 4 dekade; akhir dekade 70-an, dekade 80-an, dekade 90-an, dan tahun-tahun 2000-an. Ya, lumayan tua, memang, tapi bangga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, bukan soal tua atau muda-nya usia gue yang akan gue bahas sekarang. Saat ini, gue ingin bicara soal kebanggaan gue menikmati masa-masa yang gue lalui dengan segala aktivitas yang ‘jaya’ pada masanya. Aktivitas apa aja yang in waktu? Loe semua liat aja di bawah ini. tapi, nanti yah. Sekarang gue mau sok-sok-an berfilosofi dulu, bicara hal-hal yang serius sedikit, biar tulisan dan pikiran yang gue tuangin di sini ada ‘isi’-nya, biarpun sedikit. Betul, hun?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Well&lt;/em&gt;, mungkin hal-hal yang ‘jaya’ pada jaman muda-nya gue dulu, kini udah jadi sesuatu yang norak, basi banget, dan ketinggalan jaman. Ya, jelas ketinggalan jaman, lah, wong jamannya aja berubah. Basi banget dan norak? Ya jelas aja, sudah terlalu banyak perkembangan dan inovasi yang lahir seiring kemajuan jaman. Jadi akan sangat aneh, contohnya, bila kita masih ngetik dengan mesin tik sementara komputer udah ada di mana-mana dan jelas-jelas membuat pekerjaan kita menjadi jauh lebih efektif. Maaf, ini bukan untuk menyinggung orang-orang tua yang bekerja di kantor-kantor pemerintahan yang kekeuh mempertahankan eksistensi mesin tik untuk menemani kerja mereka—padahal karena memang mereka udah kelanjur nggak bisa mainin komputer aja. Ups, maaf, jadi melantur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oke, lanjut. Meski dengan keterbatasan—paling tidak dikarena belum ada peranti yang seperti sekarang ini—hal-hal yang jaya pada jaman-jaman yang gue lalui itu sangat menyenangkan, seru, dan unik. Ya, paling tidak, cukup memuaskan untuk selera pada saat itu. Coba aja tanya sama kakak-kakak loe yang lahir dan besar sejaman dengan gue.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, udah mau tau apa-apa aja yang ‘jaya’ pada jaman gue dulu itu? Tapi, mohon maaf kalo data ini tidak lengkap. &lt;em&gt;Wong&lt;/em&gt;, saya cuma mengumpulkan dari berbagai sumber. Oke, ini dia:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Main ABC Lima Dasar…(menyebutkan nama negara, nama binatang, artis, atau lain sebagai berdasarkan huruf awalnya)&lt;br /&gt;2. Judi kecil-kecilan, mirit alias tebak-tebakan angka di uang kertas (kalau tebakannya tepat, bisa dapat 100, 500, atau seceng dari yang lain).&lt;br /&gt;3. Nge-BM alias Berani Mati, Bonceng Mobil, atawa numpang mobil open pick up, atau truk. Soal jarak nggak masalah yang penting rame-rame. Kalo nekad malah bisa sampai keluar kota atau kalo lagi sial ya pas lari-lari ngejar truk, kepeleset jatuh dan….&lt;br /&gt;4. Pas jaman-jamannya masih cupu, pulang sekolah, waktu masih SMP atau SMA kelas 1 atau 2, kalo mau selamat barang-barang berharga diumpetin di tempat yang aman dan tersembunyi. Takut dipalak—istilah keren waktu itu ‘ditotok’. Duit, topi, jam tangan, sama sepatu biasanya jadi incaran para ‘penotok’ yang biasanya anak-anak SMP atau SMA lain yang lebih serem. Jadi, waktu itu, kalo loe lagi megang duit banyak harus diumpetin, di kolor, biasanya. Hehehe, mantap, siapa juga yang mau ambil itu duit yan udah bau keringet selangkangan loe!!!&lt;br /&gt;5. Sepatu &lt;em&gt;boot&lt;/em&gt; ala ABRI merk Dok Mart (katanya sih kependekan dari Dokter Marteen)&lt;br /&gt;6. &lt;em&gt;Wardrobe&lt;/em&gt; merk Alien Workshop dari baju, celana, topi, papan &lt;em&gt;skate&lt;/em&gt;, dan selancar.&lt;br /&gt;7. Jadi Korban Celana Bergaris (KCB) merk Mambo.&lt;br /&gt;8. Ngoleksi Grifone.&lt;br /&gt;9. Ngumpulin pernak-pernik yang bergambar Fido Dido.&lt;br /&gt;10. Maen &lt;em&gt;In-Line Skate &lt;/em&gt;(&lt;em&gt;roller blade&lt;/em&gt;) di Senayan atau di depan rumah.&lt;br /&gt;11. Beli dan pake sepatu Reebok Pump (katanya sih bisa lompat lebih tinggi).&lt;br /&gt;12. Sepatu La Gear Light (lampunya kelap-kelip kayak lampu &lt;em&gt;sign&lt;/em&gt;).&lt;br /&gt;13. Loe masih dikasih kesempatan liat Michael Jackson dengan warna kulit aslinya!!&lt;br /&gt;14. Gaya rambut model Skin Dalem.&lt;br /&gt;15. Cewek-cewek juga nggak mau kalah, rambutnya dipotong ala Demi Moore&lt;br /&gt;16. Kurang suka sama Skin Dalem, bisa milih gaya Jambul Tin-Tin&lt;br /&gt;17. Koin cepean logam jadi barang berharga waktu itu, buat main Ding Dong&lt;br /&gt;18. Gak sempet ke Ding Dong (dulu ada Aldiron-Blok M) bisa mainan &lt;em&gt;gimbot&lt;/em&gt; di abang-abang tukang agar-agar—50 perak setengah jam. Itu &lt;em&gt;gimbot&lt;/em&gt;, yang biasanya koboy tembak-tembakan atau kapal perang, diikat pake tali, maininnya sambil jongkok, dan kalo waktunya abis, talinya ditarik-tarik sama abang-abangnya.&lt;br /&gt;19. Jam jengkol merk Pop Swatch. Jam yang segede gaban dan bisa dicantelin di kaos.&lt;br /&gt;20. Ngeceng? Parkit (Parkir Timur) dan Blok M yang dulu cuma secuprit jadi lokasi heboh.&lt;br /&gt;21. Stiker Panini yang hologram jadi incaran.&lt;br /&gt;17. Koleksi Kartu Basket, jagoannya tidak lain dan tidak buka, Michael Jordan.&lt;br /&gt;18. Koleksi Kartu Dragon Ball pake tuker-tukeran.&lt;br /&gt;19. Cewek-cewek koleksi dan tuker-tukeran stiker luthu-luthu (ada yang bludru juga). Gosipnya kalo warna atas dan bawah sama berarti asli!)&lt;br /&gt;20. Cewek juga maen orang-orangan dari kertas yang bisa diganti-ganti bajunya (dari kertas juga) yang dijual di abang-abang tukang gimbot atau agar-agar tadi.&lt;br /&gt;21. Tamiya, jangan lupa. Masih inget sama Yonkuro, kan?&lt;br /&gt;22. Mie kering jigoan, Anak Mas&lt;br /&gt;23. Beli Coklat Ayam&lt;br /&gt;24. Olah raga mulut, permen karet Yosan Gum. Iseng-iseng berhadiah, sekalian ngumpulin huruf-hurufnya Y– O – S – A – N (tapi yang "N" susah banget dapetnya. Apa lupa diproduksi sama pabriknya yah)&lt;br /&gt;26. Beli sablonan label adidas dan lain-lain buat ditempel pake setrikaan di tas, celana, dan lain-lain&lt;br /&gt;28. Nonton kartun &lt;em&gt;Remi, Lika Liku Laki-Laki,&lt;/em&gt; dan &lt;em&gt;Gara-Gara&lt;/em&gt;, pake kaca mata 3 dimensi (hehehe, kebayang, waktu itu gampang banget dibodohinnya, yah)&lt;br /&gt;29. Setelah era alien, ganti musim baju-bajunya Point Break (Stussy, Mossimo, Billabong, dan lain-lain).&lt;br /&gt;30. Bukan main bangganya pake tas tipis merk Alpina.&lt;br /&gt;31. Nonton Kotaro Minami jadi &lt;em&gt;Ksatria Baja Hitam&lt;/em&gt;. Oh ya, ini pertama kalinya juga Doraemon hadir di &lt;em&gt;RCTI&lt;/em&gt; ngalahin &lt;em&gt;Si Unyil&lt;/em&gt; dan &lt;em&gt;Panggung Hiburan Anak&lt;/em&gt;-nya &lt;em&gt;TVRI&lt;/em&gt; tiap Minggu pagi.&lt;br /&gt;32. Malem-malem jam 20:00 WIB, pantengin &lt;em&gt;RCTI&lt;/em&gt;, ada &lt;em&gt;Air Wolf, Knight Rider&lt;/em&gt;, dan &lt;em&gt;the legend Mac Gyver&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;33. Biar dibilang anak gaul, rajin-rajin nonton &lt;em&gt;Beverly Hills&lt;/em&gt; dan &lt;em&gt;Melrose Place.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;34. Slank dan Dewa 19 baru nongol. Wah, kalo Master Mister Ahmad Dani cupu banget!&lt;br /&gt;35. Beli topi harus 8 jahitan berderet. Nggak boleh kurang, kalo lebih atau kurang itu palsu!&lt;br /&gt;36. Niat banget nyolongin resleting YKK atau Alpina buat gantungan gelang dan kalung&lt;br /&gt;37. Belum punya HP. HP harganya masih selangit, buat &lt;em&gt;sim card&lt;/em&gt;-nya aja perlu duit Rp500 ribu. Masih jamannya pager!&lt;br /&gt;38. Biar nggak dibilang cupu, ikut aliran musik, &lt;em&gt;punk, grindcore&lt;/em&gt;, atau &lt;em&gt;grunge&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;39. Musimnya &lt;em&gt;ska&lt;/em&gt; dengan &lt;em&gt;pogo-pogo&lt;/em&gt;-nya dan tas koper atau Britpop, jaya-jayanya Oasis.&lt;br /&gt;40. Mantengin &lt;em&gt;Kuis Keluarga Lifebuoy&lt;/em&gt; bersama Cathy Bon. Ke mana ya dia sekarang?&lt;br /&gt;41. Rajin nonton &lt;em&gt;Tak Tik Boom&lt;/em&gt; sama Bang Dede Yusuf.&lt;br /&gt;42. Berusaha keras nelepon biar bisa ikutan telekuis &lt;em&gt;Jari Jari&lt;/em&gt; bersama Mas Pepeng.&lt;br /&gt;43. Belajar bahasa Inggris yang menyenangkan bersama &lt;em&gt;Sesame Street.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;44. Rambut gaya &lt;em&gt;Stock On You.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;45. Ngumpulin Tazos dari Chiki, Chitos, dan ZetSet.&lt;br /&gt;46. Gaya dan Mc Hammer dan Vanilla Ice dengan celana gombrongnya lagi &lt;em&gt;hit&lt;/em&gt; banget.&lt;br /&gt;47. Sedih, Timor Timur lepas dari RI.&lt;br /&gt;48. Mobil Nasional, Timor, diluncurin.&lt;br /&gt;49. Mau daftar jadi KAMRA dan PHH.&lt;br /&gt;50. Melihara bayi binatang ala Tamagotchi.&lt;br /&gt;51. Main &lt;em&gt;Mortal Kombat, Street Fighter, Kontra&lt;/em&gt;, dan &lt;em&gt;Double Dragon&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;52. Nonton film di &lt;em&gt;Laser Disk&lt;/em&gt; (CD segede gaban, lumayan jernih gambarnya. Pantes aja jaman dulu nggak ada yang bawa bokep ke sekolah. Gampang bener ke-geep-nya.&lt;br /&gt;53. Sendal Hawaiinas, Neckerman, atau Carvil.&lt;br /&gt;54. Deg-degan setiap nonton pertandingan bulu tangkis Susi Susanti, Alan Budikusuma, Ardi BW, dan Ricky-Rexi.&lt;br /&gt;55. Ria Enes sama boneka Susannya sering banget nongol di tivi.&lt;br /&gt;56. Sinetron mulai muncul, kayak &lt;em&gt;Bella Vista, Noktah Merah Perkawinan&lt;/em&gt;, dan &lt;em&gt;Angin Tak Bisa Membaca&lt;/em&gt;. Inilah dimulainya penghancuran moral bangsa.&lt;br /&gt;57. pake jam G-Shock dan Baby-G&lt;br /&gt;58. Ngikutin telenovela &lt;em&gt;Maria Mercedes, Wild Rose&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;59. Mainan rautan kaca di sepatu buat ngintip celana dalem cewek.&lt;br /&gt;60. Wajib nonton &lt;em&gt;Dunia Dalam Berita&lt;/em&gt;-nya &lt;em&gt;TVRI&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;61. Ngapalin &lt;em&gt;RPUL – RPAL – BUKU PINTAR&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;62. Habis sepeda BMX, ada sepeda Mustang dan Federal, canggih ada gigi dan tanduknya.&lt;br /&gt;63. Kalimat &lt;em&gt;E Ge Pe&lt;/em&gt; emang gue pikirin, sering banget kedengeran.&lt;br /&gt;64. Sering ngomong "&lt;em&gt;Tau Aaah, Gelaaaap&lt;/em&gt;".&lt;br /&gt;65. Dapet salam dari Eko, Eeee, Kook Loyooo!&lt;br /&gt;66. Godain mbak-mbak penjaga tol, pake iklan "&lt;em&gt;Xon-C-nya Mana&lt;/em&gt;????"&lt;br /&gt;67. Mainan Donal Bebek, Mundur 3 Langkah.&lt;br /&gt;68. Ngata-ngatain temen pake nama bokapnya.&lt;br /&gt;69. Sering ngomong "&lt;em&gt;Di, Di, Yuk Maen Bola Lagi&lt;/em&gt;".&lt;br /&gt;70. Maen &lt;em&gt;gimbot&lt;/em&gt; yang bisa ngomong "&lt;em&gt;Bego Lo!... Oke Juga Lo&lt;/em&gt;".&lt;br /&gt;71. Mainan Tank Baja (kedua tangan kita digabung sama tangan temen, terus disilangin).&lt;br /&gt;72. Belajar gitar pake &lt;em&gt;MBS&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;73. Si Komo bikin macet jakarta (lebih parah daripada &lt;em&gt;busway&lt;/em&gt; sekarang).&lt;br /&gt;74. &lt;em&gt;Boyband&lt;/em&gt; kayak Coboy, Cool Color, ME naik daun.&lt;br /&gt;75. Nge-&lt;em&gt;rap&lt;/em&gt;-nya Iwa K dan Denada.&lt;br /&gt;76. Ngoleksi komik &lt;em&gt;Candy-Candy, Kung Fu Boy&lt;/em&gt;, dan &lt;em&gt;Dragon Ball.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;77. Yayuk Basuki masuk petenis peringkat 20 besar dunia.&lt;br /&gt;78. Parodinya Padhyangan Project dan Padhyangan 6 laku keras.&lt;br /&gt;79. Nyoba makan di tempat baru bernama Pizza Hut, dan Californian Pizza.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(dirangkum dari berbagai sumber, sudah diedit)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script type="text/javascript"&gt;&lt;!--
google_ad_client = "pub-7370497373229527";
//120x240, created 1/25/08
google_ad_slot = "7402765404";
google_ad_width = 120;
google_ad_height = 240;
//--&gt;&lt;/script&gt;
&lt;script type="text/javascript"
src="http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/show_ads.js"&gt;
&lt;/script&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/26746165-3239964299749234165?l=dapurkata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dapurkata.blogspot.com/feeds/3239964299749234165/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=26746165&amp;postID=3239964299749234165&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26746165/posts/default/3239964299749234165'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26746165/posts/default/3239964299749234165'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dapurkata.blogspot.com/2007/12/kejayaan-70-80-dan-90.html' title='kejayaan 70-an, 80-an, dan 90-an'/><author><name>hapissulaiman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16790793606815881020</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_F8V7weUK5UU/SR1KDCxBcdI/AAAAAAAAAU4/ZI0eGmxmYO4/S220/100_4751-edit.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-26746165.post-3557191538969311216</id><published>2007-12-17T22:23:00.000+07:00</published><updated>2007-12-17T22:28:44.094+07:00</updated><title type='text'>dalam tuhuh yang anu terdapat jiwa yang anu</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_F8V7weUK5UU/R2aVjpkryjI/AAAAAAAAADM/in3SSpC2QGE/s1600-h/r_p_162_1_aerobic+copy.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5144964064005048882" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_F8V7weUK5UU/R2aVjpkryjI/AAAAAAAAADM/in3SSpC2QGE/s400/r_p_162_1_aerobic+copy.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;Aerobik&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Jangan Malas Menggerakan Tubuh Untuk Sehat&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;Pernah berkunjung ke kawasan Stadion Gelora Bung Karno pada sore hari? Fenomena apa yang Anda saksikan di sekeliling stadion tersebut? Benar, banyak orang yang menghabiskan sore hari dengan berolah raga di sekeliling stadion kebanggaan Indonesia tersebut. mulai dari anak-anak hingga dewasa berbaur melakukan joging, meregangkan rubuh, berjalan-jalan santai, dan senam areobik yang dipandu seorang instruktur dengan iringan musik yang riang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tumbuhnya minat berolah raga di masyarakat kota seperti Jakarta, sebenarnya sudah dimulai sejak beberapa tahun belakangan, seiring dengan tumbuhnya kesadaran akan pentingnya kesehatan. Dengan kesadaran pentingnya kesehatan, semakin beragam pula kegiatan olah fisik yang dilakukan untuk menjaga vitalitas tubuh, salah satunya adalah senam aerobik. Lihat saja sekarang, latihan aerobik semakin diminati masyarakat, tak terbatas masyarakat kota yang melewati hari-harinya dengan berbagai kesibukan, namun juga di masyarakat pinggiran. Kenyataan lain yang membanggakan, demi memuaskan keinginan untuk berolah raga, masyarakat kota tidak saja menyerbu pusat-pusat kebugaran, namun juga fasilitas umum yang memungkinkan dilakukan senam aerobik ini atau mengikuti gelaran senam aerobik massal ditempat-tempat terbuka. Beberapa contoh tempat yang populer saat ini adalah kawasan Senayan, Monas, Ancol, dan sejumlah taman kota.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan kalau kita perhatikan, setiap Jumat pagi sejumlah instansi baik swasta maupun pemerintah, rutin menggelar senam aerobik bagi para karyawannya. Atau, setiap sore hari, hampir setiap kawasan permukiman di pinggiran kota juga digelar kegiatan senam aerobik bersama. Tua, muda, pria, wanita, maupun anak-anak tampak semangat mengikuti gerak sang instruktur senam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bicara lebih jauh mengenai aerobik, senam yang biasanya diiringi musik ini, digolongkan dalam dua kategori utama, aerobik low impact dan aerobik high impact. Dua alternatif ini memberikan pilihan kepada peminatnya untuk menentukan pilihan sesuai kemampuan fisik mereka. Aerobik low impact sangat baik bagi pemula juga mereka yang memiliki berat badan berlebih, dan wanita hamil. Gerakan-gerakan aerobik &lt;em&gt;low impact&lt;/em&gt; tidak sekuat aerobik &lt;em&gt;high impact&lt;/em&gt;. Setiap gerakannya, seperti menendang, jalan di tempat, salah satu kaki selalu berada di lantai. Sedangkan, &lt;em&gt;high impact&lt;/em&gt; banyak menggunakan gerakan joging, lari, dan lompat. Meski demikian, keduanya, baik yang &lt;em&gt;low impact&lt;/em&gt; (aerobik benturan ringan) maupun &lt;em&gt;high impact&lt;/em&gt; (benturan keras) sama-sama banyak peminatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengenai manfaat aerobik, menurut banyak pengakuan, latihan aerobik sangat bermanfaat untuk kebugaran tubuh. Latihan ini diyakini memberi banyak manfaat, antara lain meningkatkan daya tahan jantung, paru-paru, menguatkan otot-otot tubuh, kelenturan, membakar kalori, memperlancar peredaran darah, dan lain-lain. Tidak hanya manfaat pada fisik, dengan terbiasa melakukan gerakan aerobik, tubuh akan terasa segar dan luwes.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantas, jenis latihan apa saja yang harus dilakukan? Untuk meningkatkan daya tahan jantung dan paru-paru dapat dilakukan dengan jalan cepat, lari, bersepeda (stasioner maupun sepeda biasa), dan berenang. Sementara untuk menguatkan otot-otot dapat dilakukan dengan latihan beban. Sedangkan, untuk kelenturan dapat dilakukan dengan peregangan, baik dengan cara berdiri maupun duduk. Beberapa alat bantu yang sering digunakan, misalnya tembok, kursi, lemari, dan lain-lain. Untuk membakar lemak, senam aerobik low impact maupun high impact dapat menjadi pilihan. Manfaat positif pada tubuh akan lebih terasa bila latihan aerobik dilaksanakan secara rutin, tiga kali seminggu, rata-rata 30 menit setiap latihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, bagi Anda yang tidak sempat melaksanakan latihan aerobik sebenarnya bisa melakukan olah raga ringan lainnya setiap hari. Misalnya, dengan menaiki tangga gedung di tempat bekerja, memarkir kendaraan jauh-jauh sehingga ada kesempatan jalan kaki. Atau, Anda juga bisa melakukan hobi yang menggerakan tubuh, misalnya berkebun, menyapu, mengepel tanpa menggunakan pel bergagang, atau bersih-bersih rumah. Selamat mencoba!&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script type="text/javascript"&gt;&lt;!--
google_ad_client = "pub-7370497373229527";
//120x240, created 1/25/08
google_ad_slot = "7402765404";
google_ad_width = 120;
google_ad_height = 240;
//--&gt;&lt;/script&gt;
&lt;script type="text/javascript"
src="http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/show_ads.js"&gt;
&lt;/script&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/26746165-3557191538969311216?l=dapurkata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dapurkata.blogspot.com/feeds/3557191538969311216/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=26746165&amp;postID=3557191538969311216&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26746165/posts/default/3557191538969311216'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26746165/posts/default/3557191538969311216'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dapurkata.blogspot.com/2007/12/dalam-tuhuh-yang-anu-terdapat-jiwa-yang.html' title='dalam tuhuh yang anu terdapat jiwa yang anu'/><author><name>hapissulaiman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16790793606815881020</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_F8V7weUK5UU/SR1KDCxBcdI/AAAAAAAAAU4/ZI0eGmxmYO4/S220/100_4751-edit.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_F8V7weUK5UU/R2aVjpkryjI/AAAAAAAAADM/in3SSpC2QGE/s72-c/r_p_162_1_aerobic+copy.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-26746165.post-316107906605780965</id><published>2007-12-13T23:57:00.000+07:00</published><updated>2007-12-14T23:37:55.616+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='keluarga'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='family'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tahun baru'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='new year&apos;s eve'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='New Year'/><title type='text'>New Year's Eve with Family</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_F8V7weUK5UU/R2KxS5krydI/AAAAAAAAAB8/Ly3mOu6izyo/s1600-h/art1ax+copy.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5143868662660975058" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_F8V7weUK5UU/R2KxS5krydI/AAAAAAAAAB8/Ly3mOu6izyo/s400/art1ax+copy.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;strong&gt;Bersama Keluarga&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam tahun baru bisa menjadi momen yang tepat untuk bercengkrama dan merekatkan kembali ikatan kasih di antara anggota keluarga. Kehangatan dan keakraban bersama keluarga tentu akan terasa lebih mendalam saat semua anggota keluarga berkumpul dan berbagi cerita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan menggelar acara bersama keluarga di rumah, Anda tidak perlu repot-repot menyiapkan acara serta pusing memikirkan biaya yang akan dikeluarkan untuk malam tahun baru. Meski jauh dari riuh terompet atau gemerlap kembang api khas malam tahun baru, malam tahun baru Anda akan sangat berkesan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang bisa Anda lakukan? Sederhana saja, makan malam seadanya, lantas berkumpul di ruang keluarga menyaksikan tayangan televisi, bercengkrama, dan saling bertukar kado tahun baru, tentu akan sangat berkesan. Kalau memang cuaca sedang bagus, biarkan anak-anak Anda melanjutkan kegiatan dengan acara kembang api dan meniup terompet di halaman depan atau belakang saat &lt;em&gt;countdown&lt;/em&gt;. Seru, bukan?&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script type="text/javascript"&gt;&lt;!--
google_ad_client = "pub-7370497373229527";
//120x240, created 1/25/08
google_ad_slot = "7402765404";
google_ad_width = 120;
google_ad_height = 240;
//--&gt;&lt;/script&gt;
&lt;script type="text/javascript"
src="http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/show_ads.js"&gt;
&lt;/script&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/26746165-316107906605780965?l=dapurkata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dapurkata.blogspot.com/feeds/316107906605780965/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=26746165&amp;postID=316107906605780965&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26746165/posts/default/316107906605780965'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26746165/posts/default/316107906605780965'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dapurkata.blogspot.com/2007/12/new-years-eve-with-family.html' title='New Year&apos;s Eve with Family'/><author><name>hapissulaiman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16790793606815881020</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_F8V7weUK5UU/SR1KDCxBcdI/AAAAAAAAAU4/ZI0eGmxmYO4/S220/100_4751-edit.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_F8V7weUK5UU/R2KxS5krydI/AAAAAAAAAB8/Ly3mOu6izyo/s72-c/art1ax+copy.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-26746165.post-1821688724684831338</id><published>2007-12-13T22:57:00.000+07:00</published><updated>2007-12-14T23:28:08.395+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='resolusi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='wish list'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tahun baru'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='New Year'/><title type='text'>new year's resolution, mau?</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_F8V7weUK5UU/R2KuY5krycI/AAAAAAAAAB0/XOJrpWqnQ0M/s1600-h/kembang+api+copy.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5143865467205306818" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_F8V7weUK5UU/R2KuY5krycI/AAAAAAAAAB0/XOJrpWqnQ0M/s400/kembang+api+copy.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;Tahun Baru, Resolusi Baru!&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;Tradisi Tahun Baru dan Meraih Cita-cita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cukup dengan kemeriahan, pesta, kembang api, dan terompet malam tahun baru. Kini saat berpikir tentang kita: Apa saja yang sudah kita raih di tahun yang baru saja berlalu dan apa yang hendak kita capai di tahun yang baru, 2008.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jujur saja, tahun baru bisa berarti semangat baru, harapan baru, dan peruntungan baru. Namun, semuanya itu akan sia-sia bila kita sendiri tak tahu apa yang kita inginkan di tahun yang baru ini. Sia-sia juga bila Anda hanya mengandalkan ramalan-ramalan tahun baru yang jadi langganan pembuka tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, untuk mengetahui apa saja yang menjadi keinginan kita di tahun mendatang, tidak ada salahnya untuk menengok kembali pencapaian kita di tahun lalu. Dengan begini, kita bisa mempelajari kesalahan dan kekurangan dari pencapaian di tahun tersebut. Mungkin ada hal-hal yang menyenangkan sepanjang 2007 atau justru beroleh kegagalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di kebudayaan Barat, &lt;em&gt;make a wish&lt;/em&gt; sudah menjadi tradisi yang biasa dilakukan menjelang tahun baru. Orang-orang Barat biasa mengajukan permohonan dan berharap apa yang diinginkan bisa tercapai di tahun yang akan datang. Kita yang di Indonesia juga sudah mulai terbiasa dengan tradisi &lt;em&gt;make a wish&lt;/em&gt; tersebut. Caranya? Sisihkan waktu sebentar, duduk tenang, siapkan selembar kertas, dan catat apa saja yang ingin kita peroleh pada tahun depan. Daftar atau wishes list ini keren disebut dengan resolusi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sangat mungkin dalam list resolusi yang kita susun tersebut terdapat lebih dari satu keinginan. Misalnya, tahun depan kita ingin naik gaji, dapat pekerjaan baru, atau punya pacar. Bahkan, daftar keinginan tersebut bisa saja berisi mulai dari hal yang mungkin dicapai hingga yan sulit dicapai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setidaknya, dengan menuliskan keinginan kita tersebut, kita mengerti apa yang menjadi tujuan kita. Dan dengan daftar keinginan tersebut, kita menjadi terpacu untuk memikirkan cara untuk mewujudkannya. Misalnya, kalau salah satu resolusi tahun baru kita kali ini adalah mendapatkan pekerjaan baru, kita akan mulai merinci prioritas dan cara mencapainya.&lt;br /&gt;Harus disadari, &lt;em&gt;wishes list&lt;/em&gt; memiliki konsekuensi. Konsekuensi pertama, kita harus memikirkan cara mencapai dan mengantisipasi hambatan. Yang kedua adalah soal semangat dan kerja keras untuk mencapai target resolusi tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mencapai tujuan adalah proses. Dibutuhkan semangat untuk konsisten dan presisten. Sebaiknya tidak mudah menyerah, jalani terus, dan lakukan usaha sesuai dengan yang direncanakan. Bayangkan perasaan bangga dan bahagia apabila kita bisa mengatasi rintangan dan mencapai apa yang menjadi tujuan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, 2008 segera menjelang. Selamat Tahun Baru 2008, semoga kita tetap MERDEKA! Jadi, apa resolusi Anda menghadapi tahun tikus api ini?&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script type="text/javascript"&gt;&lt;!--
google_ad_client = "pub-7370497373229527";
//120x240, created 1/25/08
google_ad_slot = "7402765404";
google_ad_width = 120;
google_ad_height = 240;
//--&gt;&lt;/script&gt;
&lt;script type="text/javascript"
src="http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/show_ads.js"&gt;
&lt;/script&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/26746165-1821688724684831338?l=dapurkata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dapurkata.blogspot.com/feeds/1821688724684831338/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=26746165&amp;postID=1821688724684831338&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26746165/posts/default/1821688724684831338'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26746165/posts/default/1821688724684831338'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dapurkata.blogspot.com/2007/12/new-years-resolution-mau.html' title='new year&apos;s resolution, mau?'/><author><name>hapissulaiman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16790793606815881020</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_F8V7weUK5UU/SR1KDCxBcdI/AAAAAAAAAU4/ZI0eGmxmYO4/S220/100_4751-edit.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_F8V7weUK5UU/R2KuY5krycI/AAAAAAAAAB0/XOJrpWqnQ0M/s72-c/kembang+api+copy.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-26746165.post-1361424507088513657</id><published>2007-11-30T02:28:00.000+07:00</published><updated>2007-11-30T02:31:13.920+07:00</updated><title type='text'>Apa Kabar Aa??</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_F8V7weUK5UU/R08TbxY8zqI/AAAAAAAAABg/ilF3ML6QEYo/s1600-h/aa%2520Gym%26teh%2520NinihJPG+copy.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://1.bp.blogspot.com/_F8V7weUK5UU/R08TbxY8zqI/AAAAAAAAABg/ilF3ML6QEYo/s400/aa%2520Gym%26teh%2520NinihJPG+copy.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5138347067688406690" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Buat Yang Kangen Sama AA Gym&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hmm, ke mana ya ustadz kondang yang satu ini sekarang? Apa kabarnya ya? Apa sudah berganti nama jadi AA Game (gim, tamat-red)? Sepertinya sudah lumayan lama kita tidak mendengar kuliah segarnya yang diseling celotehnya yang khas bergaya Pasundan, “…, betull!” Uniknya, kata tersebut sekarang malah jadi ‘jualannya’ satu pelawak yang pandai menirukan intonasinya sedemikian mirip dengan Aa Gym. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fenomena lainnya, yang kini malah kerap nampak di media malah Argo Argo, pemuda kelahiran Bandung yang memiliki ciri fisik dan suara mirip dengan Aa Gym. Saat ini, Argo lebih dikenal sebagai Aa Jimi (plesetan dari nama Aa Gym). Kenyataannya, saat ini, sangat sulit untuk melihat aksinya di TV atau di mimbar-mimbar pengajian sejak keputusannya untuk menikah lagi (mempoligamikan diri) dengan satu perempuan yang usianya jauh lebih muda. Kenapa yah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini saya, bukan bermaksud mempermasalahkan benar atau salah tindakan the real Aa Gym untuk berpoligami itu. bukan juga soal kasihan dengan dia yang kini jadi tidak populer lagi lantaran ditinggal oleh fans-nya lantaran dianggap tidak lagi menjadi sosok yang pantas  untuk digugu dan ditiru gara-gara keputusannya tadi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kali saya mau bicara yang lebih ‘berat’, ada apa dengan umat Islam  sendiri? Maksud saya, menimbang kejadian yang menimpa Aa Gym ini, kalau dipikir-pikir, Aa Gym justru tidak lebih dari artis, yang dikagumin oleh fansnya dan aksinya selalu dinantikan. Nah, yang kemudian terjadi, seperti artis-artis kebanyakan, adalah pada saatnya nanti si artis tersebut terlanjur berbuat sesuatu yang tidak mengenakkan atau sudah uzur dan dan tidak menarik lagi, ya, ditinggal. Lantas ke mana fans tersebut? Sederhana saja, cari kekaguman baru. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, yang jadi pertanyaan sekarang, apa benar ulama itu kayak artis? Kalau memang benar, berarti fans—umat Islam sendiri—hanya mengangap ‘barang tontonan’ yang disanjung-sanjung karena pamor keartisan dan popularitasnya aja. Kasihan.    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita mundur ke beberapa tahun silam. Coba ingat, sebelum kejadian yang menimpa Aa Gym, ada juga ulama lain yang ditinggalkan penggemarnya. Benar, KH Zainuddin MZ, yang lengeser dan hilang gara-gara dia ambil keputusan untuk berpolitik. Lebih jauh lagi, masih ada sederetan nama-nama ulama yang juga mengalami hal serupa lantaran dianggap ‘salah bertindak’ di mata para penggemarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lucu juga yah, padahal ulama juga punya penghidupan pribadi yang nggak mesti dipertautkan dengan profesinya—itu kalau boleh menganggap ulama sebagai profesi. Jadi, ulama itu definisnya apa yah? Guru yang digugu dan ditiru? Selebritis yang rawan ditinggalkan fansnya? Atau, komedian yang joke-joke-nya selalu dinanti?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script type="text/javascript"&gt;&lt;!--
google_ad_client = "pub-7370497373229527";
//120x240, created 1/25/08
google_ad_slot = "7402765404";
google_ad_width = 120;
google_ad_height = 240;
//--&gt;&lt;/script&gt;
&lt;script type="text/javascript"
src="http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/show_ads.js"&gt;
&lt;/script&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/26746165-1361424507088513657?l=dapurkata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dapurkata.blogspot.com/feeds/1361424507088513657/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=26746165&amp;postID=1361424507088513657&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26746165/posts/default/1361424507088513657'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26746165/posts/default/1361424507088513657'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dapurkata.blogspot.com/2007/11/apa-kabar-aa.html' title='Apa Kabar Aa??'/><author><name>hapissulaiman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16790793606815881020</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_F8V7weUK5UU/SR1KDCxBcdI/AAAAAAAAAU4/ZI0eGmxmYO4/S220/100_4751-edit.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_F8V7weUK5UU/R08TbxY8zqI/AAAAAAAAABg/ilF3ML6QEYo/s72-c/aa%2520Gym%26teh%2520NinihJPG+copy.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-26746165.post-7104097367390605868</id><published>2007-09-27T23:07:00.000+07:00</published><updated>2007-09-27T23:19:00.418+07:00</updated><title type='text'>dramatisasi overdosis legenda spartan</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_F8V7weUK5UU/RvvX48_t_lI/AAAAAAAAABE/oJs3fXMRoBo/s1600-h/300-1.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://2.bp.blogspot.com/_F8V7weUK5UU/RvvX48_t_lI/AAAAAAAAABE/oJs3fXMRoBo/s320/300-1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5114919175255359058" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Jangan terlalu mudah memuji&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salut atas kesuksesan “balik modal” dan “laba” film &lt;em&gt;300&lt;/em&gt;. Hanya saja, saya menawarkan sebuah opsi untuk berani tukar pikiran secara objektif tentang film ini, mau? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan saya tidak menyukai film ini dan menyesal telah menyaksikannya, tapi saya heran dengan komentar-komentar yang muncul dari orang-orang yang kebanyakan memuji film ini. Apakah saya yang buta dengan keistimewaan film ini gara-gara sibuk ngobrol sama Tiwo saat nonton? Hehehe, sepanjang menonton, Tiwo memang lebih banyak komentar ini-itu tentang Leonidas dan teman-temannya yang &lt;em&gt;six-pack&lt;/em&gt; itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Coba kita analisis (kalau boleh memakai kata ‘kita’ dan ada yang mau berbagi pandangan). Dalam pemikiran saya, film ini tidak menawarkan hal-hal yang baru, hebat, atau bahkan sensasional dalam aspek sinema. Saya juga tidak bermaksud melecehkan legenda kehebatan pasukan Sparta/Spartan yang hanya dengan 300 orang sanggup menghalau tentara Parsi/Persia/Parsia dalam jumlah yang berlipat ganda. Tapi, sepertinya ada dramatisasi yang ‘overdosis’ dalam proses penuangan kisah tersebut dalam film. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini argumentasi saya:&lt;br /&gt;Dari ide cerita, sebenarnya biasa saja bukan? Toh sebelum film ini, sudah ada film-film yang mengupas soal legenda, sejarah, atau mitos dalam bentuk kolosal sebut saja &lt;em&gt;the Lord of the Ring&lt;/em&gt;, &lt;em&gt;the Ten Commandment&lt;/em&gt;, &lt;em&gt;the Patriot&lt;/em&gt;, &lt;em&gt;Pearl Harbour&lt;/em&gt;, &lt;em&gt;Tora, Tora, Tora&lt;/em&gt; atau dari tanah lokal ada epos Brama Kumbara &lt;em&gt;Saur Sepuh&lt;/em&gt;, &lt;em&gt;Lebak Membara&lt;/em&gt; hingga legenda &lt;em&gt;si Pitung&lt;/em&gt;.   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari alur cerita, menurut saya biasa saja. &lt;em&gt;300&lt;/em&gt; menggunakan alur maju yang sangat mudah ditebak jalan ceritanya dengan hanya menggunakan satu pokok cerita dari awal hingga akhir, yaitu keperkasaan Leonidas. Sejak lahir, digembleng, kembali ke kota asal dan menjadi raja, hingga akhirnya muncul ‘tawaran’ dari Xerxes dan pertempuran. Ide-ide cerita yang lain yang seharusnya bisa menghidupkan cerita, tidak dibangun, atau benar-benar cuma bumbu, misalnya: usaha istri Leonidas untuk mempengaruhi parlemen dan penghianatan yang dilakukan orang terdekatnya. Kalau boleh membandingkan, &lt;em&gt;the Lord of the Ring&lt;/em&gt; punya permainan alur dan suguhan kisah yang lebih komplet (meski terkesan rumit), tapi tetap dalam alur utama, yaitu, upaya menghancurkan kejahatan dengan bantuan ‘&lt;em&gt;ring&lt;/em&gt;’. &lt;em&gt;LotR&lt;/em&gt; menyajikan mulai dari pertempuran kejahatan dan kebaikan, kisah cinta manusia, kaum peri (&lt;em&gt;elf&lt;/em&gt;), hingga disorientasi Smigol. Meskipun beberapa orang menjelaskan kisah &lt;em&gt;LotR&lt;/em&gt; lebih hidup dalam versi bukunya. Bahkan bila dibandingkan lagi dengan kisah seri &lt;em&gt;Harry Potter&lt;/em&gt;, sajian di &lt;em&gt;300&lt;/em&gt; masih terlalu mudah dicerna. Permainan alur maju-mundur yang disodorkan di bagian awal jadi sia-sia, padahal meski rumit, &lt;em&gt;Rashomon&lt;/em&gt; pernah dipuji-puji lantaran permainan alur linearnya. Sampai di sini, saya jadi muncul satu pertanyaan, “apa memang penonton sekarang lebih memilih sajian sekali duduk, habis?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantas, soal “dramatisasi” yang saya tahbiskan di judul tulisan ini, terasa sekali manakala menyaksikan penggambaran dua karakter yang saling berseteru dalam &lt;em&gt;300&lt;/em&gt; tersebut, bangsa Spartan/Sparta dan Parsia. Meskipun kisah penyerbuan Parsia ke Sparta (Yunani) ini telah melegenda, pertanyaannya sekarang, sebegitu sempurnakah orang2 Spartan? Atau sebegitu lalim dan berkuasanyakah Parsia—sampai-sampai Xerxes harus membawa-bawa tahtanya ke manapun dia pergi. Juga dengan kehadiran makhluk-makhluk aneh yang dibawa-bawa Xerxes, terasa berlebihan, tapi justru pincang sebab tidak dimaksimalkan. Bicara soal Xerxes sendiri, yang mengagungkan diri sebagai dewa, justru hanya ditampilkan sebagai sosok lemah gemulai dengan anting dan kalung berkilai mirip rapper-rapper bergaya bling-bling-bling. Belum lagi dengan hal sepele, cipratan darah yang tidak mengena sama sekali di tubuh tentara Sparta saat membantai ratusan musuhnya. Padahal, &lt;em&gt;the Patriot&lt;/em&gt; sukses menampilkan adegan Mel Gibson yang mencincang musuhnya dengan ciprat darah di sekujur wajah dan tubuh Mel. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terus, apakah tidak film ini terlalu penuh nada propaganda, propaganda keagungan Sparta (dalam &lt;em&gt;300&lt;/em&gt; tidak ada letih-letihnya mengumandangkan hal ini, tak ubahnya gaya mengagungkan Soeharto dalam film “Penumpasan G.30.S/PKI”), dan terlalu mencekoki penonton dengan figur negatif Parsia (bernada menyudutkan, dan saya dengar film ini berbuah kecaman di Irak). Bersyukur saya melihat ada propaganda positif yang ditawarkan, patriotisme dan antikolonialisasi (penjajahan/perbudakan). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski demikian, untuk tetap bertanggung jawab, saya harus adil, ada penilaian mengenai kekurangan, harus ada pula penilaian soal kelebihan. Ada upaya positif &lt;em&gt;300&lt;/em&gt; untuk menggali lagi kekayaan sejarah dunia yang disulap sedemikian rupa dengan kemahiran teknologi animasi dan special efect dalam sinematografi. Yup, permainan animasi dalam “300” nyaris tanpa cela teknis, cukup akurat, halus, dan mendekati nyata.&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;Sebenarnya banyak yang harus diperiksa lagi dalam film ini, meski ini cuma film, hiburan, atau bahkan selingan saat pacaran. Bukan bermaksud berlaga sok pintar, yah, paling tidak saya dan Tiwo mengajak supaya kita menjadi penonton yang kritis dan tidak mudah silau dengan kemasan (efek grafis, kamera, &lt;em&gt;special effects&lt;/em&gt; dsb.), sehingga tidak mudah pula untuk memuji dan memaksa orang lain untuk menonton. Jadi jangan terlalu royal dulu dengan pujian. Sebab sepanjang tahun ini masih akan muncul sederet film-film yang perlu dipertimbangkan, mulai dari &lt;em&gt;Spiderman 3&lt;/em&gt;, &lt;em&gt;Shrek 3&lt;/em&gt;, &lt;em&gt;Mr Bean&lt;/em&gt;, dan &lt;em&gt;The Transformers&lt;/em&gt;. Iya kan, hun?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script type="text/javascript"&gt;&lt;!--
google_ad_client = "pub-7370497373229527";
//120x240, created 1/25/08
google_ad_slot = "7402765404";
google_ad_width = 120;
google_ad_height = 240;
//--&gt;&lt;/script&gt;
&lt;script type="text/javascript"
src="http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/show_ads.js"&gt;
&lt;/script&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/26746165-7104097367390605868?l=dapurkata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dapurkata.blogspot.com/feeds/7104097367390605868/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=26746165&amp;postID=7104097367390605868&amp;isPopup=true' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26746165/posts/default/7104097367390605868'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26746165/posts/default/7104097367390605868'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dapurkata.blogspot.com/2007/09/dramatisasi-overdosis-legenda-300.html' title='dramatisasi overdosis legenda spartan'/><author><name>hapissulaiman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16790793606815881020</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_F8V7weUK5UU/SR1KDCxBcdI/AAAAAAAAAU4/ZI0eGmxmYO4/S220/100_4751-edit.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_F8V7weUK5UU/RvvX48_t_lI/AAAAAAAAABE/oJs3fXMRoBo/s72-c/300-1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-26746165.post-4344971709439052783</id><published>2007-09-27T22:42:00.000+07:00</published><updated>2007-09-27T22:49:56.038+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_F8V7weUK5UU/RvvPtc_t_jI/AAAAAAAAAA0/YkURDX-LZfU/s1600-h/hutan+hijauedit23+baca+copy.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://4.bp.blogspot.com/_F8V7weUK5UU/RvvPtc_t_jI/AAAAAAAAAA0/YkURDX-LZfU/s320/hutan+hijauedit23+baca+copy.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5114910181593841202" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script type="text/javascript"&gt;&lt;!--
google_ad_client = "pub-7370497373229527";
//120x240, created 1/25/08
google_ad_slot = "7402765404";
google_ad_width = 120;
google_ad_height = 240;
//--&gt;&lt;/script&gt;
&lt;script type="text/javascript"
src="http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/show_ads.js"&gt;
&lt;/script&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/26746165-4344971709439052783?l=dapurkata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dapurkata.blogspot.com/feeds/4344971709439052783/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=26746165&amp;postID=4344971709439052783&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26746165/posts/default/4344971709439052783'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26746165/posts/default/4344971709439052783'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dapurkata.blogspot.com/2007/09/blog-post.html' title=''/><author><name>hapissulaiman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16790793606815881020</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_F8V7weUK5UU/SR1KDCxBcdI/AAAAAAAAAU4/ZI0eGmxmYO4/S220/100_4751-edit.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_F8V7weUK5UU/RvvPtc_t_jI/AAAAAAAAAA0/YkURDX-LZfU/s72-c/hutan+hijauedit23+baca+copy.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-26746165.post-7262486393129098581</id><published>2007-09-27T22:36:00.000+07:00</published><updated>2007-09-27T22:40:15.352+07:00</updated><title type='text'>maling tega, polisi tega, yang nonton juga tega</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_F8V7weUK5UU/RvvO0c_t_iI/AAAAAAAAAAs/KWN_mt5joLk/s1600-h/untitled.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://4.bp.blogspot.com/_F8V7weUK5UU/RvvO0c_t_iI/AAAAAAAAAAs/KWN_mt5joLk/s320/untitled.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5114909202341297698" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Potret Kelakuan Aparat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ADA kejadian unik beberapa lalu yang saya saksikan langsung, dan itu masih membekas dalam ingatan di kepala saya. Meski bukan saya yang mengalami—kejadian itu berlangsung tepat di hadapan saya—ada kesan tersendiri yang masih saya rekam hingga saat ini. Tiba-tiba jalanan yang saya lalu dengan kendaraan umum menjadi macet. Segerombolan orang berhamburan di jalan raya menuju satu titik. Klakson kendaraan berganti menimpali. Apa yang terjadi? Setelah bersusah payah menerobos lalu lintas yang tiba-tiba stuck, akhirnya saya tiba sampe di satu titik tempat berkerumunnya orang-orang tadi. Beberapa orang petugas polisi ’sibuk’ menangani satu sosok dengan tubuh kumal dan pakaian yang sudah tak karuan. Segerombolan orang pun sibuk pula mengerubung dan mengikuti polisi-polisi tadi membawa sosok kumal tersebut. Di satu kesempatan, saya bertanya pada satu bapak yang sedang asyik nonton. Tanya punya tanya, akhirnya saya tahu: “ada maling ketangkep basah!” Mungkin buat orang lain, ini bukan masalah. Bila ada maling atau pencuri yang tertangkap basah, tak ada pilihan lain, hajar! bahkan kalau perlu, bakar! Sayangnya, untuk kesempatan yang kali ini, saya merasa kasihan pada sosok yang yang diseret-seret polisi tadi (kata diseret di sini merujuk pada tindakan seret yang sebenarnya). Di bagian yang lain, saya juga menyayangkan perlakuan polisi-polisi itu. “Apa iya orang bersalah harus diperlakukan seperti itu? Apa iya cara itu yang diajarkan di Akademi Kepolisian RI dalam memperlakukan orang yang terpidana? Meski tidak terlalu dekat, saya masih bisa melihat sosok ’si terpidana’: sudah tak berkutik—mungkin itu alasannya kenapa polisi-polisi itu ‘terpaksa’ menggelandangnya dengan cara di seret—entah pingsan atau malah memang sudah mati. Dugaan saya, si pencuri yang tertangkap basah, sekarat, dan sekarang diseret-seret macam babi hutan hasil buruan itu memang sudah dihakimi terlebih dulu oleh orang-orang yang terlihat asyik bergerombol mengikuti polisi-polisi tadi. Dari kejadian itu, mungkin agak telat untuk bicara soal Hak Asasi Manusia, apalagi buat orang-orang dengan cap kriminal. Sayangnya, potret kejadian ini tak hanya gambaran yang terjadi sebulan sekali, lihat saja tayangan-tayangan berita kriminal di televisi: polisi-polisi yang bertindak seenaknya, sok aksi di depan kamera, main gebuk, jotos, tendang, dan kadang mengacung-acungkan pistol karatannya. Bukan bermaksud membela tindakan si maling yang lagi tertimpa nahas itu, tidak juga menyesalkan kesigapan orang-orang yang sukses menangkap si maling. Bagaimanapun, saya masih berpikir ada cara yang lebih ‘manusia’ untuk manusia sekelas bandit sekalipun. Paling tidak, kalaupun terpaksa melakukan hal seperti memukul, menyeret, menendang, atau kasarnya “menghakimi”, tidak perlu di muka umum. Kenapa saya sampai berpikir demikian? Karena saya pikir akan ada dampak negatif yang muncul pada orang-orang yang melihat kejadian itu. Di mata dan pikiran masyarakat umum secara psikologis akan tertanam pemahaman yang salah dari tindakan aparat tersebut. Maksud saya, masyarakat akan belajar cara menghukum orang yang bersalah. kalau kejadiannya polisi memukul, mereka juga akan menganggap bahwa cara menghukum dengan memukul adalah cara yang benar, demikian selanjutnya. Tak heran bila akhirnya bangsa kita dicap sebagai bangsa yang penuh budaya kekerasan. Tapi, ya sudahlah. Paling tidak saya bukan bandit itu yang harus kesakitan karena kesialannya dan menjadi dendam. Dan, yang penting, saya juga bukan polisi-polisi itu yang beraksi gagah-gagahan di atas sekian banyak stempel negatif kepolisian Indonesia. Salam.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script type="text/javascript"&gt;&lt;!--
google_ad_client = "pub-7370497373229527";
//120x240, created 1/25/08
google_ad_slot = "7402765404";
google_ad_width = 120;
google_ad_height = 240;
//--&gt;&lt;/script&gt;
&lt;script type="text/javascript"
src="http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/show_ads.js"&gt;
&lt;/script&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/26746165-7262486393129098581?l=dapurkata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dapurkata.blogspot.com/feeds/7262486393129098581/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=26746165&amp;postID=7262486393129098581&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26746165/posts/default/7262486393129098581'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26746165/posts/default/7262486393129098581'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dapurkata.blogspot.com/2007/09/maling-tega-polisi-tega-yang-nonton.html' title='maling tega, polisi tega, yang nonton juga tega'/><author><name>hapissulaiman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16790793606815881020</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_F8V7weUK5UU/SR1KDCxBcdI/AAAAAAAAAU4/ZI0eGmxmYO4/S220/100_4751-edit.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_F8V7weUK5UU/RvvO0c_t_iI/AAAAAAAAAAs/KWN_mt5joLk/s72-c/untitled.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-26746165.post-615957833434853454</id><published>2007-09-15T00:39:00.001+07:00</published><updated>2007-09-21T20:08:51.030+07:00</updated><title type='text'>Move on/off!</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_F8V7weUK5UU/RvPCVc_t_eI/AAAAAAAAAAM/Xau8kZb8q0c/s1600-h/Get%2520a%2520move%2520on.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://4.bp.blogspot.com/_F8V7weUK5UU/RvPCVc_t_eI/AAAAAAAAAAM/Xau8kZb8q0c/s320/Get%2520a%2520move%2520on.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5112643675812134370" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Bisa jadi ini adalah pembelaan..&lt;br /&gt;Kenapa orang harus &lt;em&gt;move on&lt;/em&gt;? sebenernya gue agak males juga untuk memperdebatkan. Tapi, belakangan ini kata itu mengganggu pikiran gue. Seorang teman memberi nasihat bertajuk “&lt;em&gt;move on&lt;/em&gt;”. Seharusnya ini bukan masalah buat gue. Tapi, sialnya, belakangan ini gue lagi agak emosional. Jadi, semua yang gue lihat dengar cium rasa, jadi sesuatu yang dramatis dan perlu dipikirkan. Bukan itu aja, jujur aja gue jadi marah gara-gara nasihat itu sebab ada hal-hal yang nggak gue suka, seharusnya nggak begitu, dan nyatanya malah menyinggung perasaan. Sebentar gue certain satu persatu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Move on&lt;/em&gt;. Gue sendiri merasa itu kadang perlu. Ya, kadang, tidak harus dan tidak harus selalu juga. Kenapa? sebab rasanya ini cuma masalah nyaman atau tidak nyaman untuk seseorang, dan ketika seseorang atau gue sendiri sudah merasa nyaman pada satu keadaan atau tepatnya pilihan, buat apa juga &lt;em&gt;move on&lt;/em&gt;? lagi pula, layaknya hukum ekomoni, waktu, intensitas, dan apapun itu juga punya pengaruh. Kalau memang seseorang itu telah bosan dan muak dengan keadannya yang dianggap tidak &lt;em&gt;move on&lt;/em&gt; itu, mereka juga akan &lt;em&gt;move on&lt;/em&gt; akhirnya, atau paling tidak berubah dari keadaanya yang konstan tadi. Heee.. he.. subjektif, retoris dan jawaban finalnya selalu "kembali ke individunya masing-masing". Oke gak perlu lama-lama soal penting tidaknya &lt;em&gt;move on&lt;/em&gt; itu, bikin gue tambah pengen gamparin orang-orang yang mengaku pembela agama  yang terjebak dalam kultus dan simbol, jadi kelakuannya kayak tai. Lho? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cuma, yang jadi pemikiran yang paling anjing buat gue belakangan ini yaitu bicara soal penanda seseorang sudah &lt;em&gt;move on&lt;/em&gt;? Ini yang bikin gue marah. Temen gue tadi bicara soal indikator atau penanda sudah-belumnya seseorang &lt;em&gt;move on&lt;/em&gt;. Anjing banget!! Ini kan gak bisa disamaratakan seenak pemahaman dia atau orang yang berpikiran bahwa &lt;em&gt;move on&lt;/em&gt; berarti sesuatu yang baru dan perubahan! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gue pikir, &lt;em&gt;move on&lt;/em&gt; nggak bisa dan tidak harus selalu diidentikkan dengan perubahan dan pembaruan! Naïf banget!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini yang gue pikirkan dan jadi motivasi gue belakangan ini dan berharap orang2 bisa mengerti: &lt;em&gt;Move on&lt;/em&gt; jangan semata-mata dikaitkan dengan perubahan, apalagi hal-hal kebaruan. Ini kan cuma soal bagaimana seseorang atau gue melanjutkan hidup dengan nyaman menurut bahasa mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang bagaimana kalo ada seseorang atau gue yang dianggap tidak &lt;em&gt;move on&lt;/em&gt; tapi tetap bisa melanjutkan hidup dan hidup baik dengan hal-hal yang tidak &lt;em&gt;move on&lt;/em&gt;. Atau, bagaimana kalo ada seseorang atau gue justru menjadikan ketidak-&lt;em&gt;moveon&lt;/em&gt;-an itu sebagai motivasi untuk hidup?? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Anyway&lt;/em&gt;, gue juga tidak setuju kalo seseorang atau gue sendiri yang dianggap tidak &lt;em&gt;move on&lt;/em&gt; ini dikasihani. Ngepett! Woi bang! Ini pilihan dan nggak usah sok tau! (ini yang akan gue bilang kalo ada seseorang ngomong &lt;em&gt;move on&lt;/em&gt; lagi suatu saat… heee.. heee)!   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terakhir, tidak &lt;em&gt;move on&lt;/em&gt;-nya seseorang jangan disamakan dengan kesalahan, ketidakmampuan, ketidakberdayaan seseorang itu… apalagi sampe ngecap orang-orang yang dianggap tidak &lt;em&gt;move on&lt;/em&gt; itu sebagai orang yang menyerah and kalah. Sumpah, yang satu ini lebih aanjinggg!! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali lagi gue bilang, mewakili orang-orang yang dianggap tidak &lt;em&gt;move on&lt;/em&gt; hanya dengan penanda tai-tai itu, ini pilihan, bung!!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script type="text/javascript"&gt;&lt;!--
google_ad_client = "pub-7370497373229527";
//120x240, created 1/25/08
google_ad_slot = "7402765404";
google_ad_width = 120;
google_ad_height = 240;
//--&gt;&lt;/script&gt;
&lt;script type="text/javascript"
src="http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/show_ads.js"&gt;
&lt;/script&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/26746165-615957833434853454?l=dapurkata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dapurkata.blogspot.com/feeds/615957833434853454/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=26746165&amp;postID=615957833434853454&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26746165/posts/default/615957833434853454'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26746165/posts/default/615957833434853454'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dapurkata.blogspot.com/2007/09/move-onoff.html' title='Move on/off!'/><author><name>hapissulaiman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16790793606815881020</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_F8V7weUK5UU/SR1KDCxBcdI/AAAAAAAAAU4/ZI0eGmxmYO4/S220/100_4751-edit.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_F8V7weUK5UU/RvPCVc_t_eI/AAAAAAAAAAM/Xau8kZb8q0c/s72-c/Get%2520a%2520move%2520on.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-26746165.post-3953738862393591738</id><published>2007-09-15T00:37:00.000+07:00</published><updated>2007-09-16T15:47:36.248+07:00</updated><title type='text'>Yup, saya KoMu..</title><content type='html'>Kemarin-kemarin ini gue suka dengan komunisme. Gue sepakat, tapi mohon maaf, bukan komunisme yang ada di Indonesia walau jujur sebenarnya kita harus hargai upaya mereka menciptakan warna lain di peradaban Indonesia walau akhirnya 'tidak diterima. Sebenernya harus dipahami dulu, bahwa komunis yang saya pahamkan di sini adalah sebuah gaya politik dan bukan urusan bantai-membantai individu atau golongan demi kesamarataan yang sering jadi ciri khas komunisme. Bukan!! Bukan itu!! Komunis di sini gaya pemerintahan, bahwa segala sesuatu yang berkaitan dengan hajat hidup orang banyak (sipil, warga negara) harus merata. Tapi bukan berarti kalau ada yang lebih maju lantas dibantai, dirampok, atau bahkan dibunuh. Nah, di sini tugasnya pemerintah melalui presiden dan parlemen untuk memikirkan titik minimal suatu kesamarataan tersebut. Tujuannya supaya tidak ada kecemburuan sosial, dan berusaha memberi peluang semua warga negara untuk maju.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk sama ke sana memang tidak ada cara lain. Pendeknya, "memang harus ada yang dikorbankan" untuk sebuah perubahan. Kalimat ini pernah gue denger dari salah satu aktivis yang ikut merencanakan aksi besar-besaran zaman-zaman demo 98-99. "Harus ada yang dikorbankan," dan besoknya gue denger kabar beberapa mahasiswa aktivis mati dalam demo besar-besaran di DPR, Semanggi, Surirman, dan sekitarnya. Tapi, hasil selanjutnya? &lt;em&gt;well&lt;/em&gt;, satu rezim jatuh, itu puncaknya, kontradiksi. Berterimakasih? Menyesalkan? Bebas suka-suka? Gue juga yakin bahwa gue gak akan ditangkep gara-gara gue nulis ini. Ya mengatasnamakan kebebasan bersuara, hehehe.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Pemahaman gue memang nggak banyak-banyak amat. Justru karena sedikitnya pemahaman gue itu, gue berani buat sepakat dengan komunisme. Coba kalo gue tau banyak tentang komunisme atau tentang hal apapun, mungkin gue cuma akan jadi 'sufi' yang sudah penuh pemakluman: geleng-geleng kepala, senyum-senyum, maklum, trus diam. Tapi, gue menghargai bener pilihan diamnya Mahatma Gandhi, hehehe. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hmm, nanti gue terusin lagi ya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script type="text/javascript"&gt;&lt;!--
google_ad_client = "pub-7370497373229527";
//120x240, created 1/25/08
google_ad_slot = "7402765404";
google_ad_width = 120;
google_ad_height = 240;
//--&gt;&lt;/script&gt;
&lt;script type="text/javascript"
src="http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/show_ads.js"&gt;
&lt;/script&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/26746165-3953738862393591738?l=dapurkata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dapurkata.blogspot.com/feeds/3953738862393591738/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=26746165&amp;postID=3953738862393591738&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26746165/posts/default/3953738862393591738'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26746165/posts/default/3953738862393591738'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dapurkata.blogspot.com/2007/09/yup-saya-komu.html' title='Yup, saya KoMu..'/><author><name>hapissulaiman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16790793606815881020</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_F8V7weUK5UU/SR1KDCxBcdI/AAAAAAAAAU4/ZI0eGmxmYO4/S220/100_4751-edit.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-26746165.post-8796724717849957276</id><published>2007-09-15T00:36:00.001+07:00</published><updated>2007-09-15T00:36:56.793+07:00</updated><title type='text'>Aku dan Kamu atau Kamu dan Aku</title><content type='html'>gue inget ada satu teori yang bilang, lahirnya komunikasi atau dialog lahir dan berkembang atau bisa dijalankan bila dilandasi prinsip penyerahan diri, ketidakegoisan.. menyerahkan aku kepada lawan bicara dan menerima kamu dari lawan bicara...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script type="text/javascript"&gt;&lt;!--
google_ad_client = "pub-7370497373229527";
//120x240, created 1/25/08
google_ad_slot = "7402765404";
google_ad_width = 120;
google_ad_height = 240;
//--&gt;&lt;/script&gt;
&lt;script type="text/javascript"
src="http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/show_ads.js"&gt;
&lt;/script&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/26746165-8796724717849957276?l=dapurkata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dapurkata.blogspot.com/feeds/8796724717849957276/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=26746165&amp;postID=8796724717849957276&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26746165/posts/default/8796724717849957276'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26746165/posts/default/8796724717849957276'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dapurkata.blogspot.com/2007/09/aku-dan-kamu-atau-kamu-dan-aku.html' title='Aku dan Kamu atau Kamu dan Aku'/><author><name>hapissulaiman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16790793606815881020</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_F8V7weUK5UU/SR1KDCxBcdI/AAAAAAAAAU4/ZI0eGmxmYO4/S220/100_4751-edit.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-26746165.post-1515749812614149434</id><published>2007-09-15T00:35:00.001+07:00</published><updated>2007-09-15T00:35:56.543+07:00</updated><title type='text'>Hahaha, bahasa Indonesia!</title><content type='html'>Ini yang pernah gue tulis dalam sebuah percakapan via email dengan seorang teman perempuan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu dia! Soal pengindonesiaan! Memang sudah dan pernah ada upaya untuk mengIndonesiakan (atau sedang berlangsung, ya?) segala tema dan lema dalam kehidupan orang Indonesia, semata-mata karena kita orang Indonesia yang tinggal di Indonesia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, apa memang harus begitu? Mengingat kemampuan bahasa Indonesia dan juga kemampuan bangsa Indonesia dalam mengadaptasi. Selain itu, rasanya nggak harus dipaksakan juga. Sebab ya, seperti itulah bahasa-bahasa di dunia ini berkembang, interaksi satu bahasa dengan bahasa yang lain distribusi, asimilasi, akulturasi, transformasi generatif-nya chomsky, atau apalah, dan lain-lain. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tinggal bagaimana pengguna bahasa tersebut mau menggunakan atau nggak. Nggak heran kalo ada beberapa bahasa di dunia ini yang mati lantaran nggak ada penggunanya lagi, dicampakkan! Dari sini seharusnya kita belajar tentang perlunya suatu bahasa berkembang, mengikuti zaman, tetep in, dan digemari terus pemakainya. Buktinya konkret sekarang adalah kemunculan varian (mixing) sin-lish, dan lain-lain. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, jangan kaget kalo mungkin suatu saat nanti akan muncul subbahasa baru (varian atau versi) bahasa Indonesia, macam ind-lish. Bukankah itu justru memperkaya khazanah bahasa Indonesia? Ini informasi yang gue dapet dari wawancara dengan Nazzarudin, dosen JSI UI. Tapi, kalo menurut gue, yang saat ini perlu diperhatikan mengingat kemajuan zaman dan manusianya, muncul kekhawatiran: untuk apa mengIndonesiakan sesuatu yang udah nyaman di telinga orang Indonesia, bukankah malah menambah asing sesuatu yang sudah asing? Misalnya aja download yang diganti jadi unduh, stapler/s jadi penyukut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gitu kali yah? Gak tau, ah. What da f!! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum lagi kalau kita bicara soal kenyamanan komunikasi dengan bahasa sebagai alat komunikasinya. Nah, ini urusan akan jadi lebih panjang kalo kita ngomongin soal kesenjangan yang terjadi antara bahasa Indonesia dengan English, ditinjau dari demografi dan sosiologis masyarakat Indonesia. Timbul semacam prestis terhadap penggunaan bahasa asing dan kehinaan terhadap bahasa daerah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hhmmm, sebenernya masih banyak contohnya. Bahkan jauh lebih aneh, misalnya: 1. feature 2. fitur 3. ficer &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gimana? Itu pun masih berbau English, kan? Well, gimana kalo yang bener2 bahasa asli Indonesia, yah? (menurut Nazar, ada beberapa cara/kaidah pengIndonesiaan istilah asing: penyerapan unsur bunyi, substitusi, dan peminjangan/pengambilan secara utuh dari bahasa asing) dan lain-lainnya gitu, deh. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anyway, begitu deh bahasa Indonesia, masih banyak kekurangannya dan justru kekurangannya itu, kalau menurut gue bahasa Indonesia perlu membuka diri. Bukan malah menutup diri. Walau memang perlu juga kewaspadaan setidaknya untuk menunjukkan kepedulian terhadap bahasa Indonesia. Speaking bahasa? Fuc*. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, kalaupun memang pengindonesiaan itu tetap harus dijalankan, menurut gue satu hal yang perlu ditegaskan, sosialisasi menyeluruh. Biar semua orang tau. Tau tuh orang pppb yang ngakunya sebagai pusat pengkajian, pengembangan bahasa Indonesia anjritt. Mereka bisanya cuma ngoceh teori2 bahasa yang udah basi, ngecangkung bego, trus makan gaji buta pula!!! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maaf kalo sok tau... Okeh, tema yang lain, please!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script type="text/javascript"&gt;&lt;!--
google_ad_client = "pub-7370497373229527";
//120x240, created 1/25/08
google_ad_slot = "7402765404";
google_ad_width = 120;
google_ad_height = 240;
//--&gt;&lt;/script&gt;
&lt;script type="text/javascript"
src="http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/show_ads.js"&gt;
&lt;/script&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/26746165-1515749812614149434?l=dapurkata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dapurkata.blogspot.com/feeds/1515749812614149434/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=26746165&amp;postID=1515749812614149434&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26746165/posts/default/1515749812614149434'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26746165/posts/default/1515749812614149434'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dapurkata.blogspot.com/2007/09/hahaha-bahasa-indonesia.html' title='Hahaha, bahasa Indonesia!'/><author><name>hapissulaiman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16790793606815881020</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_F8V7weUK5UU/SR1KDCxBcdI/AAAAAAAAAU4/ZI0eGmxmYO4/S220/100_4751-edit.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-26746165.post-2837431464390900688</id><published>2007-09-15T00:34:00.001+07:00</published><updated>2007-09-15T00:34:41.082+07:00</updated><title type='text'>Film Orang Indonesia</title><content type='html'>gue jadi berpikir tentang film indonesia.. yang katanya.. udah bangun dari tidurnya, bener? benarkah sudah benar2 terbangun? yakin? kok rasanya masih ada yang belum yah... ini pemikiran gue... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kalo dianalogikan dengan 'orang' nya orang, prosesnya dari tidur sampe terjaga dan tidur lagi, umumnya akan seperti ini...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;saat tertidur, merasa ada yang tidak enak lantas terbangun. ini juga baru matanya aja yang terbelalak, kaget... kelamaan tidur juga kadang bikin cape.. apalagi tidur dalam keadan gerah, lapar, haus, atau meriang (tidak sehat). masih ada yang tidur-tiduran. nah demikian juga dengan film indonesia... makanya jangan seneng2 bilang film indonesia udah bangkit segala macem. Belum, bego!!! itu baru matanya aja yang terbuka.. badannya masih ditempat tidur, filn indonesia masih belum bergerak (masih di tempatnya yang lama, idealisme lama, cara lama, konsep lama. pikirannya juga masih di alam mimpi, masih setengah sadar... masih mikir ini mimpi atau kenyataan... ini adalah keadan yang sangat gamang... jadi, menurut gue, saat masih keadan begini, film indonesia jangan terlalu diforsir... sama aja.. kayak orang baru selesai onani trus dipaksa nimba atau narik becak... sumpah bisa pingsan dan malah gak bangun2 lagi... haaa.. ha...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script type="text/javascript"&gt;&lt;!--
google_ad_client = "pub-7370497373229527";
//120x240, created 1/25/08
google_ad_slot = "7402765404";
google_ad_width = 120;
google_ad_height = 240;
//--&gt;&lt;/script&gt;
&lt;script type="text/javascript"
src="http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/show_ads.js"&gt;
&lt;/script&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/26746165-2837431464390900688?l=dapurkata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dapurkata.blogspot.com/feeds/2837431464390900688/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=26746165&amp;postID=2837431464390900688&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26746165/posts/default/2837431464390900688'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26746165/posts/default/2837431464390900688'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dapurkata.blogspot.com/2007/09/film-orang-indonesia.html' title='Film Orang Indonesia'/><author><name>hapissulaiman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16790793606815881020</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_F8V7weUK5UU/SR1KDCxBcdI/AAAAAAAAAU4/ZI0eGmxmYO4/S220/100_4751-edit.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-26746165.post-3715933297129441949</id><published>2007-09-15T00:30:00.000+07:00</published><updated>2007-09-21T20:37:17.464+07:00</updated><title type='text'>Malaikat!!!</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_F8V7weUK5UU/RvPIpc_t_fI/AAAAAAAAAAU/gialqn6d0IY/s1600-h/angel-0008.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://4.bp.blogspot.com/_F8V7weUK5UU/RvPIpc_t_fI/AAAAAAAAAAU/gialqn6d0IY/s320/angel-0008.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5112650616479284722" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;hmmm...  bagaimana kalo sekarang kita bicara soal 'malaikat' atau dalam bahasa inggris, disebut 'angel' dan orang lebih memilih kata ini sebab terdengar lebih 'halus' lebih suci dan terdengar romantis... hhhmmm... apa iya malaikat romantis??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hmm, ironisnya, kalo orang ketemu setan, orang itu akan teriak setengah mampus, jerit2, "setttaaaaannn!!!" trus lari. lantas kalo ketemu malaikat kira2 apa reaksinya yah, sama nggak yah? &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;kenapa orang ini suka banget sama karakter 'angel' yah?&lt;br /&gt;hhmmm... ada yang pernah melihat melaikat? mendengar? merasakan? atau dengan segala indera peraba yang dimiliki manusia, bisa menangkap abstraksi 'creature' yang satu ini?? mungkin ada yang pernah. dan mungkin juga ada yang pernah sebab diciptakannya sendiri... (maaf, kali ini bukan cuma tuhan yang bisa membentuk.)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;seperti apa malaikat? bagaimana? pernah mendefinisikan 'seperti apa malaikat? (maaf kali ini manfaatkan daya imajinasi, akal dan keinginanlo) gue sedang tidak ingin basa-basi.. sedang tidak butuh definisi dogmatis yang dititiskan dari kitab suci-kitab suci usang yang telah turun-temurun... padahal segala sesuatunya sudah banyak berubah dan mungkin saja, malaikat pun sudah berganti wujud, seorang penari streeptease yang kecapean bergoyang, tengah duduk santau dipojok bar dengan segelas wine-nya dan berharap ada satu orang yang mengajaknya pulang, lantas have a sex!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;atau pernah berpikir menjadi malaikat? &lt;br /&gt;bagaimana kalau malaikat itu ternyata adalah kita sendiri, dia, mereka.. pengemis, gembel, bahkan kecoa busuk yang babak belur dihajar hak sepatu satu perempuan di kamar mandi... dan semua yang ada di dunia ini yang kita lihat, kita kenal dan kita mainkan setiap hari. sayangnya, kita--malaikat-- ini telah berevolusi  ke dalam suatu dimensi fisik yang padat. terperangkap menjelma menjadi sososk yang serakah, cemburu, pemalas, dan perhitungan...  dan belakangan ini sibuk menyelamatkan diri dari kehancuran mencari jalan untuk kembali ke wujudnya yang asli sebagai malaikat?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;weeell, seperti biasanya, I lost my pen... jadi gue terusin besok yah..&lt;br /&gt;buy2&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script type="text/javascript"&gt;&lt;!--
google_ad_client = "pub-7370497373229527";
//120x240, created 1/25/08
google_ad_slot = "7402765404";
google_ad_width = 120;
google_ad_height = 240;
//--&gt;&lt;/script&gt;
&lt;script type="text/javascript"
src="http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/show_ads.js"&gt;
&lt;/script&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/26746165-3715933297129441949?l=dapurkata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dapurkata.blogspot.com/feeds/3715933297129441949/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=26746165&amp;postID=3715933297129441949&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26746165/posts/default/3715933297129441949'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26746165/posts/default/3715933297129441949'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dapurkata.blogspot.com/2007/09/malaikat.html' title='Malaikat!!!'/><author><name>hapissulaiman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16790793606815881020</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_F8V7weUK5UU/SR1KDCxBcdI/AAAAAAAAAU4/ZI0eGmxmYO4/S220/100_4751-edit.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_F8V7weUK5UU/RvPIpc_t_fI/AAAAAAAAAAU/gialqn6d0IY/s72-c/angel-0008.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-26746165.post-4786779129710498685</id><published>2007-09-15T00:22:00.000+07:00</published><updated>2007-09-15T00:24:46.913+07:00</updated><title type='text'>Perjalanan menuju Tempo..</title><content type='html'>Ini sebenernya udah lama ada di dalam otak gue, udah lama juga pingin gue tulis. Baru malam ini dapet stimulus: Di kereta terakhir menuju Kota, menyaksikan lagi pertunjukan Topeng Monyet (joke klasik, padahal monyetnya gak pake topeng!!). Gue mau bicara sedikit tentang monyet2 itu dan manusia.. he.. he... sotoy-sotoyan aja... dari pada nyusruk setengah mampus berpikir tentang enaknya terjun keluar saat kereta melaju.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ini yang jadi pemikiran gue:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kalo memang ternyata teori Darwin itu benar, kayaknya kita (kalo gue boleh menyebutkan secara keseluruhan) adalah pewaris terakhir dunia ini. tidak ada generasi manusia selanjutnya setelah manusia zaman ini. Maaf ngelantur sedikit. Awalnya gue pernah berpikir bahwa dunia ini pernah, sedang, atau akan ditinggali, dihuni oleh beberapa generasi manusia, yang setiap generasinya sudah mengalami revisi (penyempurnaan dari tipe manusia generasi sebelumnya. Ya, generasi manusia itu datang silih berganti, meneruskan dan menggantikan. Kenapa gue bisa berpikir tentang generasi-generasi manusia itu? Gue ingat tentang periode peradaban yang pernah ada sepanjang sejarah manusia di bumi ini. Mulai dari manusia purba, peradaban prasejarah, jaman sejarah: mesopotamia, yunani, romawi, klasik, neoklasik, remantisme, aukflaurung, filsafat modern, dll. Lihat bagaimana manusia2 jaman itu muncul dan berakhir, lantas dilanjutkan lagi oleh generasi manusia dari periode selanjutnya. Kenapa generasi-generasi itu bisa hilang? Sebab mereka dihancurkan. Kenapa mereka dihancurkan? Sebab mereka telah mencapai batasnya. Batas apa? Menyingkap rahasia dunia ini, kunci ilmu pengetahuan. Sumber ilmu tertinggi. Intinya, dalam opini gue, manakala mereka sukses menyingkap rahasia dunia ini, mereka akan “dimatikan”. Hasil terakhir kerja keras manusia pada satu generasi itu akan dilanjutkan oleh manusia generasi selanjutnya, dan terus berulang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, balik ke pemikiran awal tentang punahnya manusia. Gue melihat bahwa: saat ini, sekarang, kita (dengan permisi, tentunya), manusia hari ini, generasi ke n ini, sudah sangat dekat dengan batas itu (pengetahuan sejati itu) buktinya sudah bisa dilihat di mana-mana (co. sekelompok ahli sudah bisa menciptakan darah). Oleh sebab itu, gue pikir sebentar lagi, kita pun giliran “dimatikan” dan digantikan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, sayangnya, generasi manusia selanjutnya sudah tidak ada. Sudah punah. Apa pasal? Sebab sudah tidak ada lagi evolusi. Kok bisa? Iya, balik lagi ke tontonan topeng monyet tadi. Monyet-monyet itu memilih untuk tidak berevolusi menjadi manusia sebagaimana takdirnya Darwin. Kok bisa? Ya bisa, dong. Gimana nggak. Monyet2 itu pastinya berpikir, betapa repotnya jadi manusia. Hee.. he..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script type="text/javascript"&gt;&lt;!--
google_ad_client = "pub-7370497373229527";
//120x240, created 1/25/08
google_ad_slot = "7402765404";
google_ad_width = 120;
google_ad_height = 240;
//--&gt;&lt;/script&gt;
&lt;script type="text/javascript"
src="http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/show_ads.js"&gt;
&lt;/script&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/26746165-4786779129710498685?l=dapurkata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dapurkata.blogspot.com/feeds/4786779129710498685/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=26746165&amp;postID=4786779129710498685&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26746165/posts/default/4786779129710498685'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26746165/posts/default/4786779129710498685'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dapurkata.blogspot.com/2007/09/perjalanan-menuju-tempo.html' title='Perjalanan menuju Tempo..'/><author><name>hapissulaiman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16790793606815881020</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_F8V7weUK5UU/SR1KDCxBcdI/AAAAAAAAAU4/ZI0eGmxmYO4/S220/100_4751-edit.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-26746165.post-5893193792727486372</id><published>2007-09-15T00:19:00.000+07:00</published><updated>2007-09-15T00:20:27.692+07:00</updated><title type='text'>Semangat Gadjah Mada di Anak-anak TK!!</title><content type='html'>Bagaimana kalau malam ini kita tidak bicara apa-apa? sebab belakangan ini kata sudah diumbar habis-habisan hanya untuk sesuatu yang sebenarnya tidak perlu: mengenal kembali hidup! &lt;br /&gt;/&lt;br /&gt;Tapi, ada sesuatu yang lucu menurut gue, kejadiannya beberapa hari yang lalu saat dalam perjalanan ke kantor. Dari angkot 102 yang gue tumpangi, terlihat serombongan anak kecil (mungkin usia Taman Kanak-kanak) melintas di sisi jalan raya. Kali ini nggak biasa: mereka berpakaian pakaian khas beberapa daerah nusantara, jawa, sumatera, kalimantan, dan lain-lain. meski demikian gue lihat masih ada yang kurang: nggak ada yang pakai pakaian khas asmat (Irian jaya), Arab dan cina/Tionghoa. Kenapa yah? padahal mereka masih bagian dari bangsa ini kan? dan rasanya mereka udah jadi bagian sejarah berdirinya bangsa ini. Apa mereka malu? karena pakaian khas asmat cuma rajutan jerami yang menutupi kelamin dengan tambahan aksesoris koteka, bulu2 unggas, cula babi hasil buruan, coretan pewarna alam di sekujur badan, dan perkakas perang macam tombak dan panah? Malu karena Cina/Tionghoa, lantaran ayah-ibu mereka sudah menanamkan doktrin: cina adalah musuh. dan yang Arab, lantaran ras itu udha telanjur dicap lintah darat, pedagang karpet, dan mata keranjang? hee.. he.. &lt;br /&gt;/&lt;br /&gt;Tapi, bukan itu yang buat gue 'terharu'. Apa yang gue lihat? mereka berpasang-pasangan dan bergandengan tangan satu sama lain membentuk rangkaian tak putus. Ya, mereka terlihat ceria, damai, lugu, tanpa curiga dan tanpa permusuhan berdampingan satu sama lain.&lt;br /&gt;/ &lt;br /&gt;Ada satu hal yang terlintas di pikiran gue melihat fenomena itu: ini mungkin yang ingin dicapai Gadjah Mada dengan ekspedisis nusantara dan sumpah palapanya. Gue yakin, kalo Gadjah Mada lihat kejadian ini, dia bakal bangga banget dan sumpahnya untuk tidak makan buah palapa pasti digugurkannya, dan dia akan nikmati buah itu sepuas-puasnnya lagi, sampe mabok, lantaran ratusan sudah ratusan tahun mantang dan nahan-nahan. Meski sampe sekarang gue gak paham apa rasa buah ini dan gimana bentuknya (jangan-jangan ini cuma akal-akalannya Gadjah Mada aja, bahwa buah ini cuma apel mandarin: disinyalir buah2an ini udah masuk nusantara melalui pedagang cina dari Mancuria saat kejayaan Majapahit waktu itu, he.. he...).&lt;br /&gt;/&lt;br /&gt;Maaf, ngelantur... kembali lagi ke soal terharunya gue dan kerja keras Gadjah Mada dulu. terus terang, gue bangga lihat itu. Tapi sedih, sebab berpikir kalo semangat cita-cita dan kerja keras GM itu cuma ada di anak-anak TK yang berpawai busana nusantara sekali dalam setahun: 17 Agustus-an atau kalo nggak ya 21 April Kartini-an. gimana dengan nanti kalo mereka sudah dewasa, sama aja kayak orang tuanya saat ini dan melupakan serunya jalan-jalan ini? kenapa, yah?&lt;br /&gt;/&lt;br /&gt;Lihat aja fenomena beberapa tahun belakangan, atau bahkan sekarang ini: di bagian lain wilayah nusantara. Diskriminasi rasial, kasta dan pembedaan-bedaan stereotip wilayah geografis berdasarkan warna kulit dan wajah masih berlangsung di sesama orang indonesia sendiri. bentuknya macam-macam dari mulai yang tersamar sampe yang ekstrim, perang, pemusnahan suku, klasifikasi identitas negatif suku. &lt;br /&gt;/&lt;br /&gt;marah? nggak! cuma mau ngoceh aja. "Mari kita tanya pada rumput yang bergoyang". (Ebiet G, Ade)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script type="text/javascript"&gt;&lt;!--
google_ad_client = "pub-7370497373229527";
//120x240, created 1/25/08
google_ad_slot = "7402765404";
google_ad_width = 120;
google_ad_height = 240;
//--&gt;&lt;/script&gt;
&lt;script type="text/javascript"
src="http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/show_ads.js"&gt;
&lt;/script&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/26746165-5893193792727486372?l=dapurkata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dapurkata.blogspot.com/feeds/5893193792727486372/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=26746165&amp;postID=5893193792727486372&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26746165/posts/default/5893193792727486372'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26746165/posts/default/5893193792727486372'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dapurkata.blogspot.com/2007/09/semangat-gadjah-mada-di-anak-anak-tk.html' title='Semangat Gadjah Mada di Anak-anak TK!!'/><author><name>hapissulaiman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16790793606815881020</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_F8V7weUK5UU/SR1KDCxBcdI/AAAAAAAAAU4/ZI0eGmxmYO4/S220/100_4751-edit.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-26746165.post-1277215482761574896</id><published>2007-09-14T23:20:00.000+07:00</published><updated>2007-09-14T23:36:37.612+07:00</updated><title type='text'># Mencari kenyamanan, sebuah pelarian!</title><content type='html'>Komentar ini semua pernah gue sampein ke gayatri nadya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia beruneg-uneg dengan banyak hal, tentang capek yang berkepanjangan, tentang semangat, tentang kenyamanan, tentang power of small thing, dan lain sebagainya..&lt;br /&gt;nah, apakah gue pernah mengalami semua itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernah kali, yah. Mungkin sering. Justru bukan jadi sebal yang berkepanjangan, saking cape-nya sampe-sampe gue nggak malah nggak tau lagi gimana caranya buat istirahat--atau menghilang dan tidur. Yang ada, gue malah jadi robot yang kerja 24 jam, aktor yang akting 48 jam dan babu yang nyervis orang-orang 96 jam. Suka rela melakukan itu? Kayaknya nggak. Ini malah kayak pelarian, karena memang ini rutinitas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kok bisa? Kenapa nggak? Nyatanya setiap hari gue berhadapan dengan orang-orang dengan watak yang beraneka dan setiap saat bisa berubah-ubah, suka atau nggak suka, bahkan teman dekat sekalipun. Ironisnya lagi, gue udah nggak percaya lagi dengan kenyamanan yang disediakan. Gue pribadi percaya bahwa kenyamanan adalah sesuatu yang harus dibuat, diciptakan. Oleh siapa? Ya orang-orang yang menginginkan kenyamanan itu sendiri, tapi nggak boleh memaksa. Boleh aja sih memaksa kalo loe hidup sendiri, tapi kalo loe lagi di keramaian atau bersosialisasi, sebaiknya jangan. karena kenyamanan setiap orang berbeda. Kalo dipaksakan nanti malah dicap ansos, nggak care, mementingkan diri sendiri, atau bahkan egois. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya, kita bukan tuhan yang bisa menciptakan kenyamanan untuk semua orang atau menjadi bagian dari kenyamanan semua orang. Hmm, akhirnya gue berpikir tentang menjadi 'aktor'. Jahat memang, menghilangkan diri loe sendiri dan memajemukkan diri loe sedemikian fleksibel untuk semua orang. Ya, berpura-pura. Memang butuh tenaga yang besar banget, layaknya aktor kawakan yang bisa berperan jadi macem-macem karakter. Satu lagi, untuk menjadi aktor kayak gitu perlu pandai-pandai untuk menyemangati diri. Dari mana inspirasi semangat itu? Dari manapun, bahkan dari hal-hal yang sepele dan nggak ada sekalipun! Itu namanya penghayatan peran dan tidak tergantung pada orang lain. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, sekali waktu, berhenti jadi pelayan. Bilang sama semua orang kalo loe benar-benar muak, bosan, dan marah, supaya orang lain nggak sembarangan sama loe. Tapi, sekali waktu jujur juga sama mereka dan ucapkan terima kasih bahwa mereka adalah 'bagian paling menyenangkan dalam hidup loe!'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hehehe, maaf kalo sotoy, yah. Maklum, deh, baru belajar untuk hidup...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script type="text/javascript"&gt;&lt;!--
google_ad_client = "pub-7370497373229527";
//120x240, created 1/25/08
google_ad_slot = "7402765404";
google_ad_width = 120;
google_ad_height = 240;
//--&gt;&lt;/script&gt;
&lt;script type="text/javascript"
src="http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/show_ads.js"&gt;
&lt;/script&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/26746165-1277215482761574896?l=dapurkata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dapurkata.blogspot.com/feeds/1277215482761574896/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=26746165&amp;postID=1277215482761574896&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26746165/posts/default/1277215482761574896'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26746165/posts/default/1277215482761574896'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dapurkata.blogspot.com/2007/09/mencari-kenyamanan-sebuah-pelarian.html' title='# Mencari kenyamanan, sebuah pelarian!'/><author><name>hapissulaiman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16790793606815881020</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_F8V7weUK5UU/SR1KDCxBcdI/AAAAAAAAAU4/ZI0eGmxmYO4/S220/100_4751-edit.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-26746165.post-117208465191107629</id><published>2007-02-22T01:50:00.000+07:00</published><updated>2007-12-17T22:51:32.059+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='moral'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pmp'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pancasila'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ppkn'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='masyarakat'/><title type='text'>konsensus moral</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_F8V7weUK5UU/R2aaYpkrykI/AAAAAAAAADU/daMSd6rAT4o/s1600-h/garuda-indonesia+copy.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5144969372584626754" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_F8V7weUK5UU/R2aaYpkrykI/AAAAAAAAADU/daMSd6rAT4o/s400/garuda-indonesia+copy.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;Pancasila&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;dinamika pmp dan moral&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kalo dulu sewaktu sd sampai dengan sekolah menengah atas, kita masih dicekoki dengan pendidikan moral pancasila (PMP), pendidikan pancasila dan kewarganegaraan (PPKN), sewaktu kuliah ternyata masih juga disuguhi Kewarganegaraaan (2 SKS). Apa yang bisa disimpulkan dari tiga nama dan tiga jenjang pendidikan tersebut? Terlihat bahwa terjadi pengurangan, baik skala mutu dan jumlah jam belajar, pada bidang studi ini. Aspek yang dipelajari dididikkan dalam bidang studi ini pun mengalami penyempitan di bidang moral, tapi justru meluas di bidang kemasyarakatan. Fakta lainnya, bahwa pendidikan moral hanya dicanangkan pada anak-anak sd! Kenapa ya? Padahal kalo di pikir-pikir anak-anak sd belum punya banyak masalah dengan moralitas. Justru moralitas dan dinamikanya menjadi sebuah pergulatan batin manakala seseorang menginjak fase dewasa.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script type="text/javascript"&gt;&lt;!--
google_ad_client = "pub-7370497373229527";
//120x240, created 1/25/08
google_ad_slot = "7402765404";
google_ad_width = 120;
google_ad_height = 240;
//--&gt;&lt;/script&gt;
&lt;script type="text/javascript"
src="http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/show_ads.js"&gt;
&lt;/script&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/26746165-117208465191107629?l=dapurkata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dapurkata.blogspot.com/feeds/117208465191107629/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=26746165&amp;postID=117208465191107629&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26746165/posts/default/117208465191107629'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26746165/posts/default/117208465191107629'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dapurkata.blogspot.com/2007/02/konsensus-moral.html' title='konsensus moral'/><author><name>hapissulaiman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16790793606815881020</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_F8V7weUK5UU/SR1KDCxBcdI/AAAAAAAAAU4/ZI0eGmxmYO4/S220/100_4751-edit.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_F8V7weUK5UU/R2aaYpkrykI/AAAAAAAAADU/daMSd6rAT4o/s72-c/garuda-indonesia+copy.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-26746165.post-114949792801370392</id><published>2006-06-05T15:44:00.000+07:00</published><updated>2008-11-14T18:20:38.421+07:00</updated><title type='text'>Menjadi Dewa</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_F8V7weUK5UU/RvTh6c_t_gI/AAAAAAAAAAc/oXiftUiD-Rk/s1600-h/GdSmesco.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_F8V7weUK5UU/RvTh6c_t_gI/AAAAAAAAAAc/oXiftUiD-Rk/s320/GdSmesco.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5112959871304465922" border="0" /&gt;M&lt;/a&gt;aaf kalimat tajuk di atas belum selesai, maksud sebenarnya adalah menjadi dewasa..&lt;br /&gt;&lt;em&gt;well&lt;/em&gt;, tapi mungkin ada kaitannya antara dewa dan dewasa. kenapa bisa? yah mungkin aja. kemungkinannya: kata 'dewasa' berasal dari kata 'dewa'. dan rasanya, ada kesamaan visi antara dewa dan dewasa. dewa secara harafiah bisa diartikan sebagai tuhan atau pemimpin yang memiliki tugas-tugas seperti menciptakan, menjaga, dan bisa juga menghancurkan. dan yang terpenting, tugas-tugas tersebut dibebankan padanya dengan mengatasnamakan 'kemampuan' kesanggupan si dewa tersebut. nah, demikian juga dewasa. seseorang yang dewasa selalu diidentikkan dengan kemampuan melakukakan tugas, secara moral dan fisik mampu bertanggung jawab atas eksistensinya di dunia. &lt;em&gt;well&lt;/em&gt;, nggak hanya itu memang penandaan seseorang telah menjadi dewasa atau belum. sayangnya, bagaimana dengan orang-orang yang tidak mau menjadi dewasa menurut ukuran-ukuran tadi. kenapa? sebab yang selama ini gue rasakan, justifikasi seseorang menjadi dewasa ada pada orang lain, masyarakat. kadang gue rasa ini nggak adil. &lt;em&gt;well&lt;/em&gt;, nanti gue terusin. gue mau ke kamar mandi dulu.&lt;br /&gt;salam.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script type="text/javascript"&gt;&lt;!--
google_ad_client = "pub-7370497373229527";
//120x240, created 1/25/08
google_ad_slot = "7402765404";
google_ad_width = 120;
google_ad_height = 240;
//--&gt;&lt;/script&gt;
&lt;script type="text/javascript"
src="http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/show_ads.js"&gt;
&lt;/script&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/26746165-114949792801370392?l=dapurkata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dapurkata.blogspot.com/feeds/114949792801370392/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=26746165&amp;postID=114949792801370392&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26746165/posts/default/114949792801370392'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26746165/posts/default/114949792801370392'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dapurkata.blogspot.com/2006/06/menjadi-dewa.html' title='Menjadi Dewa'/><author><name>hapissulaiman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16790793606815881020</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_F8V7weUK5UU/SR1KDCxBcdI/AAAAAAAAAU4/ZI0eGmxmYO4/S220/100_4751-edit.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_F8V7weUK5UU/RvTh6c_t_gI/AAAAAAAAAAc/oXiftUiD-Rk/s72-c/GdSmesco.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-26746165.post-114949679766422845</id><published>2006-06-05T15:34:00.000+07:00</published><updated>2006-06-05T15:39:57.666+07:00</updated><title type='text'>just wondering!</title><content type='html'>ada kabar apa hari ini?&lt;br /&gt;yah sekadar basa-basi memang.. lantaran sudah terlaku lama tidak membuka mesin ini dan mencoba menulis cuma untuk menandakan eksistensi. tapi, pasti, ada banyak hal yang terjadi, tapi belum berani gue tulis di mesin ini. masih harus gue pilah-pilah lagi, memastikan nilai apa yang gue dapat dari kejadian-kejadian tersebut, menurut nalar gue. kenapa? &lt;em&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;strong&gt;THIS IS MY WORLD!!&lt;/strong&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;/em&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script type="text/javascript"&gt;&lt;!--
google_ad_client = "pub-7370497373229527";
//120x240, created 1/25/08
google_ad_slot = "7402765404";
google_ad_width = 120;
google_ad_height = 240;
//--&gt;&lt;/script&gt;
&lt;script type="text/javascript"
src="http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/show_ads.js"&gt;
&lt;/script&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/26746165-114949679766422845?l=dapurkata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dapurkata.blogspot.com/feeds/114949679766422845/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=26746165&amp;postID=114949679766422845&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26746165/posts/default/114949679766422845'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26746165/posts/default/114949679766422845'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dapurkata.blogspot.com/2006/06/just-wondering.html' title='just wondering!'/><author><name>hapissulaiman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16790793606815881020</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_F8V7weUK5UU/SR1KDCxBcdI/AAAAAAAAAU4/ZI0eGmxmYO4/S220/100_4751-edit.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-26746165.post-114573247848592757</id><published>2006-04-23T01:58:00.000+07:00</published><updated>2006-04-23T02:01:18.493+07:00</updated><title type='text'>minta maaf</title><content type='html'>Sangat mungkin ini jadi suatu kejadian yang umum terjadi pada saat seseorang melakukan kesalahan atau kekhilafan (berdasarkan pandangan umum). Tapi apa perlu seseorang itu meminta maaf? Manakala the ultimate jawaban eksistensi kedatangannya di dunia ini telah dia atau mereka temukan?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script type="text/javascript"&gt;&lt;!--
google_ad_client = "pub-7370497373229527";
//120x240, created 1/25/08
google_ad_slot = "7402765404";
google_ad_width = 120;
google_ad_height = 240;
//--&gt;&lt;/script&gt;
&lt;script type="text/javascript"
src="http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/show_ads.js"&gt;
&lt;/script&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/26746165-114573247848592757?l=dapurkata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dapurkata.blogspot.com/feeds/114573247848592757/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=26746165&amp;postID=114573247848592757&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26746165/posts/default/114573247848592757'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26746165/posts/default/114573247848592757'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dapurkata.blogspot.com/2006/04/minta-maaf.html' title='minta maaf'/><author><name>hapissulaiman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16790793606815881020</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_F8V7weUK5UU/SR1KDCxBcdI/AAAAAAAAAU4/ZI0eGmxmYO4/S220/100_4751-edit.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-26746165.post-114573374329533909</id><published>2006-04-23T01:50:00.000+07:00</published><updated>2006-04-23T02:22:23.306+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/5375/2802/1600/Mariana%20Renata%2002.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/5375/2802/200/Mariana%20Renata%2002.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Mariana bilang: "&lt;span style="font-family:lucida grande;font-size:180%;color:#ff6666;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Berhenti berpikir bahwa dunia ini adalah kamu&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;!"&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script type="text/javascript"&gt;&lt;!--
google_ad_client = "pub-7370497373229527";
//120x240, created 1/25/08
google_ad_slot = "7402765404";
google_ad_width = 120;
google_ad_height = 240;
//--&gt;&lt;/script&gt;
&lt;script type="text/javascript"
src="http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/show_ads.js"&gt;
&lt;/script&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/26746165-114573374329533909?l=dapurkata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dapurkata.blogspot.com/feeds/114573374329533909/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=26746165&amp;postID=114573374329533909&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26746165/posts/default/114573374329533909'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26746165/posts/default/114573374329533909'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dapurkata.blogspot.com/2006/04/mariana-bilang-berhenti-berpikir-bahwa.html' title=''/><author><name>hapissulaiman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16790793606815881020</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_F8V7weUK5UU/SR1KDCxBcdI/AAAAAAAAAU4/ZI0eGmxmYO4/S220/100_4751-edit.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry></feed>
